Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 29~


__ADS_3

Disepertiga malam Nisa seperti biasa, bangun untuk sholat malam. Nisa tersadar kenapa Alfath tak ada disampingnya, Nisa bangun dan masih duduk di kasur, ia melihat lampu menyala diruangan kamar yang diskat oleh lemari-lemari besar, itu adalah tempat ganti baju sekaligus untuk sholat didalam kamar. Nisa melihat cahaya lampu itu, karena ditempat ia tidur gelap, Nisa yang juga mencari Alfath lalu menghampiri ruangan itu. Dilihatnya di dalam ruangan itu Alfath sedang sujud dalam sholatnya, diatas sejadah yang ia gelar. Nisa mengamati terus sholat Alfath.


"ya memang suamiku orang yang bertakwa, meski tidak berpenampilan seperti layaknya santri tapi ia dekat dengan Allah. Dia juga membedakan baju untuk ibadah" batin Nisa yang mengagumi suaminya meski dengan penampilan yang kekinian jauh keliatan dari penampilan ustad tapi Alfath mengerti sewaktu sholat menggunan baju takwa dan sarung


Nisa yang juga akan melaksanakan sholat malam itu jadi hanya termenung memperhatikan suaminya itu dari belakang, karena ia akan masuk toilet pasti terlihat oleh Alfath, membuat Nisa tidak enak untuk mengganggu ke khusyuan sholat Alfath.


Setelah menyelesaikan sholatnya, Alfath dzikir lalu berdoa dengan suara pelan yang sangat lirih.


"ya allah ampuni dosaku, ampuni semua dosa-dosa dan khilafku, ampuni dosa kedua orangtuaku, ampuni kami semua ya allah" Ucap Alfath sembari menengadahkan tangannya.


"ya allah ya rohman ya rohim, ampuni aku yang penuh dosa ini, berikan aku rahmat mu agar selalu bersyukur, berikan aku rahmat mu agar bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk semua saudaraku. Terimakasih telah menganugrahi aku kebahagiaan yang tiada bandingnya, menitipkanku seorang istri yang begitu sholihah, karuniakan pada kami rumahtangga yang sakinah mawaddah warrohmah, dan anak yang sholih sholihah. aaammiinnn ya rabbal'alamin"


Alfath yang berdoa sembari meneteskan air matanya, membuat Nisa terharu. Begitu bahagianya Alfath bisa menikahi Nisa. Setelah Alfath menghapus air matanya, dan berdzikir, kemudian Nisa masuk untuk ke toilet terlebih dahulu untuk wudhu.


"Sayang, sudah bangun ya, aku baru akan membangunkan" Ucap Alfath


"iya mas, aku juga biasa bangun untuk sholat malam. eh sewaktu bangun, mas tidak ada disampingku, ternyata mas udah sholat duluan" jawab Nisa


"iya sayang, maaf ya. Aku takut kalau aku bangunkan tadi masih terlalu malam" jelas Alfath


"tidak apa-apa mas" ucap Nisa langsung masuk ke toilet.

__ADS_1


Alfath masih berdzikir diatas sajadahnya. Nisa baru saja keluar dari toilet, menggelar sajadahnya dan sholat seorang diri. Setelah Nisa selesai sholat, dan sedang berdzikir tiba-tiba Alfath bangkit dari sajadahnya lalu meninggalkan Nisa sendiri


"aku tunggu dikasur ya sayang, aku takut kamu tergangu dengan adanya aku, ini waktu intim kamu dengan Allah" ucap Alfath sembari meninggalkan Nisa dan kembali kekasur


Alfath membiarkan Nisa untuk curhat dengan Allah, karena Alfath tau ini adalah waktu yang sangat dekat dengan Allah, karena Alfath pun selalu begitu.


Nisa yang masih dalam sajadahnya lalu menengadahkan tangannya, lalu berdoa pada Allah. Tidak ada yang beda dengan doa Alfath, Nisa juga menceritakan tentang kebahagiaannya dijodohkan dengan pria sholih seperti Alfath.


Setelah selesai Nisa lalu menghampiri Alfath yang sudah menunggu dikasur.


Alfath tidak langsung tidur lagi, Alfath menunggu Nisa dan duduk menyenderka badannya saja menggunakan bantal.


"mas belum tidur lagi?" tanya Nisa yang melihat Alfath sedang membuka HPnya


"iya mas sebentar" jawab Nisa karena ingin minum dulu


"kamu sedang apa mas? ini masih malam, ayo tidur lagi" tanya Nisa sembari mendekatkan kepalanya pada pundak Alfath


"aku sedang mengecek email pekerjaan" jawab Alfath sembari melihatkan layar HPnya


"oh iya mas. Tentang apa?" tanya Nisa sebenarnya penasaran dengan pekerjaan Alfath

__ADS_1


"kamu boleh mempelajarinya sayang. Nanti akan ku beritahu" ucap Alfath "sekarang kita tidur lagi ya, pagi harus mengantar Umi dan Papa ke Bandara" lanjut Alfath


Nisa dan Alfath tidur lagi sebentar, karena waktu sudah hampir subuh. Sementara Nisa harus menyiapkan sarapan, jadi hanya tidur sebentar.


Waktu sudah menunjukan pukul 04.00 Nisa kebangun lagi, dan langsung menuju dapur. Tidak lupa Nisa menggunakan cadarnya, karena dirumah masih ada Papa.


Nisa langsung menanak Nasi, menyiapkan roti tawar, selai di atas meja dan memasak air untuk membuat Kopi atau teh hangat.


Waktu terus berjalan, adzan subuh berkumandang. Setelah mematikan kompornya, Nisa langsung menuju kamarnya lagi untuk melihat Alfath sudah bangun atau belum. Ternyata Alfath sudah bangun dan akan ketoilet untuk mandi.


"eh mas sudah bangun" ucap Nisa


"iya, kamu sudah ngapain sayang?" tanya Alfath


"sudah menyiapkan sarapan, aku takut Umi dan Papa tidak sarapan Nasi jadi ku siapkan roti juga" Jelas Nisa


"Mereka mah sih sarapan apa saja, yang penting ada makanan" jelas Alfath memberitahu


"ya udah syukur deh kalau begitu, tapi aku tidak memasak lauk yang lain mungkin hanya ceplok telur, karena di kulkas tidak ada bahan masakan cuma ada telur" ucap Nisa


"hehe iya memang, ya sudah tidak apa-apa" jawab Alfath sembari tertawa

__ADS_1


"yu kita bersiap sholat subuh" lanjut Alfath


Nisa dan Alfath mandi bareng, karena toilet dikamar hanya 1 dan gak mungkin mandi di toilet bawah karena pasti repot untuk berganti pakaian nantinya


__ADS_2