
Satu jam kemudian,
Patul sudah masuk ke dalam ruangan dan saat ini mereka sedang berkumpul menunggu kedatangan bayi-bayi yang lucu itu.
"Lama kali bah susternya datang, sudah gak sabar aku." celetuk Sapi memecahkan keheningan.
"Sabar dong, emak bapaknya saja gak kepo!" ledek Pipa.
"Tauk nih," sahut Sasa.
"Wiiih pada nyerang aku bah, awas Kelen ya." kata Sapi gak terima.
"Pfttt hahaha, sudah jangan pada ribut atuh, bentar lagi datang kok." Patul meleraikannya.
Ternyata firasat seorang ibu benar, setelah Patul mengatakan itu beberapa menit kemudian muncul lah dua bayi mungil yang sedang tertidur di tempatnya bersama para suster.
"Permisi..." Ucapnya.
Mereka semua menoleh dengan mata berbinar, ada yang sambil menangis ada juga yang kegirangan.
Setelah Suster pergi barulah Sapi melancarkan aksinya.
"Sayang Ante, sini nak sini..." ucap Sapi sambil mendekat.
"Stop! jangan bergerak." kata Sasa membuat Sapi mengangguk Patuh.
"Ya kali , masa loe yang deluan lihat? tuh kakek neneknya sudah pada nungguin dari tadi. Ayo para Nenek dan Kakek, waktu dan tempat kami persilahkan." ucap Sasa membuat yang lain tergelak.
Umi menghampiri cucunya tentu dengan senyuman yang mengembang.
"Sakha, siapa namanya nak?"
"Adam Al Dzaky dan Hawa Dzakiya"
"Nama yang bagus" ucap mereka serempak.
"Hai Adam dan Hawa, ini Ante nak.. Nama Ante adalah Ante cantik tapi biasanya orang manggil Ante itu Sapi padahal Ante kaya bidadari ya kan Nak?" Sapi memperkenalkan dirinya dengan bangga.
"Dih, untung mereka belum ngerti" celetuk Pipa.
"Syirik aja kau kutengok, iri bilang bos." kata Sapi membuat semuanya tergelak.
Cukup lama mereka bercanda tawa dengan si kembar itu sampai tiba hari menjelang sore, The guys izin pamit pulang sedangkan para Kakek dan Nenek menunggu di Rumah Sakit.
__ADS_1
"Tul, kami pulang dulu ya. Besok kami datang lagi, cepat pulih ya busui!" ucap Sasa sambil memeluk Patul.
"Makasih ya kalian selalu ada buat aku. Besok kalian ngajar aja dulu, jangan bolos, kasihan atuh anak-anak."
"Oki doki lah Tul, udah jadi mamak-mamak jadi jiwa cerewet nya sudah meronta-ronta." Ledek Sapi.
"Oh iya, kalian naik apa?" kali ini yang bertanya adalah Gus Sakha.
"Kalian bareng aa sama Indah aja, gimana?" sedangkan yang menawarkan diri ini adalah Gus Fathan.
Lantas? bagaimana reaksi Sasa dan Pipa? .
Keduanya hanya bisa menunduk, sedangkan Sapi langsung menolak secara halus. "Maaf Gus, tak perlu repot. Kami sudah di jemput sama..."
Sapi langsung menjeda kalimatnya, pasalnya memang tidak ada yang menjemput mereka. Niat ingin nyelamatin kawan malah dia yang kejebak, pikirnya.
"Sama Bima, iya Bima sudah di parkiran Guys." sahut Pipa tiba-tiba.
"Oh ya sudah, kalian hati-hati ya" sahut Gus Sakha.
"Kalau begitu, kita bareng aja ke parkirannya." Ajak Gus Fathan membuat The Guys mengangguk Pasrah.
Saat berjalan, Sapi dan Sasa menyenggol tangan Pipa karena mereka bingung kenapa Bima sudah berada di depan sekarang.
Pipa mengangguk "Ini kalian baca, gua gak bohong kok. Jadi santai aja!"
Tepat saat mereka sampai di parkiran, Bima keluar dari mobilnya dan menyapa semuanya terutama Gus Fathan dan Indah.
Tapi reaksi Gus Fathan kali ini terlihat biasa saja, karena dia sudah mulai menerima sang istri sekarang.
"Sudah ada Bima, ya sudah kalau begitu kami deluan ya Neng" ucap Gus Fathan
"Iya Gus, silahkan"
"Kalian hati-hati ya, kami deluan... assalamu'alaikum" ucap Indah
"Waalaikumussalam Ning" sahut The Guys.
Seusai kepergian Gus Fathan mereka langsung masuk ke dalam mobilnya Bima. Tentu saja membuat yang lainnya tercengang sekarang.
"Untung kamu datang , Bim!" kata Pipa.
Sasa dan Sapi terkejut mendengar kalimat Pipa yang manggil Bima itu adalah kamu. Akan tetapi, saat ini mereka hanya bisa saling pandang sekarang.
__ADS_1
"Aku keren ya?" sahut Bima membuat Pipa tertawa.
"Dih, mana ada gitu. Nyesal aku muji kamu." Ucap Pipa membuat sahabatnya semakin kaget.
"Aku? Kamu? Maksudnya?" ucap Sasa dan Sapi barengan.
"Upsssss!" Pipa menutup mulutnya.
"Loe hutang penjelasan sama kita." ucap Sasa
"Iya betul itu, ada rahasia rupanya yang kami gak tahu. Wah parah!" sahut Sapi.
"Ya sudah, nanti gua ceritain. Sekarang kita cari kado dulu buat Adam sama Hawa." ujar Pipa yang disetujui mereka.
"Ada yang nikahan?" tanya Bima yang memang belum ngerti.
"Kok nikahan?"
"Itu tadi, Adam sama Hawa?"
"Bhahahhahahha!" Tawa mereka pecah membuat Bima semakin heran.
"Adam sama Hawa itu anak kembar yang baru launching." Tutur Pipa yang langsung di anggukin oleh Bima.
๐ธ๐ผ๐ธ๐ผ๐ธ๐ผ๐ธ๐ผ๐ธ๐ผ๐ธ๐ผ๐ธ๐ผ๐ธ
JANGAN LUPA DUKUNG OTHOR TERUS YAAAA
BUAT BELI BAJU RAYA, HEHEHE
Sambil nunggu lanjutan dari si kembar anaknya Patul ini, yuk kita kepoin punya teman othor guyssss...
sekarang giliran othor kece ini๐
Sinopsis:
Wil, bocah SMP kelas 9, harus berpetualang menemukan siapa bapak kandungnya, agar nama yang tertulis di ijasah betul-betul tidak salah. Selama ini nama bapak kandung di ijasah SD dan beberapa surat penting lainnya tidak sama.
Perjuangannya begitu berat, petunjuk yang ia punya hanya tiga lembar KK. Tak ada tempat bertanya, karena satu-satunya orang terdekat yang ia punya, yaitu ibunya, sudah meninggal.
Petualangan Wil dimulai berdasarkan alamat pada lembar KK, dan tanpa diduga, Wil mengalami hal-hal dahsyat yang begitu luar biasa.
__ADS_1
Akankah Wil berhasil menemukan bapak kandungnya?