Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 7~


__ADS_3

Akhirnya Nisa membalikan badannya, tapi ia menundukan pandangannya.


"iya kenapa?" jawab Nisa lirih


"ada yang ingin aku bicarakan Nis dengan kamu" ucap Azam tergesa-gesa sembari ngos-ngosan karena capek mengejar Nisa.


"bicaralah ka Azam, Nisa buru-buru karena masih ada urusan" Nisa beralasan agar ia dan Azam tidak terlalu lama ngobrol.


"mari ikut denganku, kita mengobrol depan teras kelas saja, disini panas Nisa" ajak Azam, karena itu memang dilahan Parkir


"disini saja ka, Nisa buru-buru soalnya. tidak ada yang pentingkan ya?" tolak Nisa dengan tegas.


Sebenarnya Nisa kepanasan karena ia menggunakan dress hitam dari kepala sampai kaki.


"menurutku ini penting sekali Nisa" jawab Azam berhati-hati


"Apa itu?" sahut Nisa penasaran tetap dengan nada terburu-buru

__ADS_1


"Aku ingin kita berta'aruf, Nisa. Bukankah kamu belum menikah?" ucap Azam terburu-buru karena malu. Nisa langsung nengok kearah Azam


"Aku akan mengajak ayah dan ibuku untuk meminta ta'aruf kita keorangtua mu, orangtuaku akan datang hari kamis sekarang" lanjut Azam


Nisa sangat terkejut, batin Nisa langsung bergejolak "kenapa tidak dari dulu, kenapa baru sekarang, kenapa tidak kemarin saat pertama bertemu"


Nisa hanya terdiam, karena benar-benar terkejut. Tidak sepatah katapun Nisa menjawab.


"Bagaimana Nisa? apa boleh?" Tanya Azam lagi.


"Maaf ka Azam, Nisa akan menikah hari Jum'at sekarang" Jawab Nisa dengan lirih karena sebenarnya ia menahan tangis


"dengan lelaki pilihan Aba. Assalamu'alaikum, Nisa duluan ka" jawab Nisa terburu-buru sambil menundukan pandangannya dan masuk kedalam mobilnya itu, lalu berlalu meninggalkan Azam yang masih berdiri diparkiran itu.


Azam sebenarnya menyukai Nisa semenjak mereka bertemu waktu di kampus acara baksos dulu, cuma Azam belum siap untuk mengajak Nisa berta'aruf dan menikah, karena Azam belum kerja waktu itu.


Azam sangat menyesal, mengapa tidak waktu pertama bertemu langsung bicarakan ini pada Nisa. Azam sangat mengerti bahwa sekarang Nisa sudah akan menikah, itu tandanya sudah ada jodohnya, dan tidak mungkin lagi baginya untuk menikahi Annisa.

__ADS_1


-----------


Didalam mobil, selama perjalanan Nisa meneteskan air matanya. Nisa tahu dia tak mungkin lagi untuk bisa menikah dengan Azam lelaki yang selama ini ia idamkan sebagai suami, karena Nisa sudah menerima lelaki pilihan Aba dan itu adalah Alfath lelaki kekinian.


Nisa terus melajukan mobilnya, tapi tidak ke jalan pulang. Nisa terus melajukan mobilnya itu menjauh dari ponpes, dan menuju rumah kakaknya itu.


kini ia menuju rumah Mbak Salma, Nisa hanya bisa cerita dengan Mbak Salma karena gak mungkin langsung cerita ke Umma, karena Umma sedang sibuk mengurus pernikahan untuk Nisa.


Sesampainya dirumah Mbak Salma, Nisa langsung mengetuk pintu rumah Salma yang sederhana tapi luas itu.


--toktoktok-- suara pintu terdengar, Salma menerka-nerka siapa yang datang jam segini sebelum ashar, karena Salma sedang sibuk mengurusi bayi kecilnya itu.


"Assalamu'alaikum..." tiba-tiba terdengar suara lirih seperti orang habis menangis dari balik pintu luar


"walaikumsalam" jawab Salma cepar sembari terburu-buru memutar kunci rumahnya.


"Nisaaaa..." ucap Salma kaget ketika melihat adik bungsunya itu yang ternyata datang

__ADS_1


"mbaaak..." tiba-tiba Nisa langsung memeluk erat tubuh Salma sembari menangis.


"ya allah, ada apa ini Nisa? kenapa kamu?" jawab Salma dengan paniknya, dan langsung mengajak Nisa yang masih dalam pelukannya itu untuk duduk diruang tamu.


__ADS_2