Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 10~


__ADS_3

Setelah Nisa memakan beberapa gummy itu, sembari mengamati terus bunga dan ia cium wanginya terus menerus, tiba-tiba di dalam bunga itu ada kertas kecil yang menyelip.


Nisa ambil dan ternyata ada tulisan kecil didalamnya.


"***Assalamu'alaikum... semoga kamu suka


salam Calon Imam mu*** "


Sembari membaca dan tidak melepaskan tulisan itu, Nisa senyum-senyum sendiri karena terlalu senangnya perasaan Nisa.


"Ini pasti dari mas Alfath, ternyata dia lelaki yang romantis yaaa" batin Nisa, sembari terus menerus senyum-senyum.


Hari semakin larut, kini dirumah Aba dan Umma sudah kumpul untuk makan malam. Nisa keluar dengan baju tidurnya tetap dengan jilbab panjangnya tapi tidak memakai cadar, dan menghampiri Umma dan Aba yang sedang duduk dimeja makan.


"Umma Abaaa" ucap Nisa dengan nada gembira


"Iya ndooo, kok kamu seperti yang sedang bahagia sekali?" jawab Aba dengan cepat


"Iya nih aba, Nisa seneeeng banget. Akhirnya Nisa merasakan apa yang Nisa mau sebelum menikah" jawab Nisa masih dengan nada yang sama.


"Alhamdulillaaaahhhh sekali naaak" jawab Umma sembari mengelus kepala Nisa

__ADS_1


"Nisa sudah dihubungi Umi Sarita, Aba. Umi juga cerita kalau besok akan mengajak Nisa untuk memilih persiapan pernikahan mereka" tambah umma dengan semangat pada Aba.


"bukan hanya itu bukaaaan?" jawab Aba dengan nada menggoda sembari mengedipkan matanya pada Nisa


"heheheee pasti Aba taukan?" jawab Nisa cepat


"tauuuu dong, karena apapun harus sesuai izin Aba. hehe" ucap Aba terus menggoda Nisa


"aaaahhh Abaaa maaah. Bagaimana nanti setelah menikah harus sesuai izin Aba juga?" ucap Nisa sembari sedikit merengek.


"tidak dong, sudah menikah semua terserah Alfath, akan bergaya apa dengan mu Nis. hahaha" lagi-lagi Aba menggoda Nisa


Umma tertawa, dan Nisa langsung memalingkan wajahnya sembari sedikit kesal tapi tertawa.


"Ini umma, tadi ada santriwati yang dititipi ini" cerita Nisa sembari memperlihatkan buket bunga dan bingkisan itu yang ia simpan di meja riasnya.


"ternyata ini dari mas Alfath" jelas Nisa lagi sembari menunjukan kertas kecil tadi pada Umma, lalu membuka lagi bingkisan permen gummy itu.


"Waaah romantis ya Alfath" ucap Umma setelah mengamati kertas kecil itu.


"iya ya Umma. Mudah-mudahan Nisa bisa mencintai mas Alfath Lillahi taa'ala, dan jodoh dunia akhirat seperti Umma dan Aba sampai banyak cucu. heheheh" ucap Nisa panjang lebar

__ADS_1


Umma hanya tersenyum dan mengaminkan ucapan doa anaknya tersebut.


"ternyata Nisa bisa menerima Alfath dan sekarang udah berfikir seperti itu" batin Umma.


Malam semakin larut, Umma beristirahat dikamarnya disusul Aba yang baru pulang dari ponpes. Begitu juga dengan Nisa, ia sudah tidur terlelap karena tidak sabar untuk hari esok yang ia tunggu-tunggu itu.


------------


Pagi hari tiba.


Nisa sudah bersiap dan mengganti pakaiannya dengan rapi dan bersihnya. Ia tak sabar untuk dijemput sang calon mertua itu.


Sembari menunggu, Nisa duduk diruang tamu, tiba-tiba Aba keluar dari ruang kerjanya.


"Nis sudah rapi begini, sudah siap nih?" Tanya Aba, lagi-lagi selalu menggoda.


"udaaah dong Aba" jawab Nisa seperti anak kecil.


"Oh iya Aba, apa Umma tidak ikut dengan Nisa? kok Umma belum siap ya? malah ke pasar" tanya Nisa panjang lebar


"Tidak Nis, karena Umma sibuk untuk keperluan ponpes dulu. Kamu bersama Umi Sarita, Shaina, Alfath dan supir kayaknya" jawab Aba sembari ketawa menggoda

__ADS_1


"ish Aba ini. ya sudah yang penting banyak orang" jawab Nisa


__ADS_2