Begitulah Takdir

Begitulah Takdir
SEASON 2 Eps 1


__ADS_3

"SAH!" Begitulah teriakan para saksi pernikahan mereka.


Di dalam ruangan, sudah ada pengantin wanita yang jantungnya berdebar ketika teriakan itu terdengar di telinganya. Pernikahan yang sudah ia tunggu sejak kecil. Menikah dengan Fakhi adalah impiannya. Ya, gadis itu adalah Annasya anak dari Pipa yang kini sudah SAH menjadi istri Fakhi dan pastinya menjadi menantu dari Sasa.


"Alhamdulillah," ucap mereka dari kamar Annasya.


"Selamat ya, Sya." Ucap Hawa dengan ikhlas.


"Selamat Kak Sya." Begitu juga dengan Azma dan Zahra.


"Terima kasih, Alhamdulillah." Jawab Annasya.


Annasya adalah guru di pesantren Abah dan kini ia sedang berkuliah lagi untuk mengambil gelar Magisternya.


'Ceklek!


"Ayo! Waktunya keluar, Sayang." Sapi datang untuk menjemput Nasya.


Sementara di ruangan lain, Fakhi sedang menunggu istrinya keluar dengan rasa gugupnya.


'Deg!


Nasya dan Fakhi saling tatap, pandangan mereka bertemu. Jantung semakin tak karuan ketika mereka semakin dekat. Apa lagi Nasya saat ini sedang mencium takzim punggung tangan Fakhi yang sudah halal baginya. Suasana hangat tak berpengaruh pada tangan mereka yang gemetaran di padukan dengan dingin dibalik salaman tersebut. Setelah itu Fakhi membacakan do'a untuk sang istri agar di berikan keberkahan pada sang Pencipta.


"Masya Allah! Kamu cantik sekali, Sya."


Puji Fakhi tanpa berkedip.


"Terima kasih, Mas." Jawab Nasya gugup di balik cadarnya.


"Sudah woy, sudah! Nanti malam lagi pandang-pandangannya!" Teriak Azmi membuat semuanya terkekeh.


Dibalik tawa mereka, ada yang sedang patah hati. Senyum yang dilontarkan bertolak belakang dengan hati mereka saat ini. Suasana pun berjalan dengan lancar, tidak ada yang menjadi penghalang disana.

__ADS_1


***


Malam hari tiba, Nasya sudah berada di kamarnya bersama Fakhi. Keduanya masih malu-malu karena sudah lama sekali tidak berjumpa. Suasana menjadi canggung layaknya orang yang baru saja kenal.


"Sya ..." Panggil Fakhi.


"I ___ iya Mas!" Nasya mendekat dan duduk di sebelah Fakhi.


"Masya Allah, kenapa cadarnya masih di pakai?" Fakhi tersenyum geli.


"Maaf, Mas. Sya _____" ucapan Nasya terpotong.


"Mas bukain ya?"


Nasya mengangguk, tapi saat Fakhi memegang cadar tersebut dan ingin membukanya, tangan Nasya mencegahnya.


"Kenapa?" Tanya Fakhi heran.


"Kamu gerogi ya? Mas juga, tapi kalau nggak di mulai kita akan canggung terus. Hm, bismillah yuk." Ajak Fakhi dan di anggukin oleh Nasya.


'Deg!


Wajah Nasya benar-benar cantik. Putih kulit, hidung mancung, bulu mata lentik dan alis tebal adalah gambaran dari wajah Nasya.


"Masya Allah, Mas beruntung menjadi takdir kamu."


"Jangan buat baper, Mas."


"Mas ngomong apa adanya, ya sudah kamu mandi ya? Setelah itu jangan pakai jilbabnya lagi."


"I___iya Mas."


Malam berlalu begitu saja, karena keduanya sama-sama kelelahan akhirnya mereka tertidur walau saling memunggungi.

__ADS_1


#FlashbackOff.


'Dooor!


Lamunan itu buyar dan hampir saja album foto pernikahan mereka terjatuh karena Nasya tersentak, tetapi dengan sigap Fakhi langsung memeluknya. "Kenapa melamun?"


"Sya lagi sedih, Mas."


"Sedih kenapa?"


"Kita sudah menikah dua tahun tapi Allah belum mengizinkan kita untuk memiliki anak."


"Terus masalahnya dimana?"


"Sya ingin punya anak," lirihnya.


"Sya, jika Allah belum memberinya maka sebagai manusia kita hanya bisa membiarkan semuanya mengalir begitu saja dengan kesabaran di hati kita. Barang kali Allah telah menyiapkan yang terbaik untuk kita."


"Bagaimana jika Mas menikah lagi?"


***


Assalamu'alaikum wr wb


Selamat pagi dan salam toleransi🙏


Apa kabar semuanya?


Alhamdulillah, author kembali lagi☺️


Semoga masih ingat ya sama cerita season 1 nya☺️


Untuk season 2 Author mau ceritain semua kisah dari anak-anak The Guys, ikutin terus yaaaa🥰

__ADS_1


__ADS_2