
Alfath lalu memesankan beberapa jenis bakso, dan yang pasti pakai bihun.
Nisa yang menunggu dihalaman belakang, sembari duduk santai dikursi selonjoran kakinya.
Alfath duduk dikursi yang sama disamping Nisa, lalu menggenggam tangan Nisa.
"Kamu sudah memberi kabar pada Umma dan Aba?" tanya Alfath
"sudah mas kemari sewaktu datangpun langsung ku kabari Umma" jawab Nisa menjelaskan
"alhamdulillah syukur kalau begitu" ucap Alfath dengan cepat.
"mas, masih lama kah baksonya?" tanya Nisa sudah tak sabar.
"sebentar aku lihat dulu" jawab Alfath langsung melihag ponselnya dan membuka aplikasi send food online
"sedang dipesankan direstorannya, sayang. Sabar sebentar ya" ucap Alfath memberitahu
"aku jadi gampang lapar mulu deh" ucap Nisa tiba-tiba
"apa sebelumnya kamu tidak begini?" tanya Alfath penasaran
__ADS_1
"tidak mas, bahka aku jarang sekali untuk ngemil. Aku hanya makan nasi sehari tiga kali, diluar itu aku jarang untuk makan makanan ringan" jelas Nisa yang juga aneh pada dirinya sendiri
"oh begitu" jawab Alfath
"apa aku tespek saja ya mas? biar pasti aja dulu gitu" ucap Nisa meminta saran
"boleh sayang, nanti kita beli ya tespeknya" jawab Alfath
"Tapi aku takut hasilnya mengecewakan mas" ucap Nisa dengan gelisah
"kalau memang hasilnya negatif ya gak apa-apa sayang, kita berusaha lagi. Allah akan kasih kita diwaktu yang tepat" jawab Alfath panjang lebar, menenangkan hati istrinya itu.
"iya mas, insyaallah aku bisa nerima apapun hasilnya" jawab Nisa
Nisa sudah menyiapkan mangkuk untuk memakan bakso, karena sudah merasa tak sabar. Nisa juga sudah duduk dimeja makan. Alfath yang diberi pesan oleh Nisa tidak lama-lama, langsung mengambil pesanan makanan itu dari driver ojol dan membayarnya, seperti biasa Alfath selalu memberikan uang tips
Alfath menghampiri Nisa dimeja makan, dengan satu kantong sedang ditangannya.
"Nih sayang, ayo buka" ucap Alfath sembari menyimpan kantong itu diatas meja
"sini mas" ucap Nisa sembari mengambil bungkusan bakso itu
__ADS_1
"kok banyak banget sih mas?" tanya Nisa karena heran karena yang Alfath pesan ternyata sampai 4 porsi bakso
"iya sayang, ini beda-beda" jawab Alfath
"Mas takut kalau kamu gak kenyang" tambah Alfath menggoda
"ish Mas ini" jawab Nisa cepat sembari menuangkan semua bakso itu kedalam 4 mangkuk berbeda
"yang ini bakso urat, ini bakso balungan, ini bakso isi daging, dan yang ini bakso iga" jelas Alfath menjelaskan isian bakso itu
"waaah beda-beda yaaa" jawab Nisa sembari terus memandangi bakso itu dari ujung kanan keujung kiri
"iya kamu bener, aku jadi ingin coba semua hehe" lanjut Nisa lalu mencoba menyeruput kuahnya yang masih panas itu
"boleh sayang, aku sih sisanya aja" jawab Alfath mengalah
"makan berdua saja" ucap Nisa
"dipakaikan sambal gak apa-apa kan mas?" ucap Nisa lagi meminta izin
"aku sih gak apa-apa" jawab Alfath meyakinkan
__ADS_1
Lalu Nisa menuangkan sambalnya pada salah satu mangkuk bakso itu. Nisa dan Alfath memakan bakso itu berganti-gantian. Alfath mengamati ekspresi Nisa yang sedang asik memakan bakso-bakso itu, dan terus menyeruput bihun halus dimangkuknya