Begitulah Takdir

Begitulah Takdir
Mencari Sasa


__ADS_3

...Sebelum masuk pada inti, Othor mau Promo Karya othor tebaru. Baru banget, Hari ini lirisnya....


...Judulnya : "Ranjang Pelampiasan Dewa"...


...Jujur, ini Othor lari dari zona aman, karena sebelumnya nggak pernah nulis berbau Hot, mohon dukungannya ya semuanya, yukkk mampir....


...🍭🍭🍭...



🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Sasa pergi meninggalkan semuanya, Ucapan Gus Sakhi memang sangat menyakitkan baginya.


"Aku kecewa denganmu, Mas. Kau membicarakan adab tanpa melihat adab siapa yang harus di sekolah 'kan!" batin Sasa.


Sasa sengaja berjalan melawan arah dari awal pergi, ia tidak mengetahui jika jalan yang ditempuhnya itu semakin dekat dengan hutan, hanya ada beberapa rumah di sana.


"Kok sepi, ya?" Sasa menyadari kecerobohannya.


"Apa gue balik saja? eh tapi, dimana arahnya? astaghfirullah." Sasa menepuk jidatnya sendiri.


Kini, ia memang benar-benar tersesat. Mencoba untuk menghubungi The Guys tapi sinyal tiba-tiba menjadi hilang. Sasa pun akhirnya memilih untuk balik arah, mengikuti kemana kaki akan melangkah.


Hingga akhirnya ...


'Bruk!


Wanita itu terjatuh akibat kelelahan, perutnya begitu sakit akibat terlalu lama berjalan. Pandangan itu perlahan kabur dan menghilang.


🍭🍭🍭


Sementara di tempat lain, Gus Sakhi uring-uringan. Ia ingin mencari istrinya tetapi Fakhi malah sedang demam tinggi, ia tidak ingin di tinggalkan oleh Daddynya.

__ADS_1


"Astaghfirullah, bagaimana ini ..." Gumam Gus Sakhi.


"Kak, Apa Shazfa sudah bisa di hubungin?" Gus Sakha datang dari arah belakang. Lelaki itu juga tampak panik, rasa khawatirnya sama besar dengan rasa khawatir Gus Sakhi.


"Belum Kha, tolong carikan Humaira. Hiks ... Hiks ...." Gus Sakhi meringis, walaupun laki-laki tetapi dia tidak bisa menyembunyikan perasaannya.


"Kalau terjadi apa-apa sama Shazfa, awas saja ya, Kak!" ancam Gus Sakha.


Gus Sakhi menarik rambutnya sendiri, dan duduk di pojokan. Sepertinya ia menyesali perbuatannya. 'Maafkan Mas, Humaira. Mas tidak bermaksud, kamu dimana sekarang? Mas sangat mengkhawatirkanmu.' Batin Gus Sakhi meringis.


Gus Sakhi mengambil senter yang berada di dalam lemari, dengan perlahan ia membukanya.


'Krek!


Lemari kayu yang tua itu berbunyi membuat Fakhi terbangun dari tidurnya. "Daddy, lagi ngapain?"


"Hm, kamu sudah bangun, Sayang?"


"Mommy kamu sedang ada urusan, Sayang. Oh iya, apa Daddy boleh jemput Mommy?"


"Fakhi mau ikut, boleh?"


"Kamu tinggal saja, ya. Nggak pa-pa kan? Ini sudah malam, Sayang. Banyak nyamuk di luar sana." Tolak Gus Sakhi secara halus.


"Tapi, Dad ..."


"Boleh ya, Sayang?" Bujuk Gus Sakhi penuh harap.


"Hm, ya sudah. Daddy hati-hati ya. Kau mau jalan-jalan sama Mommy ajak Fakhi ya ..."


"Oke, Bos. Tapi kamu harus sembuh dulu, gimana?"


"Siap, Dad ..."

__ADS_1


Setelah mendapatkan persetujuan dari Fakhi, akhirnya Gus Sakhi pergi malam itu juga. Padahal jam sudah memasuki pukul 12.00 malam.


"Kamu kemana, Sayang ..." Gus Sakhi keluar kamar dengan meneteskan air mata.


"Mau kemana, lek?" Ternyata, Kakek belum tidur juga.


"Mau cari Humaira, Kek." Gus Sakhi menunduk lesu.


"Sudah malam, Lek."


"Aku khawatir, Kek. Aku nggak tenang kalau Humaira tidak pulang."


"Aku ikut!" Suara bariton itu membuat Gus Sakhi dan Kakek menoleh.


"Ya sudah, Ayo." Seru Gus Sakhi pada kembarannya itu.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Sorry, hari ini up nya dikit yaaaπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


Oh iya Othor mau kenalin lagi nih karya teman Othor, cekidotπŸ‘‡



Cinta Sendiri


Blurb :


Mencintai tanpa dicintai... Kedekatannya selama ini dengan sahabat abangnya hanya dianggap sebagai adik, tidak lebih.


Anggita Nur Anggraini, biasa disapa Gita telah jatuh cinta pada sahabat almarhum abangnya. Akan tetapi, cintanya bertepuk sebelah tangan. Bahkan dia sampai merelakan kehormatannya, sayangnya lelaki itu tetap tidak melihatnya.


Apakah cintanya akan berbalas?

__ADS_1


__ADS_2