Begitulah Takdir

Begitulah Takdir
Azma di Kampusnya


__ADS_3

Di kampus, banyak orang yang mengagumi Azma dan Azmi. Anak kembar ini memang menjadi idola walaupun keduanya tidak pernah menggubrisnya. Bahkan Azmi walaupun ia suka menggoda cewek, dia tidak berani untuk menjadikannya pacar. Bukan karena Daddy nya sebagai Rektor, tetapi karena dia paham agama. Begitu juga dengan Azma, kecantikannya membuat semua orang terkagum padanya.


'Bruk!


Ya, begitulah Azma. Walaupun dia cantik, tetap saja jiwa ceroboh dari Mommy nya nurun ke dirinya.


"Astaghfirullah. Maaf, Pak." Azma menundukkan kepalanya, ia tidak sengaja menabrak seorang Dosen disana.


"Ekhm, nggak pa-pa. Lain kali hati-hati ya." Lelaki itu menampakkan wajah sangar nya.


"I ... iya, Pak. Ka ... kalau begitu sa...saya pergi du...dulu ..." Azma terlihat gugup, wajah lelaki itu sangat menakutkan baginya.


Dayyan Namanya, lelaki itu terkenal sebagai Dosen killer, bahkan lebih killer daripada Daddy Azma. Dayyan merupakan lulusan dari Universitas Al- Azhar.


"Hufh, untung saja." Gumam Azma.


"Woy!!!" teriak Zahra, anaknya Patul dan Gus Sakhi ke tiga. Zahra kini satu kelas dengan Azma, sebelumnya ia mengabdikan dirinya di Pesantren, tetapi saat ia tau Azma akan kuliah, ia pun meminta izin pada Abi untuk ikut kuliah juga.


"Astaghfirullah, Kak Zahra ... ngagetin saja!"


"Lagian, kamu tuh Kakak cariin dari tadi eh rupanya malah melamun di sini."


"Ih aku tuh bukan melamun, Kak."


"Terus? Kesambet setan?"

__ADS_1


"Titisan setan," jawab Azma ngasal, lalu ia menutup mulutnya. "Tau nggak, Kak? aku tuh tadi nabrak Pak Dayyan ..." bisik Azma.


"Ya Allah, trus Pak Dayyan nya gimana? nggak pa-pa kan?" Dengan polosnya Zahra mengatakan itu setengah berteriak.


Untung saja di kelas masih sepi, jadi tidak ada yang mendengarnya. "Allahuakbar, tuh mulut ya nggak bisa di rem! Aku doakan supaya Kak Zahra jodoh dengan Bang Mevlan, kapok!"


"Ih, amit-amit. Kenapa harus cowok tengil itu sih?"


"Memangnya kenapa dengan Bang Mevlan? Kan baik, Soleh dan ..."


"Kepoan, aku nggak suka sama cowok yang kepoan." Potong Zahra langsung.


"Oh begitu, awas aja kalau sampai benci jadi cinta! Wleee ...." Azma mengejek Zahra yang kini sedang berdengus kesal padanya.


Saat Zahra ingin membalasnya, tiba-tiba kelas jadi ramai itu tandanya Dosen sudah berjalan ke kelas mereka.


"Assalamu'alaikum." ucapnya sambil melangkahkan kakinya.


"Waalaikumussalam," jawab semuanya.


Seluruh mahasiswi tampak senang, mereka tersenyum-senyum sendiri melihat Dosen tersebut, Kecuali Azma. "Mati, Aku." gumamnya pelan.


"Pftt" Zahra menahan tawanya.


"Kamu, dan kamu!" Panggil Pak Dayyan.

__ADS_1


Kedua wanita yang ditunjuknya pun saling melempar pandang, "Sa .. saya?" Beo mereka.


"Iya, kalian. Sini!"


Keduanya maju ke depan, "Ada apa, Pak?"


"Kenapa kalian mengobrol di belakang?"


"Maaf, Pak." Jawab Azma.


"Saya butuh penjelasan, bukan maaf! Ya sudah, kalian lari lapangan sebanyak 10 kali putaran, Sekarang!"


"Ta ... tapi, Pak ..."


"Sudahlah , Azma ... kita lakuin saja." Kata Zahra dengan cepat.


Zahra melototkan matanya, "Ih apasih, Kak."


Tapi Zahra sudah menarik tangan Azma dengan cepat. Semua orang tercengang melihatnya. Karena mereka terkejut jika Pak Dayyan berani menghukum anak dari Rektor mereka, Sedangkan Pak Dayyan sendiri tidak tahu jika Azma anak dari Rektor.


"Ngeselin banget!" dengus Azma.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Wah bagaimana nih kisah dari anak-anak The guys? hihiiiiiii🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


Sebelum lanjut, yuk kepoin punya teman othor juga🥰🥰🥰🥰



__ADS_2