
Sementara Azmi, di kelasnya suka menggoda cewek. Tak sedikit yang tergoda, tentu saja semuanya akan patah hati setelah itu.
Namun, di kelas itu ada satu wanita yang tidak tergoda. Wanita itu sangat pendiam, dan dia memakai niqab. Jadi tidak banyak yang mengetahuinya.
"Azmi, kamu kenapa sih kok lihatin cewek itu terus? atau jangan-jangan ..." Tanya Dion, teman Azmi.
"Apaan sih, aku tuh cuma heran aja, kok si Syahla itu nggak pernah kena rayuanku."
"Sok cakep banget, lu semprul!" Dion melemparkan buku ke meja Azmi, tapi sayang, buku itu malah salah sasaran.
"Astaghfirullah," gumam wanita yang kena sasaran.
"Biar aku saja yang minta maaf," bisik Azmi pada Dion.
Azmi mendekati meja wanita itu lalu mengambil bukunya. "Maafkan temanku ya, Syahla."
Syahla mengangguk, "Nggak pa-pa. Lagian yang salah juga bukan antum."
"Syahla, pulang nanti makan siang bareng aku yuk? aku traktir, deh. Sebagai permintaan maaf dari temanku."
"Maaf, Azmi. Tapi ana nggak bisa. Kalau antum tidak ada keperluan lain, silahkan kembali ke bangku antum sendiri."
Deg!
Azmi tidak terima dengan ucapan Syahla, begitu menyakitkan rasanya. "Kenapa sih kamu tolak ajakan aku terus? aku 'kan ngajaknya sebagai teman."
"Ana rasa antum sangat paham dengan agama kita, jadi nggak perlu lagi ana jelasin 'kan?"
__ADS_1
Deg!
Bagai di sambar petir rasanya, Azma hanya diam tetapi dia semakin penasaran dengan wanita ini.
"Kamu jangan cuek gitu sama aku, nanti kita jodoh loh."
"Aamiin. Do'a baik harus di aamiinkan."
Belum sempat Azmi menjawabnya tiba-tiba Dosen pun datang, mau nggak mau Azmi kembali ke kursinya.
'Kenapa wanita itu mengaamiin kan nya? apa dia berharap menjadi istriku?' batin Azmi bertanya-tanya.
Syahla' Zulaikha, namanya. Siapa sangka, ternyata wanita itu adalah anak dari Ustadz Alif. Tetapi, tidak ada yang tahu soal itu. Syahla' dulunya ikut belajar di pesantren milih Abah Kiyai. Wanita itu pun sudah dari dulu menyukai Azmi, tetapi sayangnya Azmi tidak menggubrisnya. Wanita itu juga dulu pernah di bully oleh Azmi karena Syahla' terkenal sebagai kutu buku disana.
'Ternyata kau tidak mengenaliku, Azmi.' Batin Syahla.
'Ekhem.
"Eh, Daddy..." Azmi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Mau kemana kamu?"
"Aku, hmmm ... Mau pulang, iya mau pulang ..."
"Oh begitu ya, Apa parkiran sudah pindah?"
"Hah? pindah?" Azmi heran, lalu menatap sekelilingnya. "Eh iya, parkiran di sebelah sana ya? heheheh. Oh iya, itu, aku mau ke kantin dulu sebelum pulang. Begitu maksudnya, Dad."
__ADS_1
"Tidak perlu, kita pulang saja. Kakak kamu hari ini akan balik dari Cairo, kita akan menyambutnya. Daddy tunggu kamu di rumah, nggak pakai lama."
"Kakak pulang Dad?"
"Iya, kamu senang?"
"Banget, ya sudah aku pulang sekarang."
Azmi langsung putar arah jalan, ia memang sudah sangat merindukan Kakaknya itu. Sementara Gus Sakhi hanya menggelengkan kepalanya. ' Dasar, anak itu."
Saat hendak keluar, Gus Sakhi berjumpa dengan Pak Dayyan yang sedang berjalan juga menuju Parkiran.
"Assalamu'alaikum, Pak Sakhi."
"Waalaikumussalam, Pak Dayyan ..."
"Sudah mau pulang, Pak?" tanya Dayyan.
"Daddy!" teriak Seseorang dari arah belakang, keduanya menoleh dan begitu terkejutnya Dayyan saat melihat wanita itu.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Waaah, siapakah wanita ituuuuu?
Skuyyy sambil nunggu othor Up, yuk kepoin punya teman othor, cekidot👇
__ADS_1