Begitulah Takdir

Begitulah Takdir
Jodohnya Patul


__ADS_3

"Ya, sama-sama. Lagian jangan pacaran biar gak ribet urusannya" ketus Dosen itu.


"Tapi pak---"


"Assalamu'alaikum" ujarnya lalu pergi begitu saja.


"Waalaikumussalam" jawabku sambil menatapnya.


kenapa gue di nasehatin? gumamku dengan terdiam melihat kepergiannya, namun tiba-tiba....


"Ciyeeeeee" Goda Sapi dan Pipa


"Apaan sih, Biasa aja" ketusku


"Ekhm, biasa aja tapi kok mukak kau merah kaya pake blush on aja?" ucap Sapi sambil mengedipkan matanya.


"Idih" . Lalu aku teringat sesuatu. "Eh, Patul mana?"


"Patul beli minum, haus dia"


"Oh ya sudah, susul yuk"


Kami pun pergi ke kantin, namun tak melihat Patul.


"Coba telpon Pi, gue ga punya pulsa"


"Mentang udah end sama Ustadz Sakha kau udah malas ngisi pulsa, ck!" cerocos Sapi dengan mengambil ponselnya


"Bawel loe"


Kami menunggu Patul di tempat biasa, pesanan pun datang namun Patul tak juga terlihat.


"Gak diangkatnya Sha, Sampek (sampai) habis baterai ku nih" gerutu Sapi yang memang sejak tadi coba menelpon Patul.


"Ya sudah, lu makan aja dulu, tar juga datang dia" sahut Pipa, namun tak lama kemudian....


"Assalamu'alaikum" ucap Patul


"Waalaikumussalam" sahut kami


"Duduk!" titahku, sedangkan Patul hanya menurut saja.


"Mampus kau Tul, mamak marah hahaha" sahut Sapi


"Emang kunaon?" tanya Patul dengan polosnya


"Kunaon-kunaon, loe dari mana aja? Hem? kenapa gak bisa ditelpon? kami khawatir tahu, cek sekarang ponsel loe! punya hp itu jangan jadi pajangan aja dong Tul , kesal gue"


"Punten, aku mah tadi beli minum terus gak sengaja ketemu sama kakaknya Gus Sakha"


"Tunggu, berarti kakaknya Ustadz Sakha ngajar di sini dong?"


"Iya atuh, aku juga baru tahu tadi,"


"Ya sudah, loe di maafkan, lain kali jangan ngilang gitu dong Tul "

__ADS_1


"Iya iya, punten yak! aaaaa kalian mah perhatian pisan sama aku" dengan kegirangannya


"Ku cucuk jarum pentul kau nanti, jangan senang dulu... Kau ganti dulu kerugian ku , eh maksudnya kerugian baterai ponselku yang udah nelponin kau dari tadi tapi gak kau angkat"


"Wuuu dasar Sapi gemblung, mau minta traktir aja pakai modus "


"Biarin"


"Hehe ya sudah atuh, Kamu mau apa? ambil aja tapi mah jangan lebih dari satu yak, Aku jatah satu orang satu"


***


"Assalamu'alaikum " ujar kami saat sudah di depan rumah Patul.


Kebetulan sekali, Ada Abah Kyai di depan yang sedang membaca Kitabnya.


"Waalaikumussalam " Jawab Abah sambil menutup kembali Kitabnya


"Anak geulis nya Abah, kenapa lama pisan pulangnya?"


"Afwan Abah, Neng tadi mampir ke kantin dulu " lirih Patul


"Iya bah, maaf ya bah" sahut kami barengan.


Abah kyai mengangguk "Abah maafin, tapi lain kali kudu bilang dulu atuh. Ya sudah, kalian mandi dulu ya".


Kami mengangguk, tapi tiba-tiba Abah menghentikan langkah kami "Neng Lila, sini dulu Nak. Ada yang mau Abah sampaikan "


"Kalau begitu kami deluan ya bah, assalamu'alaikum " ucap kami kecuali Lila/Patul.


Kami meninggalkan Patul bersama Abahnya, dan langsung membersihkan diri secara bergantian karena Toilet di kamarnya Patul hanya satu.


"Keluar yuk, bosan juga lama-lama nih" celetuk Pipa


"Kayanya jangan dulu deh, Abah lagi ngomong serius sama Patul. Kita jangan ganggu, kita tunggu aja disini"


sahutku yang langsung disetujui sama mereka.


Tapi, tiba-tiba


ceklek


"Hiksss hiksss" Tangisan Patul pecah, ada apa ini?


"Patul?" panggil kami sambil langsung memeluknya.


"loe kenapa?"


"Iya Tul cerita sama kami, ada apa?"


"Tul jangan diam aja dong"


"Hikss hikss aku hiksss" Patul terlihat tak sanggup meneruskan ucapannya.


"Duduk dulu , Ayok" titahku. Lalu aku melirik air mineral dalam kemasan botol yang masih belum terbuka di depan kaca "Pi, tolong ambilin minum" kemudian Sapi langsung mengambilnya.

__ADS_1


"Nah, minum" titah Sapi. Patul meminumnya, dan tangisannya mulai mereda.


"Sekarang, loe ceritain ke Kita . Ada apa?"


"Aku hiksss aku hancur Sha, aku Hancur. Aku beneran di jodohkan "


"Tunggu, bukannya loe memang sudah tahu ya kalau loe dijodohkan?"


Patul mengangguk "Iya, aku mah terima wae di jodohkan, sama siapa wae mah sok atuh, aku mah ayok aja, tapi ini hiksss hikss"


"Istighfar Tul, gak boleh nangis berlebihan"


"Bahkan kamu juga bakal ikut nangis kalau tahu siapa orangnya"


"Apa?????" teriak kami histeris.


"Memangnya siapa?" tanya Sapi si kepo.


"Gus hiksss hiksss Gus Sakha"


brugghhhhh


Aku menjatuhkan botol air yang habis di minum Patul itu dengan kondisi masih belum tertutup.


"Astaghfirullah, maaf-maaf" ucapku.


"Biar aku yang bereskan, kau duduk aja" Titah Sapi


"Bagaimana bisa Tul?"


Aku mendengar setiap kata yang di ucapkan Oleh Patul, ingin marah tapi sama siapa?.


Egois kah aku ketika meminta Ustadz Sakha boleh menikah dengan siapa saja asal tidak dengan sahabatku?.


'Bang, ternyata kita memang ditakdirkan hanya untuk singgah' gumamku dalam hati.


Ketika aku berharap pada Manusia, Allah jauhkan dia dari hidupku. ~ Shazfa.


Berdamai dengan takdir, itu lah yang harus ku lakukan. Ku lihat Patul begitu hancur ketika tahu jodohnya adalah Orang yang disukai sahabat nya sendiri. Aku bisa merasakan bagaimana kondisinya saat ini, mungkin dengan berpura-pura untuk terlihat biasa saja akan meringankan beban Patul saat ini.


"Sudah Tul, loe jangan gini terus. Apa yang dipilihkan orang tua loe itu pasti yang terbaik. Percaya sama gue. Loe juga tahu kan Ustadz Sakha itu orang baik, dia gak akan ngecewain loe"


"Tapi aku udah ngecewain dua orang, yaitu kamu dan Gus Sakha. Aku gak mungkin terima perjodohan ini Micin...."


"Tul, lihat gue" sambil ku pegang pundaknya. "Gue gak apa-apa. Terima lah perjodohan itu, Gue akan berusaha lupain semuanya. gue sayang sama loe Tul," Lalu ku peluk dia dengan erat, sungguh merelakan ternyata berat, tak semudah yang diucap.


Author POV


"Neng Lila, sini dulu Nak. Ada yang mau Abah sampaikan".


"Kalau begitu kami deluan ya bah, Assalamu'alaikum" ucap Sasa micin, Sapi dan Pipa meninggalkan Patul bersama Abahnya.


"Afwan Bah, Aya naon?" Tanya Patul duduk disebelah Abahnya.


"Ada yang mau Abah sampaikan, ini mengenai tentang perjodohan Neng "

__ADS_1


Deggggg


"Sok atuh bah, Neng dengarin"


__ADS_2