Begitulah Takdir

Begitulah Takdir
Jumpa Kakek


__ADS_3

"Bojomu?"


"Iya! namanya Ali, Kek. Tampan kan, ya? oh jelas! suaminya Sapi gitu loh." Ucap Sapi dengan bangganya.


"Leh, esih bagusan putuku temimbang bojomu kui." Sambil di tepuknya punggung Gus Sakhi dan Gus Sakha.


(Dih, masih cakepan lagi cucuku daripada suamimu.)


Semuanya tertawa kecuali Ali, Sapi juga sudah mengerti sedikit demi sedikit bahasa Jawa. Dulunya, mereka sering kesini untuk mengunjungi Kakek. Bahkan Pipa dan Sapi sudah di anggap Kakek sebagai cucunya juga. Karena itulah Sapi sudah tidak canggung lagi dengan Kakek apalagi kakek memang suka bercanda, beda halnya dengan kedua cucunya yang terlihat kaku.


Ali menatap semuanya dengan heran, 'kenapa mereka tertawa?' batinnya.


"Mbah, kenalin ... Ini Annasya, anaknya Bunda Pipa." Semua terdiam saat bocah kecil itu mengenalkan Nasya pada kakeknya.


"Masya Allah, cicit si Mbah kok cantik banget?" Kakek memuji Annasya, kemudian Hawa datang dan bergelayut manja di sisi sampingnya lagi.


"Apa Hawa tidak cantik, Mbah?" pertanyaan itu membuat semua orang saling tatap, Hawa sejak dulu terkenal pendiam, tetapi sejak Annasya datang, dia berubah seolah meminta perhatian lebih.


"Koe piye toh Nduk? Cucu buyyute si Mbah seng paling Ayu dewe pokoke, tapi Nduk Annasya podo wae Ayu. Wes lah puyeng sirahe si Mbah ..." Kakek sengaja pura-pura lemas, agar para cicitnya tidak lagi berantam.


("kamu tuh kenapa? Cucu si Mbah tuh tercantik pokoknya, tapi Annasya juga cantik. Sudah ah, pusing kepala si Mbah.")


The Guys menahan tawanya agar Hawa tidak marah dengan pernyataan Kakek. "Ya sudah, kita makan dulu yuk?" ajak Patul dari arah belakang.


"Hawa lapar, Ummi ..." Hawa langsung berlari menuju dapur, Fakhi yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala.


"Ada-ada saja." Gumam Fakhi.

__ADS_1


🌸🌸🌸


Keesokan harinya, Kakek menyuruh mereka untuk mandi di kali (sungai), bukan karena air dirumah habis tetapi pemandangannya yang amat sejuk 'lah alasannya. "Mbah, kenapa nggak mandi di rumah aja sih?" Fakhi mengucek matanya, karena setelah sholat subuh tadi ia kembali tidur di kamarnya.


"Lek, kamu tuh harus lihat pemandangan di sana." sahut Kakek.


"Pemandangan?"


"Iya, di sana banyak pepohonan dan dekat dengan bukit. Kamu mau nggak? atau kamu tinggal saja ya di rumah bareng si Mbah?" Tiba-tiba Gus Sakhi datang ke kamar mereka.


"Daddy, ngangetin saja! Ah ya sudah, Fakhi mau mandi dulu, biar ikut."


"Hahhaha, Kamu ini piye toh? Kamu tuh ke kali untuk mandi, bukan mau belanja!" Kakek tertawa dengan logat jawanya yang masih kental.


"Oh iya, heheheh." Gus Sakhi menggelengkan kepala melihat tingkah putranya.


"Astaghfirullah," gumam Gus Sakhi.


"Kenapa, Gus? terkejut ya?" Sapi cekikikan melihatnya.


"Kalian mau mandi atau minggat?" Gus Sakhi menggelengkan kepalanya.


"Mandi sambil jalan-jalan dong, iya kan Sa?" Pipa menyahutinya sambil memberikan kode.


"Serius?" Tanya Gus Sakhi lagi tidak percaya, lalu ia menatap Sasa mencari jawaban. "Humaira, kamu mandi juga? kan kamu sedang hamil, Sayang."


"Iya, Mas. Boleh ya? sebentar saja, Sasa pengen main air." Jawab Sasa dengan memelas.

__ADS_1


"Tapi, baju kamu?"


"Tenang, Sasa bawa baju longgar warna hitam kok." Potong Sasa cepat.


Gus Sakhi terdiam, sudah tidak ada lagi alasannya untuk melarang Sasa. Mana mungkin dia bilang tidak boleh pada istri tercintanya itu didepan banyak orang.


'*Awas kamu, Humaira. Akan aku hukum nanti malam!' gumam licik Gus Sakhi.


🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭🍭*


Kakek: Thor, sampai kapan nih aku pakai bahasa Jawa terus?


Othor. Enggak tahu juga, Kek. Sampai teman Othor lelah, mungkin.


Kakek: Tunggu, teman Othor?


Othor: Yuhuuu, mana mungkin othor bisa bahasa Jawa, othor kan orang Minang yang besar di Medan dan sekarang di boyong ke Jambi. Walah, ribet banget dah jelasinnya.


Kakek: Tauk ... Ribet banget dah hidup lu, Thor.


Othor: Dah ah, Kek. Bye maksimal!


Wkwkkw Othor lagi gabut, sorry. Eh iya, jangan lupa untuk dukung Othor terus yaaaaaah.


Nih, othor punya rekomendasi lagi nih, Sambil nunggu The Guys nyampai ke kali, kita mampir yuk ke karya teman othor di jamin seruuu. Ini dia, cekidot🀸


__ADS_1


__ADS_2