
Rombongan Laki-Laki pun sudah datang dan Patul juga sudah pindah ke rombongan Gus Sakhi karena walaupun ia adalah sahabatnya Sasa, akan tetapi statusnya saat ini adalah dari keluarga calon mempelai pria.
(Kembali lagi othor minta maaf kalau Gus Sakhi nya gak sesuai ekspektasi kalianโ๏ธ)
Sementara Sasa saat ini masih di dalam kamar dan belum di perbolehkan untuk keluar.
Acara demi acara pun berlangsung, hingga kini Pak penghulu sudah selesai membacakan do'a sebelum menikah.
"Sudah siap?" tanya Pak penghulu
"Bismillah, siap Pak." Jawabnya dengan lantang.
"Mari , Pak Rian...," sahut Pak penghulu agar Papa menjabat tangan Gus Sakhi.
Papa pun mengangguk Patuh dan kini sudah di detik-detik Ijab Qabul.
"*Bismillahirrahmanirrahim, Ananda Sakhi Al-Farizqi... Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak kandung saya Shazfa Aiysha Humaira dengan mas kawin 25gram emas dan seperangkat alat sholat, Tunai...."
"Saya terima nikah dan kawinnya Shazfa Aiysha Humaira binti Rian Dewantara dengan mas kawin tersebut, Tunai*!"
"Bagaimana para saksi?"
"SAH!"
"Alhamdulillah"
Kini, Sasa sudah resmi menjadi istri Gus Sakhi. Lelaki yang tidak pernah terpikirkan nya sebelumnya. Perjumpaan mereka pun hanya karena tabrakan yang tidak di sengaja, akan tetapi Allah memiliki skenarionya sendiri.
Di tempat lain, Pipa dan Sapi sedang menjemput Sasa di kamarnya.
Ceklek!
"Bagaimana?" tanya Shazfa cemas.
__ADS_1
"Alhamdulillah, Lu sudah sah jadi bini orang!!!!" Seru Pipa membuat mata Sasa berbinar.
"Iya micin, kau sudah punya orang sekarang. Ayo kita keluar!" Ucap Sapi sambil membawa Sasa keluar.
Tibalah saatnya dimana para pengantin di pertemukan. Semua mata membulat sempurna saat melihat Sasa keluar, Kecantikan Sasa membuat mereka menatap kagum tanpa berkedip.
(Ini Sasa, bagaimana? mata othor gak salah pilih kan? hehehe. Dah yok, lanjut~)
Gus Sakha juga sempat menatap Sasa dengan kagum, lalu dengan cepat ia menundukkan pandangannya dan langsung melihat sang istri yang berada di sebelahnya. Ia sadar jika itu adalah salah, bagaimana mungkin dia menatap kagum orang lain sementara ada sang istri yang mendampingi nya?
Gus Sakhi susah payah menelan Saliva nya, wanita yang sudah sah menjadi istrinya ini sangat Membuatnya semakin jatuh cinta lagi.
'Masha Allah,' gumamnya.
Sasa semakin dekat, ia langsung menyalim tangan suaminya. Setelah itu, Gus Sakhi membacakan do'a di depan ubun-ubun Sasa. Lalu ia mencium kening Sasa membuat jantung keduanya berdegup kencang.
"Wuhuuuuu akhirnya halal!" celetuk Sapi membuat yang lain menggelengkan kepala.
"Next, siapa?" tanya Patul
"Noh, yang jatuh cinta sama bocah!" ledek Sasa.
"Ehhhh?" Pipa terlihat salah tingkah.
Kemudian mereka foto bersama, Adam dan Hawa juga tidak mau kalah untuk ikut foto bersama.
๐๐๐
Malam pun tiba, Sasa sudah lebih dulu masuk ke kamarnya, sedangkan Gus Sakhi masih diluar menemani lelaki yang kini menjadi mertuanya.
"Nak Sakhi, istirahat lah ke kamar, istri kamu pasti sudah menunggu." pinta Papa.
__ADS_1
"I--iya Pa...," dengan gelagapan. Gus Sakhi sebenarnya ingin masuk ke kamar dari tadi, akan tetapi rasa gugupnya itu membuatnya enggan untuk masuk.
Gus Sakhi berjalan ke kamar Sasa dan saat di depan kamar rasa gugup itu semakin terasa.
'Bismillahirrahmanirrahim' gumam Gus Sakhi.
Ceklek!
Deg!
Kedua mata itu bertemu, Sasa sudah selesai mandi dan memakai jilbabnya kembali.
"Assalamu'alaikum," Salim Gus Sakhi dengan gugupnya.
"Waalaikumussalam" sahut Sasa sambil menunduk.
"Sudah mau mandi belum mas? biar Sasa siapkan bajunya."
"I----iya, ini mau mandi."
Gus Sakhi pun masuk ke toilet yang berada di kamar Sasa, sementara Sasa menyiapkan pakaian Gus Sakhi.
Tak lama kemudian, Gus Sakhi keluar dan mendapatkan gadis yang sudah menjadi istrinya itu duduk di sofa.
Gus Sakhi berjalan semakin dekat, akan tetapi Sasa tidak menyadarinya.
"Humaira..."
Sasa terkesiap dan bersusah payah menelan Saliva nya. Bisa-bisanya lelaki yang kini berstatus suami itu keluar dengan hanya melilitkan handuk di badannya, pikirnya.
"I----iya."
"Kamu kenapa?"
Sasa menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Baju mas mana?"