Begitulah Takdir

Begitulah Takdir
Akhirnya...


__ADS_3

"Sholat apa kamu? Tarawih?" Suara bariton itu mengagetkan Sasa.


"Eh papa! hehehhe"


"Duduk, Nak!"


Kini, suasana menjadi tegang kembali. Raut wajah orang tuanya terlihat serius saat ini membuat Sasa merinding ngeri.


"Bagaimana? Apa kamu sudah menyuruhnya datang besok?"


Sasa mengangguk.


"Sudah kamu kirim alamatnya?"


Sasa kembali mengangguk.


"Apa kamu yakin dengannya?"


Deg!


"Pa, ini kan masih tahap pengenalan. Sasa juga gak tahu siapa orangnya." Sergahnya


"Papa paham, tapi papa cuma mau ingatin kalau laki-laki yang seperti ini patut diperjuangkan, Nak! Papa gak mau kamu keliru, tapi yang terpenting saat memilih menikah adalah dengan seseorang yang bisa membimbing kita ke syurga!"


Sasa mengangguk "I----iya Pa."


🌸🌸🌸


Keesokan harinya Sasa membantu bi Inem membereskan rumah, awalnya sang mama melarangnya tapi ia tetap memaksa karena Sasa melakukan itu hanya semata-mata untuk menutupi ke tegangannya sekarang.


"Loh kok malah nyapu sih?" protes Mama


"Lagi belajar jadi ibu yang baik, Ma!" jawab Sasa ngasal.


"Sudah jam segini nak, pergi sana mandi!" paksa Mama sambil mendorong Sasa ke arah kamarnya.


Satu jam kemudian, rombongan sudah datang ke rumah dan kebetulan Sasa belum keluar dari kamarnya.


"Assalamu'alaikum" Salam mereka serempak.


"Waalaikumussalam! Ayo silahkan masuk pak, Bu." jawab Kak Arya yang kebetulan dialah yang di depan.


Setelah itu, Papa dan Mama keluar dari kamar lalu sedetik kemudian...


"Masya Allah, kalian kan...?" Ucap Papa terkejut.


"Assalamu'alaikum Pak Rian, Alhamdulillah ketemu lagi kita!" sahut Abi


"Waalaikumussalam, jadi...?" Papa Rian masih terkejut.


"Ekhm, duduk dulu yuk, Mari..." Tawar Kak Arya yang melihat keganjalan di sini.

__ADS_1


"Oh iya silahkan duduk." Sahut Mama.


"Bismillahirrahmanirrahim, langsung saja ya Pak. Kedatangan kami kesini untuk mengantarkan anak sulung kami Pak." ucap Abi


"Tunggu dulu Abi Kiyai, maksudnya gimana ya?" sahut Papa.


"Maaf, disini sebenarnya saya yang bingung. Semuanya sudah pada kenal ya?" celetuk Kak Arya.


"Nak, begini. Ini adalah mertua dari sahabat adikmu." sahut Mama yang mengerti kegundahan Kak Arya, sedangkan Arya hanya ber oh ria.


"Ini kan Nak Sakha, terus Nak Lila mana?" sambung Mama sambil melihat Gus Sakhi.


"Ini saudara kembarnya Bu, namanya Sakhi. Ayo nak kenalkan dirimu!" jawab Umi membuat Papa dan Mama saling pandang.


"Perkenalkan, nama saya Sakhi. Mungkin Ibu sama Bapak sudah mengenal adik kembar saya karena lingkungan Sakha dan adinda Shazfa sama. Untuk saya sendiri adalah Dosen di Universitas yang sama dengan adinda Shazfa tempuh selama ini."


"Jujur, saya dan Shazfa tidak saling kenal selama ini, karena saya juga tidak mengajar di kelasnya. Akan tetapi sejak pertemuan singkat itu saya sudah jatuh hati pada putri bapak, mohon maaf jika saya sudah lancang. Saya terus mencari tahu tentang putri bapak sampai akhirnya saya tahu jika dia adalah teman dari Lila. Saya sempat mengira jika perasaan saya salah atau hanya rasa kagum saja, akan tetapi setelah saya istikhoroh beberapa kali jawaban saya tetap sama. Sebenarnya saya ingin menunggu Shazfa sampai dia siap, tapi saya takut perasaan saya ini menjadi dosa jika dibiarkan begitu saja. Sekali lagi saya mohon ampun jika saya sudah lancang."


Kata demi kata yang dilontarkan oleh Gus Sakhi membuat Mama dan Papa menitihkan air mata. Menurut mereka, putrinya sungguh beruntung telah dicintai oleh seseorang yang begitu memuliakan seorang wanita.


"Alhamdulillah, sebagai orang tua saya sangat bersyukur ada lelaki yang menghormati anak saya sebagai wanita. Tetapi untuk menjawab semuanya akan saya serahkan kepada anak saya sendiri, karena dia lah yang menjalankannya." Ucap Papa yang disambut dengan anggukan kepala oleh Gus Sakhi dan yang lainnya.


"Oh iya, sebelumnya perkenalkan... Ini anak pertama saya, namanya Arya." ucap Papa memperkenalkan.


"Arya, kenalkan ini Abi sama Umi. Mereka juga memiliki pesantren di kota L."


"Arya.. Abi, umi." ucap Arya sambil tersenyum


"Baik Pa," Kak Arya langsung pergi ke Kamar Sasa.


Sementara di kamar, Sasa sedang ditemani oleh Bi Inem.


"Bi, Sasa kok deg-degan ya?"


"Non memang belum pernah jumpa ya sama laki-lakinya?"


"Belum bi, eh udah deng. Katanya udah, kaya pertemuan yang engga di sengaja gitu tapi Sasa gak tahu yang mana."


"Jodoh itu unik ya, non" sambil terkikik geli.


Tak lama kemudian,


Tok! Tok! Tok!


Ceklek


"Wiiih anak gadis udah cantik." Goda kak Arya


"Apaan sih kak!" Sambil memutar bola matanya dengan malas. "Eh kak, gimana orangnya? cakep gak? ciri-ciri nya kasih tau dong."


"Bagus loe lihat aja sendiri, ogah gue ngasih tau nya. Bikin minder aja."

__ADS_1


"Minder? maksud loe?"


"Sudah, loe keluar aja. Udah disuruh tuh sama papa."


Akhirnya Sasa mengikuti kakaknya keluar, saat sudah sampai di ruang tamu pandangan Sasa dan Gus Sakhi bertemu.


"Astaghfirullah" gumam Sasa tanpa kedip.


Lalu, Sasa mengedarkan pandangannya dan ia lebih kaget lagi karena ada Umi dan Abi disana.


"Loh, kok...?" pekiknya.


🌼☺️🌼☺️🌼☺️🌼☺️🌼☺️🌼☺️🌼☺️🌼


**Jedeeeeerr.


Sorry, othor gantung lagi. hehehhe


jangan lupa dukung othor yaaaaa


like nya, fav nya, hadiahnya, komen nya, semuanya othor tunggu ehhehe.


Oh iya, aku masih punya rekomendasi lagi nih, sambil nunggu kelanjutan Sasa mampir juga ke karya teman othor yang lebih senior ini, cekidot👇



Sinopsis :


Annchi adalah seorang dokter jenius dan ahli mengunakan


senjata tajam serta menguasai ilmu bela diri. Hingga suatu ketika


keluarga pamannya ingin menguasai kekayaan Annchi.


Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya dia baru mengetahui


kalau keluarga pamannya meracuni dirinya membuatnya bersumpah


jika kelak berinkernasi kembali akan membalas perbuatan mereka.


Annchi terbangun dan dirinya sangat terkejut tubuhnya gendut dan


jelek serta penuh dengan luka dan di dalam ingatan pemilik tubuh


kalau sering di bully dan di siksa oleh ibu tiri dan adik tirinya,


membuat. Annchi membantu membalaskan dendam dan mengubah


pemilik tubuh untuk menjadi cantik dan tidak bisa ditindas.


Akankah usaha Annchi untuk membalas dendam berhasil?

__ADS_1


Ikuti Novelku yang ke 19


__ADS_2