Begitulah Takdir

Begitulah Takdir
Season 2 Eps 7


__ADS_3

Sementara di kampus Azma sedang di hukum karena tidak mengerjakan proposal yang sudah diberikan sang Dosen. Azma sangat malu karena ia harus keluar ruangan saat ini.


"Dasar, Dosen aneh!" Ketusnya sambil melemparkan batu ke sembarang tempat.


'Plak!


Sialnya, batu tersebut mengenai kepala seseorang. "Aw! Siapa sih yang nimpuk?" Kesal lelaki itu.


'Deg!


Azma tersentak, ia tak menyangka jika batu tersebut mengenai kepala seseorang, bahkan orang tersebut adalah dosen killer yang amat ia benci.


"Maaf, Pak. Itu ulah saya!" Mau nggak mau Azma harus mengakui kesalahannya.


Lelaki itu menoleh, "kamu ternyata!"


"Sekali lagi maaf ya, Pak." Lirih Azma.


"Lain kali hati-hati, jangan terlalu ceroboh. Mengerti?"


"Iya, Pak. Duh jangan marah-marah kali, ntar cepat tua loh."


"Kamu ceramahi saya?"


"Eh? Bukan gitu maksudnya. Saya permisi, Pak. Assalamu'alaikum." Azma ngeri melihatnya, ia langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Dosen tersebut.

__ADS_1


Setelah kepergian Azma, lelaki itu menggelengkan kepalanya saking geli melihat Azma. 'Gadis kecil, kamu lucu sekali!' gumamnya.


Beda hal dengan Azmi yang kini sedang belajar kelompok. Meja di ruangannya sudah mereka buat berbentuk bundaran per kelompok. Kebetulan sekali kelompok Azmi hanya dialah laki-laki, sementara yang lainnya perempuan. Seperti biasa, Azmi suka sekali menggoda perempuan. Kecuali wanita yang berada di depannya, Wanita itu sangat susah untuk ia kendalikan.


'Brak!


"Bisa diam nggak sih?" Wanita itu memggebrak meja, membuat semuanya tersentak kaget.


"Ada apa, Ukhti?" Azmi seolah mengejek.


"Kalau Antum masih mau bermain, silahkan keluar! Ana nggak mau ya satu kelompok dengan orang yang nggak niat belajar."


"Maaf, Ukhti. Masya Allah, ukhti cantik sekali hari ini." Ucapan Azmi membuatnya terpanah, untung saja ada cadar yang menutupi wajahnya.


Hubungan keduanya memang tidak pernah akrab. Bukan Azmi yang tidak mau mengakrabkan diri, tetapi wanita itu 'lah yang menjauhkan dirinya. Azmi selalu berusaha mengingat siapa wanita tersebut? Ia selalu terngiang-ngiang dengan ucapan wanita itu yang pernah mengatakan jika dia dan Azmi pernah satu sekolah, sementara Azmi tidak ingat sama sekali.


'Bruk!


Jam mata kuliah Azma sudah selesai, ia berlari keluar karena saat ini Fakhi sudah menjemputnya. Azma memang sedikit ceroboh sampai-sampai membuatnya menabrak seseorang tanpa ia sadari.


"Afwan!" Keduanya mengucapkan itu tanpa melihat.


Saat menoleh, "kamu lagi?" Keduanya pun mengucapkan itu serempak.


"Maaf, Pak Dosen. Saya nggak sengaja, Kakak saya sudah menunggu di depan. Itulah sebabnya saya jalan terburu-buru."

__ADS_1


"Kali ini saya terima alasan kamu!"


"Terima kasih, Pak Dosen! Assalamu'alaikum."


Lelaki itu tertawa melihat Azma, ia tahu jika wanita itu pura-pura manis sejak tadi padahal dia sudah kesal melihatnya. 'Azma, aku akan menikahimu!' begitulah batinnya.


'Ekhm!


Ternyata sejak tadi Gus Sakhi berada di belakang melihat Pak Dayyan yang sedang memandang anaknya. "Apa yang kamu lihat?"


'Deg!


Untuk kedua kalinya, Pak Dayyan terjatuh lagi akibat terkejut melihat Gus Sakhi di belakangnya.


"Assalamu'alaikum, Pak Sakhi."


"Waalaikumussalam, kamu sedang memperhatikan anak saya?"


"Hm, saya ..."


"Dengar, bukan saya bermaksud untuk menghalangi. Tetapi putri saya masih sekolah, saya harap kamu bisa sabar menunggunya jika takdirmu adalah dia."


"I ... iya, Pak."


"Saya permisi dulu, Pak Dayyan. Assalamu'alaikum."

__ADS_1


"Waalaikumussalam."


Gus Sakhi sengaja mengatakan hal seperti itu, bukan maksudnya untuk melarang. Tetapi putrinya masih sangat muda untuk menikah, Pikirnya.


__ADS_2