
"Saya tidak pernah melihat putra saya seserius ini dengan wanita, tetapi saat saya melihatnya begitu mengagumimu saya yakin jika ini sudah di takdirkan. Apa kamu mau?" lelaki paruh baya itu mengucapkan dengan serius. Sunggu aku bingung sekarang.
"Aku ...." ucapku terbata-bata. Apa yang harus aku katakan sekarang?
"Aku belum bisa jawab sekarang," lanjut ku. Lalu aku ambil ponsel yang sedang di pegangnya dan kucatatkan sesuatu di sana.
"Ini alamat rumahku, jika Tuan serius padaku, datang lah kerumah dan jumpai kedua orang tuaku." Aku berdiri dan hendak pergi, namun Ayahnya menghentikan ku.
"Tunggu, Nona." Saat melihat aku menghentikan langkah, ayahnya mendekatiku. "Maukah kamu menjadi saksi? nanti malam kami akan masuk Islam di Mushola yang berada di sana." Ucapnya tegas.
Desiran ini semakin kuat, hanya karena sebuah keseriusan mereka rela meninggalkan agamanya?
"Maaf, Tuan. Jika kalian masuk Islam karena terpaksa, sebaiknya jangan. Karena jujur, agama tidak boleh di permainkan." Ucapku memberikan sedikit nasihat agar mereka tidak salah langkah.
"No, i'm seriously! Jujur, sebenarnya sejak lama kami ingin menganut Agama Islam. Tetapi, belum ada yang menuntun kami sampai sekarang. Kami bukan hanya ingin liburan ke sini, kami juga punya rumah karena saya punya bisnis di kota. Saat saya melihatmu, saya juga melihat ketulusan anak saya untukmu begitu dalam. Saya ingin kelak kamu akan mengajarkan kami sekeluarga tentang Islam, apa kamu bersedia?"
Jujur, ini terlalu cepat bagiku. Jalan kisah ini tidak pernah ku fikirkan sebelumnya. Aku hanya bisa tersenyum sambil menganggukkan kepala, "Insya Allah aku akan datang bersama temanku. Aku permisi dulu, selamat sore."
Flashback Off (Sapi Pov /end.)
"Jadi seperti itu kisahku, bagaimana? keren kan?" ucap Sapi dengan bangga.
"Keren sih, tapi kenapa kamu gak ngundang kami atuh?"
"Itu karena aku belum siap Kelen ejek hehe, maaf ya."
"Terus, Nyokap bokap loe apa gak kaget?"
__ADS_1
"Ya kagetlah Sasa, awalnya Mamak sama Bapakku nggak setuju. Butuh proses sebenarnya suamiku untuk dapat restu mereka, tapi lambat laun mereka luluh sendiri."
"Malam itu dia beneran masuk Islam ya, Pi?"
"Iya, aku juga kaget awalnya. Ku kira aku mimpi, rupanya nyata. Kisahku penuh misteri, Ya?"
"Dih, pede banget!" seru Pipa.
"Tapi tunggu, selama ini loe tinggal dimana?"
Sapi terdiam, dia hanya bisa saling pandang dengan Pipa, tentu saja hal itu membuat Sasa dan Patul saling pandang.
"Ayo ngaku!" sahut Patul yang juga tidak sabaran.
"Aku ... hehehe .... aku satu apartemen dengan Pipa."
"Selo lah, woy!" protes Sapi, sedangkan Pipa sejak tadi sangat puas tertawa.
"Hidup loe penuh drama ya, Pi." Kesal Sasa.
"Asal kau tahu aja ya, Sa. Aku awalnya nggak tahu kalau Pipa satu apartemen samaku. Apartemen ku ada di paling atas, kami aja jumpanya waktu nggak sengaja tabrakan di depan lift, iya gak Pa?"
"Tauk ah, gua gak mau di salahkan lagi. Bye!" Pipa hendak pergi dari tempat duduknya, tapi Sasa menahannya.
"Mau kemana? Hm? Ayo kita buat makanan dulu, sudah mau siang, sebentar lagi sholat Dzuhur!" kata Sasa sambil menarik tangan Pipa dan Sapi.
"Aku izin bentar atuh, mau lihat Zahra anteng gak di momong Hawa." Patul pergi dari tempat itu.
__ADS_1
"Zahra siapa?" Sapi terheran-heran.
"Anak bontotnya Patul, makanya kalau ngilang jangan kaya di telan bumi." Sahut Sasa membuat semuanya tertawa.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Hai kak, jangan lupa ya dukungannya buat othor hihiii🍭
Oh iya, aku punya rekomendasi lagi nih, kali ini karyanya Black Rose, Cekidot👇
blurb:
Seorang gadis miskin nan bodoh yang terjebak untuk menyelesaikan misi dalam sebuah game. Rasa frustasi yang memuncak membuat Mila nekat memakai uang hasil kerja kerasnya kemarin untuk membeli kuota. Bermodalkan ponsel lawas dan beberapa giga kuota, Karmila berhasil mendownload sebuah game yang berjudul 'My Kepet pet'. Game ini adalah sebuah game pertarungan hewan dan permainan misi dengan iming-iming berhadiah uang.
"Keren nih game, bisa dapet duit beneran nggak ya? Coba aja lah, aku lagi frustasi."
Ponsel Mila telah menyala, menampilkan gambar-gambar dengan warna dan suara yang menarik. Mila sangat asyik bermain game tersebut, beberapa saat kemudian notifikasi gagal terdengar keras.
Tet Tot !!!
What?! Aku kalah? Bahkan game pun nggak rela aku menang?" Mila melongo melihat kegagalannya.
"Aaaa ... inj sungguh tidak adil!!!" Teriak Mila.
Bagaimakah cara Karmila menyelesaikan semua misinya demi mendapatkan hadiah uang tunai? Siapakah pemilik game tersebut?
__ADS_1