Begitulah Takdir

Begitulah Takdir
Sasa!


__ADS_3

Pagi ini, Sasa duduk di ruang TV bersama cemilan kesukaannya. Tiba-tiba ponselnya berdering, sontak membuatnya langsung mengambil ponsel tersebut.


πŸ’ŒAkhi Fillah


Maaf, kerjaan saya numpuk jadi baru sempat balas. Apa kabar kamu? Bagaimana dengan keputusan kamu? jika kamu berkenan, tolong kirimkan alamat rumah kamu ya.


Pesan itu membuat Shazfa tersenyum, pipinya merah merona . Sasa seperti orang yang baru jatuh cinta, tapi kali ini berbeda karena ia mulai mengagumi orang yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.


"Woy!" seru Kak Arya sambil mengagetkan Sasa.


"Astaghfirullah, kakak! ganggu aja loe!"


"Kata orang selama kamu jadi guru di pesantren kamu banyak berubah, nyatanya enggak tuh, tetap bar-bar!"


"Eh gue kaya gini cuma sama loe ya, Bhambang!"


"Nama gue Arya, kalau loe lupa!"


"Bodo' !"


Suasana kembali hening saat kedua insan itu memakan cemilannya kembali, sesekali Arya menatap adiknya dengan penuh tanya.


"Ada apa kak?"


"Loe yakin terima ta'aruf itu?"


Sasa menghela nafasnya panjang "Gue sudah istikhoroh tadi malam"


"Jawabannya?"


"Lelaki itu"


"Ck! baru juga satu kali, coba lagi deh kali aja mimpi loe khilaf," kata kak Arya sambil mengacak rambut Shazfa.


"Sok tau banget, sudah ke 3 kalinya gue istikhoroh!"


"Widiiiiih," sambil menggelengkan kepala karena ngga percaya.


"Kak, loe pernah jatuh cinta gak sih?"


Kak Arya tercengang karena baru kali ini sang adik ingin bertukar pikiran dengan dia.


"Pernah" singkatnya


"Trus apa yang kakak rasain?"


"Kenapa jadi nanyain gue? loe masih suka sama yang kemarin? Siapa namanya? Syauqi ya?"


"Apaan sih, bahas dia. Bukan dia!"


"Terus?"


"Namanya Sakha, kami saling cinta kak, tapi ternyata dia di jodohkan sejak kecil."


"Dan loe masih suka sama dia sekarang?"


Sasa mengangguk.


"Gue rasa itu bukan cinta!"


"Maksud kakak?"


"Cinta itu soal keikhlasan, kalau loe bilang loe ikhlas tapi loe cemburu itu salah besar, Dek! Gue rasa loe itu hanya kagum dengan nya. Percaya sama gue. Menurut gue, loe terima saja ta'aruf an dari lelaki pemberani itu."


"Kenapa kakak jadi yakin gitu?"


"Sa, laki-laki yang di pegang itu ucapannya. Menurut gue, laki-laki yang mengirimkan pesan sama loe itu dia pemberani dan bertanggungjawab jawab."

__ADS_1


"Tapi kak, gue gak cinta."


"Cinta bisa datang karena terbiasa. Loe kan paham agama, loe pasti tahu ada banyak pahala yang akan loe dapat jika pacaran setelah menikah."


"Tumben, bijak!"


"Ck! Dari Sono nya kakak loe ini emang bijak, loe aja yang gak nyadar. Keren gue ya?"


"Dih, pede bener...," sambil menjulurkan lidahnya.


"Jadi gimana? apa loe udah kasih alamat kita?"


"Oh iya, Ya ampun...," Sasa mengirimkan pesan pada Akhi Fillah.


Setelah mengirimkan pesan, Sasa pergi Ke taman belakang sampai tertidur. Beberapa jam kemudian ia terbangun dari tidurnya, didapatnya sang kakak yang sudah berada di sampingnya.


"Ngapain disini?" sambil mengucek matanya.


"Dih, harusnya gue yang nanya! loe ngapain tidur di sini? kaya ngga punya kamar saja!"


"Ketiduran kak, papa sama mama sudah pulang?"


Kak Arya mengangguk "Loe di tungguin tuh di ruang makan."


Sasa berjalan dengan tergesa-gesa, pasalnya dia pun belum sholat ashar tadi.


"Ma... pa... Sasa sholat dulu ya, bentar aja," teriak Sasa sambil berjalan ke kamarnya.


"Hmm dasar tu anak!" omel sang Mama.


Setelah sholat, ia lupa jika dirinya sedang di tunggu di ruang makan dan malah mengambil ponselnya setelah itu melihat notifikasi grup dari The guys.


πŸ’Œ Sapi


Sepi juga gak ada si Sasa ya guys...


πŸ’Œ Pipa


πŸ’Œ Patul


Kalian gak pada ngajar?


πŸ’Œ Pipa


Dasar mak-emak!


πŸ’ŒSapi


Hari Minggu ini mak! Ku Smackdown juga kau nanti ya.


πŸ’Œ Sasa


Hai Guys, epribadeeh!


πŸ’Œ Pipa


Lah bocah nongol juga


πŸ’ŒSasa


Yang bocah tu calon lakik loe, somplak hahahha


πŸ’Œ Sapi


Mampus kau!


πŸ’Œ Sasa

__ADS_1


Lagian loe pada ngapain chat an? rumah dekatan juga.


πŸ’Œ Patul


Iya, sini atuh jagain si kembar


πŸ’ŒPipa


Sorry deh Mak, bukan maksud gak mau tapi si kembar maunya sama Sasa. Kami mah apa atuh, Ante gak dianggap. Oh iya Sa, gimana? lancar?


πŸ’ŒSapi


Iya Cemana woy?


πŸ’ŒPatul


Sukses kan Sa?


Tiba-tiba Suara kak Arya yang menggelegar itu terdengar di telinga Sasa


"Shazfa!!!!!!!!"


Sasa langsung menepuk jidatnya karena saking asiknya mengirim pesan, ia malah lupa jika ditungguin di dapur.


πŸ’ŒSasa


Sorry Guys, nanti gue ceritain ya. bye bye.. Assalamu'alaikum.


Sasa langsung mematikan ponselnya dan keluar dari kamar, ternyata di depan kamar sudah ada Kak Arya yang menunggunya.


"Bagus! ditungguin dari tadi bukannya datang malah asik chat an!"


"Maaf dong kak, gue lupa."


"Ya sudah, yuk."


Sementara Sasa hanya mengangguk.


🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈🌈


Hai semuanya,


jangan lupa ya Dukung othor terus...


like nya dong kaka...


fav nya kaaaa..


bunganya kak.....


sama komennya juga boleh hehehhehe 🀭🀭🀭


Oh iya othor mau rekomendasiin lagi nih, karya teman othor, yok bisa kita lihat yok sambil nunggu up othor selanjutnya! hehehehe, cekidotπŸ‘‡


**By Andini Putri


Sinopsis


Mengisahkan tentang seorang gadis desa bernama Raina Anastasya yang merasa hidupnya dipenuhi kesialan. Dipaksa menikah di usia belasan tahun. Tak boleh mengenyam pendidikan tinggi dengan alasan perempuan tak perlu terpelajar karena tugas wajibnya hanya 3 yaitu (macak, masak, dan manak). Pergi ke kota orang dengan harapan bisa untuk menghilangkan nasib buruknya. Namun, kenyataannya kesialan itu tetap mengikuti kemana pun kakinya melangkah.


Tak ada yang indah di dalam hidupnya, begitu pun dengan perjalanan cintanya.


Lantas bagaimana Raina berdamai dengan diri sendiri dan keadaan?


Temukan jawabannya di jawabannya di Diary Usang**!.


__ADS_1


__ADS_2