Begitulah Takdir

Begitulah Takdir
Lamaran Pipa


__ADS_3

Sampai di depan kamar, Sasa melihat Pipa sedang melamun di ruang tv anak kost. Tapi sialnya Sasa malah di tubruk oleh sapi dari belakang.


"Aw!" pekik Sasa


Setelah menoleh "Ya Allah , Sapiiiiiii!!"


"Hehe, sorry. eh tapi bukan salahku sepenuhnya, kau juga salah ngapain kau berhenti mendadak, kalau ada polisi udah ditilang kau, mampus" sambil cengengesan


"Hussttt berisik, tu mulut gak ada rem nya apa ?" kesal Sasa.


"Lagi liatin apa sih kau?" kepo nya kumat


"Itu, Pipa kenapa ya?" sambil ditunjuk Sasa pakai dagunya.


Sapi mengikuti arah dagu nya Sasa "Samperin yuk"


Sasa mengangguk, dan kini mereka sudah berada di samping Pipa.


"Loe kenapa?" tanya Sasa tanpa basa-basi


"Astaghfirullah, kaget gua!" ucap Pipa karena sedari tadi ia menghayal sampai tak melihat ada yang datang.


"Iya pa, kau bagi lah cerita kau sama kami, mana tahu kami bisa bantu Pa" sahut Sapi


"Di ralat aja pa, tergantung masalahnya. Kalau masalah percintaan serahin ke gue, tapi kalau duit ya loe bisa ambil alih kok Pi hahaha" ucap Sasa membuat Pipa terbahak-bahak, sedangkan Sapi hanya berdengus kesal.


"Tapi gue serius, loe kenapa?" tanya Sasa lagi.


"Gua bingung guys" lirihnya


"Maksud loe"


"Soal pertunangan gue dengan Gus Fathan"


"Kau udah istikhoroh belum?"


"Sudah Sapi, tapi ya itu.."


"Ya itu apa? yang jelas dong pa, loe kira kami cenayang"


"Gua juga bingung apa, karena feeling gua memang ngejawabnya Gus Fathan tapi disisi lain gua takut bukan dia jodoh gua. gua ngerasa ini gak lama guys"


Sasa membawa Pipa kedalam pelukannya "Loe hanya takut kehilangannya Pipa, percaya sama gue. Gus Fathan juga orang baik, gua yakin dia gak akan ngecewain elo..."


"Jadi, gua harus Nerima dia nih?"


"Ikutin kata hati loe tapi menurut gue sih yes, gak tau kalau mbak sapi hahhahaha "


"kalau aku sih yes ya"


"Ya sudah, loe balik aja ke kamar, kita juga mau ke kamar. Persiapkan mental loe buat besok, eciyeee calon manten hahahah"


"Kita mah apa atuh " sahut Sapi membuat Sasa dan pipa tertawa.

__ADS_1


"Kok pada ketawa Kelen?"


"Mohon maaf ya Bu, tapi loe gak cocok pakai bahasa Sunda hahahahha"


"Benar, maksa banget sih hahahha"


Sapi tersenyum "gitulah, ketawa. kan senang aku"


***


Keesokan harinya, sesuai dengan janji Gus Fathan dan keluarga datang ke kost-kostan milik Pipa. Keluarga Pipa tidak mengadakan masak-masak Karena mengingat ini di tempat kost dan peralatannya juga tidak memadai.


Pemilik dari catering tersebut datang untuk membawakan pesanan dari Pipa.


"Pesanan atas nama Hafeyfa?" ucap lelaki itu kepada pemilik kost


"Oh sebentar ya mas"


Tak lama kemudian Pipa keluar dari kamar


"Mbak Hafeyfa?" tanya orang tersebut memastikan lagi


"Hmm ya.. ayo" jawab Pipa jutek


'cantik-cantik jutek' gumam lelaki itu pelan .


"Hei dek, gua dengar ya!" ketus Pipa


"Eh? hehehehe" ucapnya gak enak.


"Nah, letak sana aja" ucap Pipa sambil menunjuk sebuah ruangan . Lelaki itu mengangguk


Setelah menaruhnya semua, lelaki itu pamit pulang, dan Pipa memberikan sisa dari uang yang di DP nya tadi.


"Ini tolong kasih ke Bu Fani ya" sambil memberikan sebuah amplop berisi uang, kemudian pipa mengambil uang 100rb dan memberikannya juga kepada lelaki itu "Ini buat jajan, jangan beli rokok"


Lelaki itu tercengang "hah?"


"Kenapa? kurang?" heran Pipa


'cantik sih cantik, tapi lu kira gue kurir apa!' umpatnya dalam hati


"Haloooow?" panggil Pipa


"Eh , iya mbak.. terimakasih.. tapi maaf saya tidak bisa terima uang yang ini, sebab saya bukan kurir. saya anaknya Bu Fani"


glekkk


Mendengar ucapan lelaki itu, Pipa terlihat susah menelan Saliva nya, bisa-bisanya dia salah menilai seseorang, pikirnya.


"Eh maaf, maaf .. gue gak tahu, ya sudah makasih ya" ucap Pipa


Setelah melihat punggung pipa sedikit jauh, lelaki itu kembali mengumpatnya "Huh, jangan lagi lah jumpa sama mbak ini, kalau jumpa gue pastikan loe jodoh gue hahaha" ucapnya sambil geli sendiri

__ADS_1


Pipa yang mendengarnya pun seketika langsung menoleh. Panik? pastinya! lelaki itu bahkan langsung berlari menuju mobilnya.


"Ganteng juga kurir kau" celetuk Sapi


"Eh?! astaga ngagetin aja sih" kesal Pipa


"Tapi ngomong-ngomong itu bukan kurir, dia ternyata anak pemilik catering itu" sambungnya lagi


"pftttt Hahahhaha jadi yang kau maki tadi bukan kurir? mampus kau! makanya, jangan nilai orang dari luarnya aja. Padahal kalaupun kau nilai dari luar, Abang itu ganteng juga kutengok walaupun pakaiannya gak meyakinkan hahahah"


Sepertinya Sapi sangat puas menertawakan sahabatnya itu.


"Pi, sini deh" panggil Pipa pelan, dan entah kenapa Sapi nurut gitu aja.


"Lu mau tau gak? anak tadi itu bukan abang-abang, tapi adek-adek hahahhahahah" ucap Pipa sambil meninggalkan Sapi yang masih tercengang


"Serius kau? ya Allah masih muda udah jadi bos, mantap kali" teriak Sapi membuat Sasa yang di kamarnya keluar


pletakkkk


Satu sentilan mendarat ke kening Sapi membuat sang empunya meringis kesakitan


"Rasain! lagian berisik banget sih, kaya ni kost an punya nenek loe aja" ucap Sasa


"Bukan punya nenekku tapi punya opungku hahaha!" ucap Sapi yang geli sendiri


"Napa sih? seru banget kayanya?" kepo Sasa


"Itu tadi, si Pipa yang anterin cateringnya bukan kurir rupanya, kami kira kurir, ganteng kali loh Sa, rupanya masih adek-adek, ku kira lebih tua dari kita"


"Hahahah, rasain! loe itu istighfar harusnya. Ingat tu babang Ghibran yang selalu nyelipkan nama loe dalam do'a "


"Astaga naga! betol juga yang kau bilang, ya Allah maafkan hamba mu ini."


Sementara Sasa hanya menggelengkan kepalanya, kok bisa dia punya sahabat kaya gini, pikirnya.


***


Tak lama kemudian rombongan Patul pun datang, mereka tidak membawa seserahan, karena mengingat tempatnya hanya di kost yang cukup terbilang sempit. Bahkan yang datang hanya keluarga inti saja.


"Assalamu'alaikum"


"waalaikumussalam"


The guys langsung saling berpelukan, udah kaya setahun gak jumpa saja.


Lalu acara formal pun berlanjut, hingga sampai akhirnya...


"Bismillahirrahmanirrahim, adinda Hafeyfa Huzaifa Silaen, mau kah kamu bersanding denganku untuk melengkapi separuh agamaku, menjalankan ibadah terpanjang sampai maut memisahkan kita sehidup sesyurga?"


deg!


Seketika suasana menjadi hening, kegugupan terus melanda keduanya.

__ADS_1


***


emh kira-kira diterima gak ya???,🤪


__ADS_2