Begitulah Takdir

Begitulah Takdir
Melahirkan si Kembar


__ADS_3

'Cetarrrrrrrr!


Suara petir menghujani jalanan sepi, Gus Sakha dan Gus Sakhi berjalan mencari keberadaan Sasa. Ia tidak akan bisa memaafkan dirinya jika sampai tidak menemukan sang kekasih hati.


"Kamu dimana, Sayang?" lirih Gus Sakhi.


Begitu juga dengan laki-laki berstatus suaminya Patul. Statusnya memang menjadi suami dari Patul, tetapi hatinya masih ada terselip nama ****Shazfa**** di sana.


"Shazfa, kembalilah ..." batin Gus Sakha. Hanya itu yang dapat dia katakan sekarang.


Malam menjadi pagi, seorang anak lajang berlari menuju rumah Bidan Desa yang terletak dekat sungai. Gus Sakhi terbangun saat mendengar langkah kaki itu melewatinya. Rupanya mereka tertidur di semak-semak dekat rumah Nenek tadi.


"Tunggu!" panggil Gus Sakhi.


"Iya, Mas. Ada apa? Mohon maaf, tapi saya nggak bisa lama ..." Anak muda tersebut mengatur nafasnya kembali.


"Kenapa kamu berlari-lari?" Tanya Gus Sakhi.


"Saya mau ke rumah Bidan Desa, kemarin saya menemui wanita sedang hamil di jalan, dan kini sepertinya ia ingin melahirkan sekarang."


"Wanita hamil? Apa dia memakai baju warna Coklat?"


"Benar sekali, Mas. Apa Mas mengenalinya?"


"Alhamdulillah, dia istri saya. Kalau begitu kami ikut denganmu." Jawab Gus Sakhi, lalu ia membangunkan Gus Sakha yang masih tertidur. "Kha, bangun! Humaira sudah ketemu."


Gus Sakha pun tersentak, "Shazfa ketemu?" beo nya, yang langsung di anggukin oleh Gus Sakhi.


"Ya sudah, Mas. Ayo!" seru pemuda itu.

__ADS_1


🌼🌼🌼


Sementara di tempat lain, seorang wanita hamil yang baru saja memasuki kehamilan sembilan bulan itu tengah kesakitan. Matanya mengeluarkan air saking dahsyatnya rasa yang sedang ia tampung.


"Hiks ... hiks ..., Sakit ...." Lirihnya.


Gus Sakhi yang sudah tidak tega pun langsung datang dan mengelus pucuk kepala istrinya itu. "Sayang, yang kuat ya ..." Gus Sakhi mengatakan itu dengan lirih, air matanya pun ikut turun membasahi pipinya.


"Mas, kamu disini?" Pekik Sasa.


"Iya, Sayang. Maafkan Mas ya ..."


Sasa tersenyum, "Sasa yang salah ... Sasa minta maaf, ya."


"Kamu yang terbaik, Humaira."


Kata-kata itu seperti ada sengatan listrik bagi Sasa, "Aw! Sasa sudah nggak kuat lagi ..." lirih Sasa.


'Deg!


Jantung mereka berdegup kencang, bahkan Gus Sakha pun ikut merasakan kegugupan tersebut. Tak henti beliau mengucapkan dzikir untuk membantu kakak iparnya itu yang sedang berjuang.


Tak lama kemudian ...


'Oooekkkkk-Oeeeek!


Bayi pertama lahir, Sasa sedikit lega sembari mengatur kembali nafasnya.


lalu ...

__ADS_1


'Oeeeeek-Oeeeek!


"Alhamdulillah ..."


Bayi kedua pun lahir, Kini Sasa terbaring lemas. Hampir saja ia menutup matanya karena kelelahan.


Bayi-bayi tersebut pun di adzankan oleh Gus Sakhi, Tangisan bayi tersebut membuat semangat Sasa sedikit demi sedikit semakin membaik.


"Terima kasih, Sayang."


Cup!


Kebahagiaan mengalir di antara dua insan tersebut. Sasa adalah wanita yang kuat, bahkan sangat kuat. Melahirkan bukanlah hal yang mudah bagi setiap wanita. Akan tetapi, menjadi Ibu adalah gelar yang sangat mulia.


🌸🌸🌸


Wahhhh, Sasa sudah melahirkan nih ....


Ayo tebak-tebak buah manggis, jenis kelaminnya apa yaaa?


Oh iya, jangan lupa dukung Othor 🥰


Nih, othor kasih rekomen lagi, karya teman othor nih .... cekidot👇



Blurb:


Aditya Farasyah, pria usia 22 tahun . Ganteng?jangan ditanya benihnya siapa dulu kalau bukan Vano papanya, pria muda humoris juga ceria namun memiliki sifat usil juga bar-bar keturunan Lala mamanya . Dari kecil hingga dewasa ia tinggal di LN bersama kedua orang tua nya dan tiba lah suatu hari drama keluarga dimana Aditya meminta izin untuk merantau ke Indonesia untuk mencari pengalaman atau lebih tepatnya jati diri seorang mandiri,Namun apa jadinya baru pertama kali ke Indonesia Aditya sudah berbuat ulah? "TANTE Love You."

__ADS_1


Gimana jadinya persahabatan yang terpisahkan begitu lama karna beda Negara di satukan kembali oleh anak mereka?kisah cinta dari novel(Pembantu Cantiknya Sang Casanova) versi anak mereka. Simak yuk!!


__ADS_2