
"Kenapa wajahnya di tutup?" Gus Sakhi terlihat panik.
"Mas jahat!" ujar Sasa membuat Gus Sakhi semakin bingung.
"Maaf, tapi salah mas apa?"
"Mas tahu? itu ci*man pertama Sasa, kenapa mas mengambilnya tanpa izin?" Pertanyaan Sasa membuat Gus Sakhi tersenyum senang, ternyata dia lah orang pertama yang mendapatkannya setelah tahu bahwa Sasa dulu pernah pacaran dengan Syauqi.
Sasa mengerutkan alisnya ketika melihat respon dari suaminya itu malah tersenyum. "Kenapa?"
"Gak apa-apa. Mas cuma senang aja, ternyata mas pemilik pertamanya. Terima kasih."
Sasa semakin kes melihat suaminya, bukannya membujuk Gus Sakhi malah berterima kasih padanya.
"Ya sudah, mas mandi dulu ya..."
Sasa mengangguk, akan tetapi Gus Sakhi tidak berdiri juga.
"Kenapa masih baring?" pertanyaan Sasa begitu polos nya.
"Kamu nya gak berdiri deluan, Humaira."
Blushhhh
Sasa langsung tersadar kalau memang dia lah yang masih menimpa suaminya sekarang. Dengan tergesa-gesa ia langsung berdiri membuat Gus Sakhi menahan tawanya.
πΌπΌπΌ
Pagi ini, Sasa membantu mama untuk menyiapkan sarapan. Kak Arya yang melihat itu langsung meledek adiknya.
"Wih manten baru rajin banget sih," ucapnya sambil duduk di ruang tv.
"Mama, kak Arya jahat...," adu Sasa membuat Mama menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Arya! jangan gitu sama adiknya." Omel Mama membuat Sasa menjulurkan lidahnya.
Tak lama kemudian, Gus Sakhi bergabung duduk di sebelah Kak Arya membuatnya diam seribu bahasa. Walaupun Gus Sakhi menjadi Adik Iparnya namun tetap saja ia menghormati Gus Sakhi .
"Ada apa? kenapa rumah ramai benar ini?" tanya Papa yang baru saja berkumpul.
"Biasa Pa, Kucing sama Tikus lagi kumpul." Ledek Mama membuat keduanya melotot sempurna.
"Mama!!!!" tegur mereka serempak.
"Nah, kompak kan?" Sambung Mama membuat Papa dan Gus Sakhi tertawa.
"Mas, kok ketawa sih?"
"Maaf" sambil menahan tawanya.
Kalau dirumah, Sasa memang terlihat sedikit manja, mungkin karena dia anak bungsu mereka. Untung saja Papa Rian sudah memberi tahu sebelumnya kepada Gus Sakhi agar beliau tidak terkejut melihat putrinya yang bertingkah laku seperti anak kecil.
Gus Sakhi memakluminya, apalagi usia mereka juga terpaut 6 tahun bedanya.
"Sasa cuma nanya, Pa."
"Ya sudah, ayo makan..." ajak Mama.
Sasa langsung mengambilkan nasi serta lauk untuk suaminya "Segini cukup mas?"
"Cukup, Makasih ya...," Kata Gus Sakhi lalu Sasa mengangguk.
π»π»π»
Setelah sarapan, Sasa kembali ke kamarnya untuk membersihkan kamarnya. Sasa membuka jilbabnya dan kini ia hanya memakai kaos pendek beserta celana di atas lutut.
Namun Tiba-tiba...
__ADS_1
Ceklek!
Gus Sakhi masuk ke kamar dan masih di ambang pintu ia terpaku ketika di suguhi pemandangan yang membuat jiwanya meronta-ronta sekarang.
"Masya Allah" gumam nya yang masih terdengar oleh Sasa.
Sasa membalikkan badannya, dan langsung salah tingkah. Sepertinya ia lupa jika saat ini statusnya adalah seorang istri karena Sasa langsung mencari gamis dan jilbab yang entah dimana ia letak tadi.
"Kamu kenapa?" tanya Gus Sakhi yang melangkahkan kakinya masuk dan menutup kembali kamar Sasa, akan tetapi kali ini Gus Sakhi mengunci nya membuat Sasa berkeringat dingin sekarang.
"Jilbab sama gamis Sasa mana ya, Mas?" sambil mencari pakaiannya.
"Kamu mencari ini?" ternyata Gus Sakhi sudah mendapatkannya membuat Sasa sangat sulit menelan Saliva nya.
Sasa mengangguk dan tangannya ingin mengambil pakaian itu, tapi sayang Gus Sakhi malah semakin menjauhkan pakaiannya dan membuat Sasa semakin sudah menjangkaunya.
"Kamu mau pakai ini?" tanya Gus Sakhi lalu Sasa mengangguk.
Gus Sakhi tersenyum lalu mencubit hidung Sasa saking gemasnya. "Tidak boleh!"
"Tapi Mas..."
"Salah kamu, kenapa kamu sangat cantik sekarang? hm?" goda Gus Sakhi membuat Sasa menjadi malu.
"Humaira...," panggil Gus Sakhi membuat Sasa mendongak, tapi sayangnya akibat dari itu membuat wajah Sasa dan Gus Sakhi malah semakin dekat.
Cup.
"Manis banget" ucap Gus Sakhi pelan.
Saat ini, menc*um b*bir Sasa merupakan kesalahan besar bagi Gus Sakhi karena membuatnya ingin menc*um lagi, terus, lagi, dan terus.
"Humaira..." Panggil Gus Sakhi dengan suara yang sudah berat.
__ADS_1
"Hm? iya mas?" Sasa semakin gugup melihatnya.