
"Jangan duduk di sini, Kak!" Tegas Sasa karena dirinya tidak ingin suaminya salah paham jika melihatnya bersama Syauqi.
"Shazfa, apa kamu masih marah dengan ku?" Pertanyaan Syauqi membuat Sasa menaikkan alisnya.
"Hm, tidak." Singkat Sasa tanpa melihat Syauqi.
"Sha, tatap aku!" pinta Syauqi, tetapi Sasa masih enggan melihatnya.
"Shazfa, lihat aku!" Ucapnya lagi.
"Shazfa!"
Sasa semakin kesal melihatnya, ia mendongakkan kepalanya dan bertatapan dengan Syauqi. "Ada apa sih, kak?" Pekik Sasa.
Sontak saja membuat Syauqi tersentak kaget, inip bukanlah Sasa yang dia kenal. Begitu juga dengan Sasa yang bingung dengan dirinya sendiri. Dengan penampilannya yang sekarang dan juga sebagai istri seorang dosen, perilaku seperti ini sangatlah memalukan baginya.
"Shazfa, ada apa denganmu?" Tanya Syauqi keheranan.
"Pergi lah, Kak. Sebelum ada yang salah paham dengan kita, Sasa mohon." Jawab Sasa dengan memelas.
"Sa, aku sudah tidak bersama dengan dia lagi. Sejak saat itu, aku dengan dia itu sudah berpisah! Di hati aku cuma ada kamu, Sa. Tolong, berikan aku kesempatan sekali saja." Ujar Syauqi membuat Sasa menjadi bingung.
Ternyata, Syauqi salah sangka dengan ucapan Sasa, dia mengira jika yang di maksud Sasa adalah orang yang dekat dengan Syauqi, padahal Sasa hanya menjaga hati suaminya.
"Kesempatan apa?" suara bariton itu mengagetkan Sasa dan Syauqi.
"Eh, Pak? Assalamu'alaikum ..." Kata Syauqi sambil menyalim tangan Gus Sakhi.
"Waalaikumussalam." Dengan wajah datar ia menjawabnya, sementara Sasa hanya menundukkan kepalanya.
"Sedang apa kamu di sini?" tanya Gus Sakhi pada Syauqi.
"Ngobrol dengan Shazfa, Pak!" jawabnya.
"Memangnya siapa yang memberikan izin?" tanya Gus Sakhi.
__ADS_1
Syauqi kembali merasa heran, kepada siapa dia harus meminta izin, pikirnya. Syauqi lebih kaget lagi karena Gus Sakhi malah duduk di samping Sasa sambil mengelus dahi Sasa.
"Pak, kok ...." Syauqi melototkan matanya.
"Kenapa? Kamu heran kenapa saya bisa bebas begitu saja kepada Humaira?"
"Humaira?" beo Syauqi.
"Iya, Humaira. Kenalkan, ini Humaira. Istri saya." Ucap Gus Sakhi dengan lantangnya.
"Shazfa! Apa ini maksudnya?" bukannya mendengarkan Gus Sakhi, Syauqi malah bertanya pada Sasa.
"Apa kurang jelas maksud dari suami Sasa? Sasa itu istrinya Pak Sakhi, lihat ini kalau nggak percaya." Ujar Sasa sambil menunjukkan jari manisnya.
Cincin yang melingkar disana membuat jari Sasa semakin indah terlihat. Syauqi hanya bisa melongo melihatnya.
"Bagaimana ini bisa terjadi?" Tanyanya tanpa sadar.
"Semua hal bisa terjadi di dunia ini, Anak muda!" Kata Gus Sakhi dengan wajah dinginnya.
Sasa menahan tawa sejak tadi, tetapi saat Syauqi pergi tawa itu pun pecah. Sementara Gus Sakhi menatap Sasa dengan jengah.
"Senang ya bisa ngobrol dengan mantan!" Celetuk Gus Sakhi membuat Sasa menghentikan tawanya.
"Dih, apaan." Jawab Sasa.
"Kenapa tadi ninggalin Mas? hm?" Gus Sakhi mencoba untuk menggenggam tangan Sasa, tetapi malah di tarik oleh Sasa.
"Lagi di kampus, jangan pegangan tangan." Ketus Sasa. "Lagian, harusnya Mas bilang makasih sama Sasa karena Sasa sudah beri Mas waktu luang untuk bisa berduaan dengan Bu Nita. Ya toh?" sambungnya.
"Kamu cemburu ya?" goda Gus Sakhi.
Bukannya tergoda, Sasa malah semakin marah. "Untuk apa Sasa cemburu? Toh juga orangnya menikmati, buang-buang tenaga aja buat cemburu. Bagus Sasa ke kantin, makan bakso enak lagi dan juga bisa buat kenyang."
"Astaghfirullah." Gumam Gus Sakhi yang gak habis fikir dengan jawaban istrinya.
__ADS_1
"Gak baik ninggalin suami dengan wanita lain. Kalau suaminya hilang karena di ambil wanita itu, gimana?" Gus Sakhi kembali lagi menggoda Sasa.
"Ya kalau suaminya tergoda, biarkan saja! Karena pengkhianat memang jodohnya dengan penggoda. Nanti Sasa tinggal cari Daddy baru buat anak Sasa." Jawab Sasa dengan entengnya.
"Humaira!" lirih Gus Sakhi.
"Hm."
"Jangan bicara seperti itu lagi, mengerti?"
"Gak janji ya, Mas." Sasa celingukan mencari keberadaan Bu Nita. "Mana Bu Nita? kenapa di tinggal? Sana gih, Sasa mau makan bakso dulu. Sasa tunggu di sini sampai kerjaan Mas selesai." Jawab Sasa bersikap bodo amat.
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
*Hai semuanya ...
Apa kabar?
Menjelang lebaran maaf ya othor up nya satu dulu, sibuk banget soalnya, hehehe.
Pada mudik gak nih??
othor sih enggak, hehehehe.
Jangan lupa dukung othor terus yaaaa....
bunga nya dong,
like nya dong,
fav nya dong,
komennya juga boleh,
eh, othor banyak maunya ya hehhehehehe
__ADS_1
salam sayang, othor๐ค*