
Nisa dan Alfath lagi-lagi bangun kesiangan. Mereka kebangun selalu oleh alarm Nisa, jam 04.00WIB. Mereka bergegas mandi, dan kini Alfath buru-buru untuk ke masjid, karena ia takut tidak keburu sholat subuh berjama'ah di masjid. Sementara Nisa yang masih dikamar mengganti lagi sprei bekas mereka tidur karena ada bekas bercak lendir, dan menggantinya dengan sprei baru. Kemudian Nisa bergegas mandi dan sholat subuh, setelah selesai Nisa kebelakang untuk mencuci sprei itu dan membantu Umma memasak untuk sarapan.
"Nis, kamu mau nyuci?" tanya Umma yang sedang memotong sayuran
"iya nih Umma, Spreinya kotor lagi" jawab Nisa sembari memasukan sprei itu kemesin cuci dan memutarkan keran yang langsung masuk kemesin
Umma tidak menjawab, hanya tersenyum dan berpikir namanya juga pengantin baru batin umma.
Umma masih dengan memotong sayuran, Nisa bergegas membantu Umma mencuci beras untuk menanak nasi.
"Umma, hari ini Nisa akan tinggal dirumah suami Nisa. Nisa tidak lagi seperti ini dengan Umma, Nisa pasti merindukan Umma" Ucap Nisa dengan suara yang lirih
"Iya sayang, kamu sudah menjadi seorang istri. Jadilah istri yang baik untuk suami mu, istri yang selalu dibutuhkan oleh suami" Jawab Umma yang sebenarnya berkaca-kaca
"Umma dan Aba akan tinggal berdua mulai besok, Umma tidak perlu lagi masak banyak yaa" Ucap Nisa sembari bercanca tapi sebenarnya matanya berkaca-kaca
"hem kamu ini" jawab Umma tertawa sembari mengusap air matanya
"Jadi istri yang terus berbakti pada suami, dan pesan Umma yang paling penting kamu harus bisa membuat suamimu lebih berbakti pada ibu bapaknya yaaa" Lanjut Umma menasehati
"insyaallah Umma, Nisa selalu ingat pesan dan apapun yang sudah Umma dan Aba ajarkan" jawab Nisa yang sudah memasukan beras untuk di masak kedalam rice cooker, langsung memeluk Umma dari belakang dan jatuhlah air matanya
"eeeh jangan menangis nak, Umma dan Aba akan selalu mendoakan Nisa, semoga Nisa dan Alfath berjodoh sampai surga nanti dan dikaruniakan anak yang sholih sholihah" ucap Umma yang sebenarnya juga meneteskan air matanya
"aaaammmiiinnn terimakasih banyak ya Umma, Aba. Nisa janji setiap nasihat Umma dan Aba Nisa akan amalkan" jawab Nisa yang tetap memeluk
Umma hanya mengangguk dan menghapus air matanya.
Aba dan Alfath sudah pulang dari masjid, mereka sedang mengobrol diruang keluarga. Membicarakan persiapan untuk kepulangan Alfath ke Surabaya.
__ADS_1
"Apa perlu kami antarkan nak Alfath?" ucap Aba
"tidak perlu Aba. Aba dan Umma pasti lelah setelah hari pernikahan kemarin, belum lagi sekarang Aba dan Umma mengajar di ponpes" Jawab Alfath
"tidak nak Alfath" ucap Aba cepat
"Aba dan Umma main ke Surabaya setelah kami membereskan rumahnya saja ya, biar Umma dan Aba kesana tempatnya sudah nyaman. Kalau sekarang masih berantakan" ucap Alfath menjelaskan
"Iya nak Alfath" jawab Aba tersenyum
"Apa barang-barang Nisa sudah disiapkan mana saja yang akan dibawa pindah?" tambah Aba menanyakan
"sudah semua Aba" jawab Alfath
"oh iya, mungkin setelah Nisa pindah ke Surabaya tidak akan lagi mengajar di ponpes ini, apa tidak apa-apa Aba?" tanya Alfath mengkhawatirkan
Nisa memanggil Aba dan Alfath keruang keluarga untuk mengajak sarapan. Aba jalan terlebih dahulu, Nisa bergandengan dengan Alfath sembari bercanda.
Mereka semua menikmati sarapan buatan Umma, dan Teh hangat yang Nisa buat.
Sarapanpun selesai, Nisa membantu Umma membereskan meja makan.
"tidak usah dicuci, biarkan saja nak. Biar Umma yang akan mencucinya" Ucap Umma menahan
"tidak apa Umma, biar Nisa bereskan" jawab Nisa cepat
"tidak usah nak. takut kalian telat naik pesawatnya sayang" Jawab Umma lagi-lagi menahan
"oh iya nak Alfath, berangkat jam berapa sekarang?" tanya Aba pada Alfath
__ADS_1
"jam setenga 8 saja Aba, tunggu Umi dan Papa akan menjemput kesini. Kami akan ke Jakarta dulu lalu naik pesawat menuju Surabaya" Jelas Alfath
"ya sudah kalau begitu, semoga perjalanan kalian selamat ya nak" jawab Aba
"aaammiinn ya allah" jawab Alfath dan Nisa
Alfath dan Nisa masuk kedalam kamar untuk membereskan lagi barang-barang bawaan yang akan mereka bawa.
Nisa hanya membawa 1 koper baju berukuran besar dan tas berukuran sedang.
Alfath yang juga membawa barang hanya membawa 1 koper berukuran sedang.
Waktu menunjukan pukul 07.17 WIB, orangtua Alfath sudah datang dengan mobil milik Alfath dan seorang supir yang dikirimnya dari perusahaannya.
Nisa dan Alfath berpamitan untuk pergi, begitu juga dengan kedua orangtua Alfath.
Nisa yang terakhir masuk kedalam mobil masih memeluk Umma dan Aba sembari meneteskan air matanya.
"Nisa akan selalu mendoakan Aba dan Umma agar Allah selalu memberikan kesehatan" Ucap Nisa yang terus meneteskan air matanya
"Iya nak, aaammiinnn. Kamu baik-baik ya disana" ucap Aba dan Umma berbarengan
Umma terlihat begitu tegar kali ini, karena tidak ingin dilihat anaknya bersedih.
"Umma, Aba kalau ada keperluan apa-apa, kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk menghubungi Alfath ya, Alfath akan bantu sebisa mungkin" Ucap Alfath lalu menyalami kedua mertuanya itu
"iya nak Alfath" jawab Umma cepat
Aba dan Umma sudah tau bahwa Alfath ini banyak orang yang bisa ia mintai bantuan dimana-mana disetiap kotanya, karena Alfath adalah orang yang cukup ternama karena bisnisnya dimana-mana.
__ADS_1