Begitulah Takdir

Begitulah Takdir
49


__ADS_3

Bagaimana tidak? karena musik yang diputar adalah lagu dari Donnie Sibarani , yang berjudul Will you marry me.


Bima berjalan mendekati Pipa membuat jantung nya seperti ingin melayang saat itu.


"Mbak, mungkin ini mustahil bagi mbak. Tapi jujur, setelah kebersamaan kita selama ini aku merasa nyaman sampai akhirnya beberapa kali aku sholat istikhoroh dan meminta petunjuk Allah. Lagi.., jawabannya adalah Mbak. Semoga perbedaan umur tak masalah bagi mbak, karena bagiku juga begitu. Aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk mbak, kelak menjadi suami yang nantinya bisa seperti mbak mau. Untuk sekarang, izinkan aku untuk mengkhitbah Mbak didepan bubu. Maaf kalau ini terlalu cepat tapi aku juga gak mau terlalu lama memendam perasaan ini sendiri, dan pastinya dosa itu terus mengalir. Will you marry me?"


deg!


"Bima... kamu..." dengan terbata-bata


"Mbak, aku janji setelah ujian nanti aku akan melamar mbak secara langsung di depan Ayah dan Bunda."


"Yes, I Will" jawab Pipa sambil menangis. Tangisan itu pertanda bahagia sekarang.


Bubu langsung memakaikan cincin yang dipilih oleh Bima tadi, Pipa mengerutkan alisnya sambil menatap Bima meminta jawaban.


"Iya itu cincin yang tadi kita beli. Bagaimana? Mbak suka?"


Pipa mengangguk lalu wajahnya berubah masam seketika.


"Kenapa wajahnya?" panik Bima


"Jangan panggil aku Mbak, aku bukan Mbak mu, dan sejak kapan aku nikah sama mas mu?"


"Bhahahhahah" seketika tawa dari mereka pun pecah.


"Bu, ternyata walaupun udah jadi calon istri, dia masih galak ya." Bisik Bima pada bubu yang masih bisa di dengar oleh Pipa.


ekhemm


"Aku masih dengar ya , Bim!" sambil melotot.


Flashback Off


"Pipa!!! banguuuuuun." Teriak Sapi dari luar rumah petak nya Pipa.


Teriakan itu begitu menggema sampai membuat Pipa tersentak dan terjatuh di lantai.


"Aw!!!" pekik Pipa sambil mengelus b*kongnya.


ceklek!


"Apasih? ganggu aja!" ketus Pipa.

__ADS_1


"Dih, yang lagi berbunga sampai gak tahu temannya mau lahiran."


"Eh tunggu, apa?"


"Makanya loe jangan ngurung diri terus sementang ini hari Minggu dan gak ada jadwal ngajar. Tuh, Patul mau lahiran"


Mereka bertiga berlari ke rumah Patul, ternyata benar Patul sudah mulai kesakitan menahan kontraksi palsu itu, tiba-tiba Sasa melihat ada air yang mengalir dari bawah sana.


"Astaghfirullah, ketubannya sudah pecah." pekik Sasa membuat semuanya panik terutama Sakha


Tanpa pikir panjang, Gus Sakha langsung menggendong Patul dan Sasa mengambil posisi supir untuk membawa mobilnya ke Rumah Sakit.


Sementara yang lain menyusul karena ada banyak barang yang harus dibawa terutama baju untuk sang bayi.


Tibalah mereka di Rumah Sakit, Sasa membukakan pintu agar Gus Sakha gampang untuk membawa istrinya ke ruangan bersalin.


Tak lama kemudian Abah, Ummah, The guys, Gus Fathan dan indah pun sampai di Rumah Sakit. Sementara Umi dan Abi masih berada di perjalanan karena memang rumahnya jauh dari kota.


Dokter baru saja masuk dan memberikan informasi bahwa pembukaan sudah lengkap saat ini, Gus Sakha diminta untuk masuk ke dalam menemani Patul.


Beberapa menit kemudian...


Terdengar suara tangisan bayi yang sedang bersahutan dari dalam, semuanya mengucap syukur namun belum ada yang tahu bagaimana keadaan ibunya.


Sasa mendongak, dan langsung berhamburan memeluk Ibu yang sudah ia anggap ibunya sendiri itu.


"Sasa, bagaimana Patul Nduk? kandungannya gimana?"


"Sabar Umi, istighfar. Alhamdulillah baru saja kami mendengar suara bayi Umi tapi untuk keadaannya kamu juga tidak tahu, dokter dan yang lainnya belum ada yang keluar ruangan Umi."


Lalu Umi dan Abi menghampiri Abah dan Ummah, mereka saling berpelukan membuat Sasa tanpa sadar tersenyum memandang nya .


ceklek...


Gus Sakha keluar dan langsung memeluk Ummah dan Umi.


"Alhamdulillah, anak-anak Sakha lahir dengan selamat dan sehat. Lila juga Alhamdulillah baik-baik saja!"


"Alhamdulillah" ucap mereka kompak.


"Jenis kelaminnya apa Gus?"


"Si abangnya laki-laki dan adiknya perempuan, mohon doanya untuk semua."

__ADS_1


"Selamat ya Gus" kata-kata itu lolos begitu saja dari mulut Sasa, walau terdengar biasa saja tapi baginya untuk apa mengatakan itu?.


"Terima Kasih Shazfa" sahutnya dengan senyuman.


"Nak, Umi boleh liat cucu Umi?"


"Sabar ya Umi, Mereka dibersihin dulu. dan Lila mau di pindahkan ke ruangan dulu."


🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈


**Bagaimana puasanya kakak-kakak reader?


semoga kuat ya dan tetap semangat!


dukungan berupa hadiah, fav dan like nya juga buat othor biar lebih semangat lagiπŸ₯°πŸ₯°


Nih, promonya giliran kak Sahara nih, yuk kepoinnn sambil nunggu othor upπŸ€—**



**Sinopsis:


Kalian percaya nggak sih sama yang namanya isekai dan sistem?


Della juga awalnya nggak percaya... sampai akhirnya ia mengalaminya sendiri.


...


Entahlah, Della sendiri tidak tahu bagaimana itu bisa terjadi.


Tapi yang pasti... begitu dia membuka matanya kembali semuanya tampak berbeda, atau lebih tepatnya aneh!?


Della baru menyadari kalau dirinya masuk ke dalam novel bergenre romansaβ€”fantasi barat setelah melihat dirinya dan keadaan sekitarnya.


Tidak.


Della tak menjadi tokoh antagonis ataupun protagonis.


Tapi ia memiliki akhir yang sama tragisnya dengan sang antagonis.


Hingga suatu hari suara kaku terdengar.


[Sistem telah siap!]

__ADS_1


[Misi telah ditentukan, menerimanya atau menundanya**?]


__ADS_2