
"Tebak aja sih, tadi kan kamu bilang dia mengirim pesan isinya 'selama ini mencari tahu tentang kamu sejak pertama kali jumpa" iya gak?" Patul berusaha meyakinkan Sasa, kemudian Sasa mengangguk.
"Nah, itu... berarti yang aku simpulkan dia itu sering ketemu kamu atuh"
Sementara Sasa tampak mulai berfikir, tiba-tiba memorinya berputar saat ia menabrak Dosen di kampusnya. Di saat bersamaan, ia menggelengkan kepalanya sambil menepuk pipinya.
"Kau kenapa Sa? Mau ku bantu?" Pertanyaan Sapi sok polos.
"Masa gue mikirnya kalau orang itu adalah Dosen yang di kampus itu?"
"Ciye, ngarep lu" celetuk Pipa
"Dih, enggak ya. Mana ada gitu."
"Tapi Sa, kamu sudah lihat belum orang yang kamu tabrak itu?" tanya Patul memastikan.
Sasa tampak berfikir, memang saat pertama kali dia bertemu dengan lelaki itu ia sempat melihat wajahnya sekilas, tetapi ia tidak terlalu memperhatikannya. Saat tabrakan yang kedua dan kesekian kalinya lelaki tersebut malah memakai masker membuat Sasa tidak melihat wajahnya.
Sasa menggelengkan kepalanya.
"Sa, lu suruh aja dia kesini." Saran Pipa
"Iya Sa, penasaran aku," sahut Sapi
"Sa, coba tantang kalau dia serius mau gak dia langsung khitbah kamu?" Sebenarnya Patul hanya ingin melancarkan niat baik kakak iparnya itu, sementara Sasa mulai terpancing dengan saran yang diberikan dengan Patul sekarang.
"Benar juga loe," kata Sasa sambil mengambil ponsel dan mengetikkan sesuatu.
💌Shazfa Aiysha Humaira
Waalaikumussalam, Akhi Sakhi. Saya sudah membaca CV Akhi. Terima kasih sudah menaruh hati pada saya. Jika Akhi serius dengan saya maka datang lah secara baik-baik di depan keluarga saya. Wassalam.
__ADS_1
Baru kali ini Sasa mendapatkan pesan seperti itu jadi wajar saja jika perasaannya kini bercampur aduk.
"Sa, maaf... Tapi bagaimana kalau mama dan papa kamu suruh kesini?" Saran Patul.
"Hmm kayanya gak disini deh Tul, gue suruh aja dia kerumah papa, gue juga mau bilang dulu sama papa."
"Kami temenin ya?" sahut Pipa
"Gue sendiri aja dulu, gapapa kan?"
"Ya sudah, kapan kamu mau pulang?"
"Besok deh, tapi gue ada kelas! gimana donk?"
Patul melirik Sapi dan sedetik kemudian "Iyalah iya jadwal kau biar aku yang gantikan, kau juga Patul biar aku aja, dan kau Pipa... biar aku aja yang ganti. Sekalian Abah mana Abah? sini biar aku yang gantikan." selorohnya
"Pfttt bhahhahahahahha"
"Ketawa lah Kelen ketawa! Senang Kelen kan? palak kali aku bah."
"Bukan menciut, di ralat ya tolong!"
"Jadi apa?"
"Lupa aku letak mana"
"Kamu teh yakin mau pulang besok Sa? kamu kan lagi sakit?"
"Iya gak apa-apa."
"Biar Mas Sakha aja yang antar gimana Sa?"
__ADS_1
"Gak perlu repot Tul, gue bisa sendiri."
🌸🌼🌸
Hari ini Sasa pulang ke Rumah sang Orangtua di daerah Tangerang. Sampai di sana yang dijumpainya adalah Bi Inem, asisten rumah tangga mereka sejak Sasa kecil.
"Assalamu'alaikum," ucap Sasa saat masuk ke dalam rumah.
"Waalaikumussalam." BI Inem langsung berlari saat melihat kedatangan Sasa.
"Non Shazfa?" pekiknya
"Masya Allah, Non. Ini Non kan? sekarang makin tertutup, Alhamdulillah Bibi senang lihatnya...," sambil memeluk Sasa.
"Alhamdulillah Bi, tapi lepasin dong, susah nafas nih!" kata Sasa jujur .
"Lagian, Bidadari baru pulang bukan disuguhkan makanan malah di suguhi pertanyaan." Omel Sasa.
"Maaf Non, Bibi rindu banget sama Non Shazfa." lirihnya
"Papa sama mama mana Bi?" Sambil celingukan
"Tuan masih di kantor, kalau Nyonya tadi ke kantornya den Arya"
Arya adalah kakaknya Shazfa, keduanya terlihat akrab sekali. Apalagi jika Shazfa sedang berada di Rumah maka Rumah terlihat seperti di pasar saking ramainya.
Shazfa pergi ke kamarnya dan membersihkan dirinya. Tanpa terasa air matanya lolos begitu saja, Sasa sangat merindukan kamar nya. Kamar yang menggambarkan jati dirinya yang lama itu.
"Ternyata gue se aneh ini dulu" gumam Sasa sambil cekikikan.
Sasa mengambil foto-foto koleksinya lalu tersenyum sambil menggelengkan kepala. Dari dulu ia ingin mengubah model kamarnya tetapi ia urungkan sekarang mengingat saat ini ia sedang berkenalan dengan seorang lelaki dan ingin mengajaknya serius.
__ADS_1
Sasa ingin setelah menikah ia dapat melihat reaksi sang Suami saat melihat kamarnya.
'Itu pasti lucu' gumamnya.