
"Awas!" ucap Sasa jutek.
"Sayang, nggak boleh begitu sama suami."
"Benarkah? berarti yang boleh gitu siapa? suami? iya?" Ucapan Sasa membuat semua tercengang, untungnya anak-anak sudah pada pergi membeli minuman bersama Kak Ali dan Bima.
"Sa, aku ke depan dulu lah ya! Yok Pa, Tul. Kelen kawanin dulu aku." Sapi menarik tangan Pipa dan Patul.
"Kamu kenapa? Bilang sama Mas, Sayang."
"Mas yang kenapa? Apa ada hal lain yang Mas tutupin dari Sasa?"
"Tutupin? Maksud kamu?" Gus Sakhi memilih duduk di sebelah Sasa membiarkan Istrinya untuk meluapkan amarahnya. "Sayang, jangan ngambek begitu, kasian calon anak-anak kita." Sambungnya lagi.
Kandungan Sasa memang sudah memasuki trimester ke tiga. Bahkan perutnya sudah sangat buncit jika diperhatikan.
"Ada apa dengan tempat ini, Mas?"
'Deg!
Gus Sakhi dengan susah payah menelan Saliva nya, pertanyaan Sasa membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Batinnya bertanya-tanya kenapa wanita nya bisa mengatakan itu sekarang.
"Tempat ini ..."
"Katakan saja, Sasa nggak pa-pa." Potong Sasa dengan cepat.
__ADS_1
"Janji ya, nggak akan marah?"
"Insya Allah, jika Allah menguatkan." Ucap Sasa pelan.
"Dulu, saat Mas masih tinggal sama Kakek, Mas pernah berteman dengan seorang wanita."
"Apa?" pekik Sasa.
"Astaghfirullah, Humaira. Jangan suudzon dulu, lagian kamu juga kenapa motong ucapan Mas? Dengarin dulu sampai akhir cerita, baru komentar. Mengerti?" Gus Sakhi terlihat kesal, walau gimana pun disini ia juga tidak tahu salahnya dimana sampai membuat Sasa marah padanya.
Sasa terdiam, walaupun pelan tetapi kata-kata Gus Sakhi sangat menusuknya.
"Dengarin dulu, ya! Kami hanya berteman baik, tetapi dulu di desa ini perbandingan wanita dan laki-laki itu seperti satu banding tiga, disini banyak laki-laki. Wanita itu satu sekolah dengan Mas, kami hanya satu sekolah. Jadi, saat Mas mau pergi ngaji Mas melewati jembatan ini ternyata rumah wanita itu dekat sekali dengan jembatan yang mas lewatin."
Sasa mendengarnya dengan serius, dia ingin bertanya tetapi di urungkannya mengingat suaminya begitu seram saat marah. "Kenapa? ada yang ingin kamu tanya?" Ternyata, Gus Sakhi sangat paham dengan situasi.
"Boleh, tapi nanti." Gus Sakhi tersenyum mengatakannya. Dia merasa lucu ketika melihat ekspresi istrinya itu.
'Ngeselin!' gumam Sasa.
"Suatu hari, Mas pernah dengar dia membaca kitabnya, karena Mas ingin tahu Mas bertanya padanya. Semenjak itu kami semakin dekat. Lalu, setelah Mas memutuskan untuk sekolah ke kota, Mas di kejutkan oleh ucapannya. Dia bilang kalau dia sayang sama Mas. Kamu jangan marah dulu, Ini bukan kehendak Mas, Sayang." Ucap Gus Sakhi sambil mengelus pipi mulus Sasa.
"Mas sudah menolaknya dengan dalih beda agama, tetapi dia malah menyuruh Mas untuk pindah ke agamanya. Mas tetap tidak mau, hal asil dia menawarkan diri untuk pindah ke agama kita. Mas semakin bingung dengan wanita itu, padahal kami masih amat kecil. Kenapa dia ingin menikah dengan Mas?" Gus Sakhi menghela napas panjang. "Mas tinggalkan dia yang sedang menangis di atas jembatan itu, sampai akhirnya mas mendengar suara air yang seperti kejatuhan sesuatu."
"Maksudnya? dia bunuh diri?" Sasa berani bertanya.
__ADS_1
"Benar, Sayang. Mas sangat terkejut, nggak lama kemudian banyak warga yang melihatnya dan Alhamdulillah mereka membantu Mas untuk membawanya ke daratan."
"Terus?"
"Alhamdulillah, dia selamat. Tetapi, Mas nggak menunggunya sampai ia sadar karena bus yang Mas tempati sudah waktunya jalan."
"Jadi, Mas ada perasaan sama dia?"
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
WADUH, APA CERITA NIH GUS SAKHI????
Bentar ya, othor tanya dulu sama Gus Sakhi, hihihi.
sambil nunggu othor up, mampir dulu yuk ke karya teman othor, di jamin oke punya🥰 cekidot👇
Blurb:
Lula seorang penulis novel yang sangat terkenal, apa jadinya jika lula masuk ke novel yang di buat dan menjadi Protagonis wanita dalam novel itu?
Ya lula ternyata masuk kedalam tubuh Lentara sosok tokoh yang dia buat lemah. Lentara adalah gadis cantik dan lemah karena selalu di sayang oleh kakeknya dan kakeknyalah yang selalu menyelesaikan masalah Lentara. Di saat kakeknya meningal lentara diberi sebuah benda dan diamanatkan untuk diberikan kepada seseorang yang memiliki tanda elang di punggungnya sehingga membuat Lula di kejar para mafia dan hidupnya selalu dalam ancaman. Kemudian Lentara dipertemukan dengan mafia terkejam yaitu tuan Ismail.
Apakah lula sanggup hidup sebagai lentara?
__ADS_1
Ikut perjalan lula sebagai lentara dalam My Lovely My Angel