
Kepulangan Patul dan Gus Sakha membuat semua orang menjadi heboh, banyak persiapan yang mereka lakukan. Tetapi tidak ada satu santri pun yang tahu, semua anak-anak mereka pun sudah berkumpul disana.
Tak lama kemudian, mobil yang membawa Patul dan Gus Sakha pun datang. Semuanya sudah mengambil tempat sesuai yang sudah di sepakati. Banyak sekali kejutan yang ingin mereka sampaikan saat ini.
'Tok! 'Tok!
Patul dan Gus Sakha mengetuk pintu karena terlihat pintu tersebut di kunci dari dalam.
'Ceklek!
"Assalamu'alaikum," salam Patul dan Gus Sakha.
Yang membukanya adalah Maryam dan Nasya. "Waalaikumussalam, Ummi ... Abi ...."
"Kemana yang lainnya? Kenapa sepi sekali?"
"Masuk dulu, Abi. Nggak enak dilihat yang lain." Mereka pun masuk, seperti tak berpenghuni karena lampu rumah pada mati.
"Maryam, kenapa lampu rumah mati? Kalau putus, kenapa tidak meminta Kak Adam untuk membenarinya?"
"Afwan, Ummi. Maryam sudah lama tidak tinggal disini."
"Maksudnya?"
'Surprise!
Rekaman pernikahan Maryam dan Fakhi di putar, tentu saja Patul dan Gus Sakha tercengang melihatnya. "Apa ini!" Suara Gus Sakha meninggi, ia terlihat marah.
"Afwan, Abi. Ini keputusan Nasya! Nasya yang meminta Mas Fakhi untuk menikahi Maryam." Lirih Nasya.
"Kenapa kamu melakukan ini, Nak?"
"Sya ____"
"Apa karena anak? Ya Allah, apa kamu sanggup? Sya, banyak cara untuk bisa mendapatkan anak. Hanya saja Allah belum memberikan kalian kepercayaan. Tapi ___" ucapan Patul terpotong.
__ADS_1
"Umi, Abi, doakan yang terbaik untuk keluarga kecil kami." Fakhi datang mencium tangan bibi dan pamannya itu.
"Kalian hutang penjelasan pada Umi," kata Patul sedikit kecewa.
"Sudahlah, Umi. Kita baru sampai!" Sakha berusaha membuat istrinya tenang.
Hingga tiba-tiba ....
'Surprise!
Lampu hidup, sudah berbaris semuanya kecuali Pipa dan Bima yang kebetulan memang berada di luar negeri. Semuanya saling berpelukan melepas kerinduan.
"Kenapa ini bisa terjadi?" Begitulah ucapan Patul pada Sasa.
"Kita doakan saja yang terbaik," Sasa membuat Patul menganggukkan kepala.
"Umi nggak mau peluk Zahra?" Wanita itu baru saja muncul, ia merentangkan tangannya.
"Fatimahku, sini Nak."
"Memangnya kenapa dengan Fatimah? Nama itu juga bagus, Nak." Gus Sakha menimpalinya.
"Umi, Abi. Dimana-mana orang juga tahu kalau nama yang kekinian itu Zahra, bukan Fatimah."
"Oh begitu rupanya, besok Abi akan undang para santri untuk acara penambalan nama kamu yang baru."
"Memangnya bisa begitu, Abi?"
"Bisa, kamu akan Abi kasih nama Cita Citata, artis kekinian."
Zahra merengut, "nggak gitu juga, Abi."
Sedangkan yang lain malah terkekeh geli. Kecuali Mevlan, si anak Sapi. "Ra, tenang aja. Nanti kalau sudah halal bakalan Abang ganti nama kamu jadi 'Sayang', kalau sekarang Abang belum berani." Dengan percaya dirinya Mevlan mengatakan itu.
"Mantap kau, Bang. Ini baru anak Bubu." Sapi membanggakan dirinya.
__ADS_1
"Usaha yang bagus!" Kata Patul sambil terkekeh.
***
Malam harinya, seseorang dengan lantangnya datang ke rumah patul. Sasa dan yang lainnya sudah pulang ke rumah masing-masing, Hawa baru saja sampai dan kini sedang membersihkan diri. Sedangkan Adam, pengusaha muda itu berada di luar negeri saat ini.
'Tok! 'Tok!
"Assalamu'alaikum," ia mengucapkan salam.
Gus Sakha yang kebetulan berada di ruang tamu pun segera membukanya. "Waalaikumussalam," sahutnya dari dalam. "Nak Zaydan, rupanya. Ayo masuk!" Setelah melihat siapa yang datang saat itu.
"Terima kasih, Gus. Apa kabar?"
"Alhamdulillah, bagaimana kabar antum?"
"Alhamdulillah, Gus."
"Sebentar, biar ana panggilkan Umi nya Hawa." Kata Gus Sakha yang sepertinya sudah tahu tujuan Zaydan.
Tak lama kemudian mereka datang, "assalamu'alaikum, Zaydan." Patul mengucapkan salam.
"Waalaikumussalam, Umi. Apa kabar?"
"Alhamdulillah, silahkan duduk Nak."
'Ekhm!
Suasana kembali tegang, apalagi saat ini Zaydan harus berhadapan langsung dengan Patul dan Gus Sakha, orang tua yang ia tunggu kedatangannya sejak kemarin. "Maaf nih, tapi kalau boleh tahu, tujuan kamu kesini malam-malam begini apa ya, Nak?" Patul membuka obrolan, menbuat Zaydan semakin gemetaran.
"Saya _____"
*****************
Yuk baca komen Author, karena ada sesuatu yang ingin author sampaikan disana. Love you❤️
__ADS_1