
...Warning!...
...Di bab ini mengandung 21+...
...Mohon maaf jika mengganggu puasa nya,...
...... Di sarankan untuk membacanya nanti,......
...setelah berbuka....
...Happy ReadingπΌ...
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»
Saat ini, menc*um b*bir Sasa merupakan kesalahan besar bagi Gus Sakhi karena membuatnya ingin menc*um lagi, terus, lagi, dan terus.
"Humaira..." Panggil Gus Sakhi dengan suara yang sudah berat.
"Hm? iya mas?" Sasa semakin gugup melihatnya.
Cup.
Kali ini bukan hanya sekedar kecupan, tetapi Gus Sakhi juga me*****nya. Saat melihat tidak ada penolakan dari Sasa, Gus Sakhi semakin mendalaminya.
Gus Sakhi sangat enggan untuk melepaskannya karena merasakan manisnya b*bir istrinya itu. Sedangkan Sasa semakin lama semakin kehabisan nafas.
Gus Sakhi menyudahinya, dan melihat Sasa yang menunduk dengan nafas tersengal-sengal. Walaupun Gus Sakhi juga ngos-ngosan tapi pandangannya tak jauh dari sang istri.
"Humaira ..." panggilnya lagi.
__ADS_1
"Iya mas?"
"Boleh mas minta hak mas sekarang?" Dengan suara beratnya.
Sasa hanya diam saja membuat Gus Sakhi sedikit kecewa sebenarnya.
"Ya sudah, kalau kamu belum siap juga gak apa-apa. Mas akan tunggu kamu sampai kamu siap kok." Sambil merapikan bajunya lagi yang mulai berantakan.
Gus Sakhi hendak pergi namun tangannya di pegang oleh Sasa.
"Mas, Sasa siap kok."
"Kamu yakin? jangan di paksa Humaira."
"Sasa siap mas, cepat atau lambat Sasa juga akan menyerahkannya pada mas kan? Sasa gak mau dosa mas kalau Sasa sampai menolak keinginan mas. Dari awal menikah pun sebenarnya Sasa sudah siap, tapi Sasa malu, mas." Ucap Sasa yang suaranya lama kelamaan menjadi pelan.
Gus Sakhi yang mendapatkan lampu hijau dari sang istri pun langsung mendekati Sasa kembali dan mengelus pucuk kepala sang istri.
πΌπΌπΌ
Setelah Sholat, Gus Sakhi langsung membacakan doa di depan sang istri sebelum melakukan kewajibannya itu.
Lalu, ia kembali men*ium b*bir Sasa yang kini sudah menjadi candunya. Gus Sakhi pun mencoba untuk memperdalam ciumannya.
Gus Sakhi berpindah menelusuri Leher milik Sasa membuat sang empunya menegang, sambil mencumbu tangan Gus Sakhi pun ikut bekerja untuk membuka kaos tipis milik Sasa itu.
Hingga pada akhirnya terlihatlah dua bukit yang masih terbungkus itu. Gus Sakhi menelan salivanya saat melihat itu, sedangkan Sasa yang menyadari kalau Gus Sakhi sedang melihat bukit itu pun dengan refleks langsung menutup dengan kedua tangannya.
Gus Sakhi terus saja mendaki gunung melewati lembah hingga sampai tidak menyadari jika keduanya kini tanpa sehelai benang pun.
__ADS_1
"Sudah siap, Sayang?" Sasa tidak menjawabnya, ia hanya mengangguk pasrah.
"Mas pelan-pelan aja kok. Kalau sakit, tahan ya?" sambung Gus Sakhi lagi.
dan.....
Gooool!
Gus Sakhi berhasil membobol gawangnya dan bermain-main di dalam goa tersebut, Sasa menggigit bibir bawahnya ketika merasakan sedikit nyeri di bagian sana membuat air matanya tanpa terasa terus saja mengalir.
Gus Sakhi sedikit panik dan tidak tega sebenarnya saat melihat sang istri mengeluarkan air mata, akan tetapi kegiatan itu harus di lanjutkan sampai usai.
"Tahan ya, Humaira... Sedikit lagi kok." Ucap Gus Sakhi dengan suara beratnya.
Entah berapa lama mereka melakukan itu, sampai akhirnya keduanya sama-sama kelelahan. Sasa lebih dulu tertidur pulas dibandingkan Gus Sakhi.
Cup.
"Terima kasih, Humaira ku." Sambil mencium kening sang istri, lalu menyelimuti nya.
Sebenarnya Gus Sakhi masih ingin melakukannya lagi, akan tetapi ia lebih memilih tidur di samping Sasa sambil memeluk Sasa.
Pukul 10.00 pagi, Sasa bangun lebih dulu dibandingkan Gus Sakhi. Sasa kembali dikagetkan dengan tangan yang melingkar di pinggangnya, akan tetapi kali ini dia sudah tidak berteriak lagi apalagi sampai membuat suaminya terjatuh seperti tadi malam.
Sasa memilih untuk membalikkan badannya dan menatap sang suami. Memori nya berputar saat dulu ia bertemu dengan Gus Sakhi, ternyata memang benar pertemuan mereka berawal dari ketidak sengajaan.
"Kalau lagi tidur begini kenapa ganteng banget ya? tapi saat di kampus kayanya seram, malah pakai masker segala lagi." Umpat Sasa sambil mengelus pipi Gus Sakhi.
"Kamu ngatain suami kamu Seram?"
__ADS_1
Deg!