
...Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh....
...Selamat pagi dan salam toleransi....
...Sebelumnya Othor mau mengucapkan sekali lagi.......
... Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang menjalankannya....
...Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin....
...Semoga tahun depan kita masih di berikan kesempatan untuk menikmati indahnya bulan suci Ramadhan lagi, aamiin....
...Oh iya, sekali lagi, othor minta maaf. Beberapa hari ini belum bisa up, othor lagi gak enak badan, kapal oleng kapten🤣....
...Terima kasih untuk teman-teman semua yang sudah setia membaca karya-karya othor. Kalian luar biasa! 🤗...
...Jangan lupa dukung othor terus ya, dukung semua karya receh othor hehhehe....
...Kalian harus jaga kesehatan, jangan sampai drop kaya othor yang begitu antusiasnya menyambut lebaran, huuh🥺🥺🥺🥺...
...Salam sayang, Othor🤗♥️...
Yuk kita lanjut, semoga masih suka🤭👇
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
__ADS_1
Grep!
"Mas, kok di peluk sih? kaget tahu!" ketus Sasa.
"Sengaja, biar kamu gak melamun lagi." Sahut Gus Sakhi pelan.
"Sudah dulu, Mas. Sasa mau cek kompor dulu, hidup atau nggak." kata Sasa membuat Gus Sakhi mengangguk patuh.
"Sekalian lihat colokan ya, Yank." Tambah Gus Sakhi membuat Sasa mengangguk.
"Sudah?" Tanya Gus Sakhi setelah melihat Sasa kembali.
"Sudah, Mas." Jawab Sasa dengan sumringah.
Gus Sakhi sebenarnya ingin sekali membangunkan Sasa, tetapi karena melihat Sasa begitu nyenyak nya membuat Gus Sakhi tidak tega melihatnya.
Gus Sakhi sengaja membuka kaca agar angin yang menerpa dapat di rasakan oleh Sasa, tetapi semua usaha Gus Sakhi nihil. Sasa masih terjaga dalam tidurnya. Sesekali Gus Sakhi membelai lembut pipi sang istri yang terlihat semakin berisi membuatnya semakin cantik.
Terlihat lah bacaan "Pesantren Al- Kausar" di depan mobil yang bertanda mereka sudah sampai di rumah Abi.
Saat melihat Gus Sakhi datang, Pak Satpam pun segera membuka tiang penutup jalan itu dan menyambutnya.
"Assalamu'alaikum Gus, Apa kabar?" Sapa Pak Satpam.
"Waalaikumussalam, Alhamdulillah. Paman sendiri gimana kabarnya? Oh iya, ini tadi Humaira belikan bolu buat Paman dan yang lainnya." Jawab Gus Sakhi sambil memberikan satu plastik yang berisi beberapa kotak kue bolu.
__ADS_1
"Alhamdulillah, baik Gus. Terima kasih!" Lalu Pak Satpam mengedarkan pandangannya dan terlihatlah Sasa yang masih tertidur. "Masya Allah, Ning Shazfa ketiduran Gus?"
"Iya, tadi dia temanin ana ngajar dulu di Kampus. Ya sudah, ana masuk dulu ya ..."
"Silahkan, Gus."
Gus Sakhi pun menaruh mobilnya di halaman rumahnya. Terlihat rumah yang masih sepi menandakan Abi dan Umi sedang tidak berada di rumah.
Dengan perlahan Gus Sakhi menggendong Sasa untuk keluar dari mobil, Sasa pun menggeliatkan badannya karena merasa terganggu dengan ciuman kecil di pipinya.
"Sudah bangun, Sayang?" tanya Gus Sakhi saat Sasa sudah membuka matanya.
"Kita gak jadi ke rumah Umi?" bukannya menjawab, Sasa malah balik tanya.
"Tentu saja jadi, apa kamu lupa tempat ini?" Kata Gus Sakhi, sementara Sasa langsung melihat sekelilingnya.
"Kita sudah sampai ya, Mas?" tanya Sasa dengan kecewa.
"Iya, tadi Mas sudah bangunin kamu saat di jalan, Mas tahu kamu pasti ingin lihat pemandangan di jalan kan?"
"Iya, pasti Mas kurang kencang bangunin Sasa." kata nya sambil tertunduk lesu.
" Siapa bilang? Bahkan mas sudah buka kaca lebar-lebar supaya kamu merasakan angin kencangnya, tapi ternyata malah semakin nyenyak."
"Benarkah?"
__ADS_1