
💌Akhi Fillah
Assalamu'alaikum wr.wb.
Perkenalkan ukhti, nama saya Sakhi. Jujur, selama ini saya mencari tahu tentang Ukhti sejak pertama kali kita bertemu. Pertemuan yang tidak disengaja, namun Allah menghadirkan rasa itu. Maafkan saya jika saya lancang dan saya ingin mengajak Ukhti Shazfa untuk ber ta'aruf dengan saya. Berikut saya sertakan CV saya.
(xxx.docx.x)
Saya akan menunggu jawaban Ukhti sampai satu Minggu ke depan. Semoga Allah menolong niat baik saya. Aamiin... Aamiin."
Prang!
"Astaghfirullah"
"Kenapa Sa?"
Sasa menjadi salah tingkah dan kini wajahnya memerah karena menahan malunya. Lelaki yang tidak ia kenal ini berhasil membuat jantungnya berdegup kencang kembali. Keberaniannya berhasil merobohkan dinding pertahanannya yang sudah ia buat untuk tidak mengenal lelaki lain lagi.
Namun, siapa lelaki itu?
Sasa terus memikirkan siapa dan kapan mereka pernah berjumpa. Ia sempat berfikir jika lelaki itu adalah Syauqi, tapi akal warasnya mengatakan itu tidak mungkin. Sampai kini Sasa bingung menjelaskan semuanya pada teman-temannya.
"Ah enggak apa-apa kok." Sasa mengatakan itu dengan menundukkan kepalanya.
"Tapi kau kaya gitu setelah pegang hp. Coba sini ku lihat dulu siapa yang kirim pesan," Sapi berusaha mengambil ponselnya Sasa. Akan tetapi, usahanya sia-sia karena Sasa berhasil menyembunyikannya.
"Sorry guys, aku balik dulu ya. Assalamu'alaikum!" Sasa langsung keluar setelah mengucapkan salam.
"Kenapa tuh anak?" tanya Sapi yang merasa heran, sedangkan Patul hanya menggelengkan kepalanya.
Sementara Sasa kini sudah berada di dalam kamarnya, ia mencari tahu lelaki itu melalui sosmed tapi sayang karena ia tak menemukan apapun.
'Sebenarnya siapa lelaki itu?' gumam Sasa.
💕💕💕
Malam harinya, Sasa berniat untuk sholat beristikhoroh setelah itu ia tidur kembali. Dalam mimpinya, ia bertemu dengan laki-laki yang wajahnya disamarkan tetapi memaki baju yang sama seperti orang yang pernah ia tabrak di dalam perpustakaan.
Saking asiknya bermimpi, Sasa sampai lupa bangun dan kini ia telat untuk mengajar.
__ADS_1
Sasa menelpon Pipa, untung saja Pipa sedang kosong jadwal mengajar, akhirnya Pipa lah yang menggantikan Sasa.
Akibat dari mimpi itu juga membuat badannya menjadi meriang sekarang.
Di ruangan guru, Ustadz Alif sedang menunggu Sasa untuk kembali ke ruangan itu. Karena ia juga tidak mengetahui kalau Sasa sedang tidak bisa masuk ke sekolah.
Ustadz Alif mengernyitkan alisnya saat melihat Pipa duduk di kursi dan meja nya Shazfa.
"Assalamu'alaikum, Bunda Fifa." Ustadz Alif mendekati Pipa.
"Waalaikumussalam, ada apa Ustadz?"
"Oh, bunda Sasa sedang tidak enak badan Stadz."
"Benarkah?"
Pipa mengangguk.
"Kalau begitu, Bunda Fifa kapan menjenguknya?" tanya Ustadz Alif membuat Pipa menjadi bingung.
"Memangnya ada apa ya Ustadz?"
"Saya ingin ikut jika boleh bergabung, Bunda."
Tak lama kemudian, Sapi datang membawa banyaknya tumpukan buku hasil dari soal yang ia suruh kerjakan pada muridnya.
"Wih rajin amat Bu guru," ledek Pipa.
"Biasa aja dong Bunda Pipa," kata Sapi mengikuti alurnya Pipa.
"Eh teringatnya Sasa sakit ya?" tanya Sapi setelah meletakkan tumpukan buku-buku tersebut.
"Iya, kesana yuk!" ajak Pipa
"Ya sudah, habis Dzuhur ya!"
"Saya boleh ikut kan?" Mereka menggarukkan kepala karena lupa jika disana masih ada Ustadz Alif.
"Hmm boleh kok Stadz." Jawab Sapi terpaksa.
__ADS_1
Hari berganti siang, niat mereka untuk pergi ke rumah Sasa pun terlaksana. Sapi dan Pipa sudah berkumpul, kini tinggal menunggu Ustadz Alif saja yang tadi izin untuk ke Mushola terlebih dahulu.
Namun tiba-tiba...
"Assalamu'alaikum." Salam Ustadz Alif
"Waalaikumussalam," jawab mereka serempak.
"Ya sudah, gerak sekarang aja yok Ustadz," ajak Pipa.
"Afwan" lirih nya
"Ada apa Ustadz?"
"Ana baru saja dapat kabar kalau Umi ana hari ini ada jadwal kontrol ke dokter. Ana titip ini aja ya?" sambil memberikan bingkisan tersebut.
Sapi menerimanya "Ya sudah, tidak apa-apa Ustadz. Salam untuk Uminya."
💕💕💕
Sapi dan Pipa sudah berada di depan rumahnya Sasa. Sebelumnya mereka pulang dulu kerumah masing-masing karena rumah mereka hanya terhalang sekat dan pintu saja sekarang.
"Assalamu'alaikum, Sasa!" Panggil keduanya.
Sasa pun keluar dan membuka pintunya. "Waalaikumussalam"
"Wih, tumben bawa buah?" tanya Sasa heran.
"Dih, jangan GeEr kau! Bukan kami yang beli, tapi tuh Ustadz Alif. Tadinya dia mau ikut tapi katanya mamaknya mau ke dokter jadi ya dia pulang." Jelas Sapi, sementara Sasa hanya ber oh ria.
"Kau mau makan apa? Biar ku bukain."
"Tumben?"
"Karena aku mau mintalah!" ucapnya dengan bangga.
Sasa dan Pipa terbahak-bahak.
"Ya sudah, ambil aja kalau mau." Sahut Sasa.
__ADS_1
"Sa, sebenarnya lu kenapa sih? kok bisa tiba-tiba demam gitu?"
Deg!