Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 42~


__ADS_3

Sewaktu masuk kamar, Alfath terus bersin-bersin dan mengucek hidungnya yang gatal, dan menjadi berubah kemerahan.


"Mas, kenapa? kamu sakit?" tanya Nisa begitu panik


"Kayaknya aku flu deh" jawab Alfath sembari terus bersin dan mengucek hidungnya tanpa henti


"ya sudah ayo berganti pakaian, aku ambilkan ya" ucap Nisa berinisiatif, lalu meninggalkan Alfath yang sedang duduk dipinggir kasur


Nisa yang juga masih menggunakan handuk, tanpa menggunakan baju, begitu juga dengan Alfath, masih menggunakan handuk saja.


"nih mas" ucap Nisa sembari memberikan baju, celana dan baju dalaman Alfath


"sebentar akan ku baluri dulu tubuh mu dengan minyak kayu putih, supaya hangat" lanjut Nisa yang bergegas ke meja riasnya


Nisa dengan sigap membaluri tubuh Alfath dari dada, perut, leher dan punggungnya. Kemudian membantu Alfath untuk menggunakan pakaiannya.


"Sayang, aku gak kuat ingin sekali meminum teh jahe hangat, bisa buatkan sebentar?" ucap Alfath yang masih bersin-bersin


"baik mas, tunggu sebentar ya" jawab Nisa lalu meninggalkan Alfath dan menuju kedapur


Nisa yang belum sempat berganti pakaian dan masih menggunakan handuk, tetap membuatkan minuman yang dipinta oleh suaminya itu. Dengan begitu perhatian dan rasa sayangnya Nisa membuatkan teh jahe hangat untuk Alfath.

__ADS_1


Alfath yang menunggu sembari membaringkan badannya, dan menyelimuti tubuhnya itu untuk menghangatkan tubunya.


Tak begitu lama, Nisa datang dan langsung menyiapkan teh itu didalam gelas dan memberikannya pada Alfath, Nisa membantu Alfath untuk meminumnya juga.


"Makasih ya sayang" ucap Alfath


"iya mas" jawab Nisa sembari menyimpan teh itu kembali dimeja sebelah kasur dengan sedikit membungkuk jadi terlihat payudara dibalik handuk itu.


Alfath menarik tangan Nisa dengan lembut, lalu membuat Nisa jatuh ketubuh Alfath tepat diatas dada Alfath.


"maaasss ihhh" ucap Nisa merasa geli


"aku ingin dihangatkan" ucap Alfath sembari terus memeluk Nisa


Alfath tidur sembari terus memeluk Nisa dibalik selimut.


Waktu terus berlalu, semakin sore. Nisa yang kegerahan karena dipeluk Alfath tak lepas-lepas.


"Mas, aku mau bangun" ucap Nisa dengan lembut karena takut mengagetkan Alfath, dan Nisa membelai pipi Alfath yang ternyata Alfath demam.


"ya Allah mas, kamu demam" ucap Nisa lagi

__ADS_1


"kepalaku pusing, sayang" jawab Alfath dengan suara seraknya


"aku siapkan obat ya? Apa kita kedokter saja mas?" ucap Nisa dengan panik


Alfath tidak menjawab Nisa, Alfath tertidur dengan badan yang demam. Nisa dengan paniknya mencari ponsel Alfath untuk meminta bantuan asistennya Alfath, yaitu Rio.


Ponsel Alfath, yang tertinggal dibawah membuat Nisa memutuskan untuk memakai baju terlebih dahulu, lengkap menggunakan cadarnya.


"Mas, aku siapkan makan dulu saja ya. Lalu minum obat. Jika masih demam akan ku panggilkan dokter" ucap Nisa berbisik pada Alfath dan Alfath hanya mengangguk mengiyakan


Nisa membuatkan sup daging yang kayak akan rempah-rempah, seperti yang sering Umma buatkan untuk Nisa sewaktu sakit flu.


Nisa juga membuatkan lagi teh jahe untuk Alfath supaya tetap hangat.


Masakan itu sudah siap, Nisa naik kelantai atas hendak menyuapi Alfath, tapi Nisa mendapati ponsel Alfath berbunyi tanda pesan masuk, ia bawa sekalian ponsel itu.


Nisa masuk kedalam kamar dengan nampan yang berisi 1 mangkuk sup, 1 mangkuk nasi, 1 gelas air putih, dan obat flu. Nisa melihatn Alfath seperti yang kedinginan.


Nisa menyimpan nampan itu dimeja samping kasur itu, dan membangunkan Alfath perlahan.


"Mas, makan dulu" ucap Nisa dengan lembut

__ADS_1


"iya sayang" jawab Alfath sembari menyenderkan badannya kepinggir kasur


Nisa menyuapi Alfath dengan begitu telaten. Setelah makanannya habis, Nisa memberi obat dan mengompres dahi Alfath dengan handuk yang dibasahi air.


__ADS_2