Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 96~


__ADS_3

Alfath tetap dengan pandangan yang kosong, tapi otaknya banyak pikiran. Membuat Rio yang melihatnya semakin penasaran ada apa dengan Bosnya ini.


"Pak?" lagi-lagi tanya Rio mengalihkan lamunan Alfath


"Saya sedang diuji" jawab Alfath dengan menundukan pandangannya


"Ada masalah apa Pak? Saya akan bantu sebisa saya" ucap Rio mencoba menenangkan


"Istri saya sedang hamil, tapi ini juga yang membuat kami sangat cemas" ucap Alfath mencoba menceritakannya


"Bagaimana kondisi Bu Annisa dan Janinnya Pak?" tanya Rio langsung mengerti kemana arah pembicaraannya karena ia juga seorang suami


"Istri saya sehat, tapi janin kami lemah" jawab Alfath terbata-bata sedikit tertahan


"Astagfirullah" ucap Rio ternganga


"Insyaallah calon anak Bapak pasti kuat, pasti lahir dengan selamat" Lanjut Rio lagi memberi semangat


"Aaammmiinnn mudah-mudahan" jawab Alfath cepat


"Saya harus menjaga istri saya ekstra karena dirumah kami hanya berdua setelah keluarganya kembali pulang, sementara saya juga harus bekerja" lanjut Alfath


"Apa tidak sebaiknya Bapak menggunakan jasa asisten rumah tangga yang standby setiap hari dirumah?" ucap Rio memberi saran


"Yaaa sekalian untuk menjaga Bu Annisa saat Bapak ke kantor" lanjut Rio


"Iya kamu benar. Itu yang saya khawatirkan. Kalau begitu saya akan memanggil Bi Inem untuk bekerja dirumah saya" jawab Alfath kini dengan nada semangat karena merasa ada jalan keluar


"Baik Pak, biar saya saja yang urus bagaimana?" Ucap Rio menawarkan bantuan

__ADS_1


"Boleh, terimakasih banyak ya Rio. Kamu bukan cuma asisten saya, tapi juga seperti keluarga buat saya" jawab Alfath sembari menepuk pundak Rio yang duduk di hadapannya


"Sama-sama Pak, saya juga sangat senang bekerja bersama Bapak" ucap Rio dengan cepat


Lalu Rio meninggalkan ruangan Alfath, dan membiarkan bosnya itu untuk bekerja lagi.


Rio dengan cepat langsung menghubungi pihak jasa cleaning service langganan Alfath, untuk meminta no ponsel Bi Inem seperti yang Alfath mau.


Hari semakin sore, dirumah Alfath, Nisa, Umma juga Salma sedang berbincang-bincang santai dihalaman belakang dekat kolam renang.


"Umma, rasanya Nisa tidak ingin jauh dari Umma" ucap Nisa sembari duduk bermanja dengan Umma


"Kamu sekarang seorang istri, Nak. Ini lah resikonya punya anak perempuan, sudah menikah pasti ikut dengan suaminya" jawab Umma sembari mengelus kepala Nisa lembut


"Iya Nis, kamu harus sing sabar" ucap Salma


"Dulu Mbak Salma hamil bagaimana?" tanya Nisa mengorek pengalaman kakaknya itu


"Dulu Mbak juga sewaktu hamil tidak mudah Nis, walau kandungan mbak tidak diponis lemah, tapi mbak juga ngalamin banget gampang sakit" jawab Salma menjelaskan


"Oh ya?" ucap Nisa "Mungkin emang hamil gak mudah ya?" lanjut Nisa


"Iya sayang, ini namanya nikmat seorang ibu. Menjaga dan mengasihi anaknya sudah sedari kandungan, sebelum anaknya lahirpun sudah amat berusaha menjaganya, apa lagi menyayanginya" ucap Umma


"Iya, Umma bener. Salma jadi sangat ngerasain, namanya kasih seorang ibu sepanjang masa tuh ternyata gini" ucap Salma


"Nisa sayang Umma" ucap Nisa sembari memeluk Umma dan meneteskan air matanya


Umma juga balik memeluk Nisa, dan mengelus punggung Nisa. Umma adalah salah satu orang yang sangat bersedih saat mengetahui cobaan yang datang pada anaknya itu.

__ADS_1


"Walau kita tidak berdekatan, percayalah doa Umma dan Aba selalu untuk semua anak cucu mantu kami" ucap Umma sembari berkaca-kaca


Tak terasa waktu semakin larut, Umma dan Salma selalu memberi semangat untuk Nisa.


Nisa bergegas naik ke kamarnya, dengan jalan perlahan, ditemani oleh Umma.


"Umma, tak apa Nisa bisa sendiri" ucap Nisa menahan seraya tak ingin merepotkan


"Umma antar sampai kamar yaaa" jawab Umma sigap


Nisa masuk kedalam kamarnya, lalu bergegas untuk mandi sore dan berganti pakaian. Umma yang kembali kebawah langsung kedapur untuk menyiapkan bahan masakan, untuk dihidangkan makan malam.


Nisa yang sudah selesai berganti pakaian, juga langsung menghampiri Umma dan membantu didapur.


Tak lama Alfath pulang dan masuk kedalam rumah tanpa dibukakan pintu oleh siapapun, tapi tetap dengan ucapan salamnya. Nisa yang mendengarnya langsung menghampiri suaminya itu.


"Mas sudah pulang?" tanya Nisa sembari menyodorkan tangannya untuk mencium tangan suaminya itu


"Sudah sayang, kamu baik-baik saja kan?" jawab Alfath balik bertanya sembari mencium kening istrinya itu


Kemudian Alfath duduk dikursi meja makan, diikuti dengan Nisa yang sudah membawakan segelas air minum dan Umma yang juga menyambut menantunya itu pulang.


"Sayang, mulai besok akan ada yang bekerja membantu kita dirumah, agar kamu tidak repot" ucap Alfath sembari menerima segelas air minum yang diberikan Nisa


---------------------------------------------------


Kakak-kakak jangan lupa vote, dan pointnya yaaa 😊


Makasih buat yang selalu setia membaca novel ini, itu tandanya selalu dukung author 😉

__ADS_1


__ADS_2