Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 55~


__ADS_3

Wanita itu terus mendekat kearah Alfath, masih diikuti langkahnya oleh sang body guard. Rio tidak menjauh dari Alfath, Rio dan sang office boy tetap berada ditempatnya tidak jauh dari tempat berdiri Alfath.


"Mau apa kamu?" ucap Alfath membuka suara


"Aku kan sudah bilang, akan melakukan apa saja untuk mendapatkan mu" jawab Wanita itu dengan tangan memegang kemeja, dan mendongakkan badannya, seraya mendekati wajah Alfath.


"Daaaan kamu, sangat berani untuk mengambil tindakan!" lanjutnya dengan kesal


"Karena anda pantas untuk itu!" ucap Alfath dengan nada yang tegas


"oh yaaaa?" ucap wanita itu menyebalkan


"Sekarang lihat saja siapa yang duluan akan terjerat!" lanjutnya


"Cukup Mawar!" suara Alfath semakin tinggi


"Dengan seperti ini kamu justru mempermalukan diri mu sendiri!" lanjut Alfath


Nisa begitu ketakutan, ia tetap berada digenggaman Alfath tepat dibelakang tubuh suaminya itu.


"Aku tidak perduli!" teriak Mawar kesal


"Ini istri mu?" Ucap Mawar semabri ingin melihat Nisa, tapi ditahan oleh Alfath dan dibantu sang office boy untuk mencegah

__ADS_1


"Sangat tidak pantas disamping mu! Apa yang istri mu berikan? Badannya saja ia tutupi, bagaimana memuaskan hasrat mu? Alfath sayaaang" ucap Mawar panjang lebar


"Itu ursan kami berdua!" jawab Alfath cepat


"Dan kamu harus tau, wanita itu layaknya Buah jika ia terbuka akan dikerumuni lalat tapi jika sudah sarinya hilang semua lalat akan meninggalkannya! Ibarat banyak lelaki menginginkan dirimu, tapi setelah puas ia pergi meninggalkan mu!" Jelas Alfath sangat tegas


Mawar terus semakin kesal, tidak terima dengan jawaban Alfath. Mawar kini merasa malu dibuatnya. Mawar semakin mendekatkan diri kepada Nisa berniat untuk menyakiti Nisa, Alfath yang sigap mencegahnya.


Tidak berapa lama, tiba-tiba beberapa orang polisi dan juga pengacara Pak Maruar datang kekantor.


"Jangan bergerak!" ucap Polisi sembari mengangkat pistolnya


Body guard yang sedang menahan securitypun sudah ditangkap terlebih dahulu, kini giliran Mawar dan satu lagi body guardnya itu. Kini Mawar dan dua orang body guardnya sudah ditangkap Polisi, dan mereka langsung diamankan kekantor polisi terdekat.


"Sayang, kamu gak kenapa-napa?" tanya Alfath begitu khawatir


"Aku lemas sekali mas" jawab Nisa lemah


Rio yang sigap kembali mendekatkan kursi untuk Nisa duduk, dan sang office boy membawakan Nisa air minum kemasan langsung diberikan pada Alfath.


Kaki Nisa sangat gemetar, tubuhnya begitu lemas. Nisa tak sanggup mengatakan apapun lagi saat itu.


"Pak, apa sebaiknya dibawa ke rumah sakit?" tanya Rio dengan sigap

__ADS_1


"Gak usah mas" jawab Nisa dengan sangat lemah


"Aku ingin istirahat dulu saja disini" tambah Nisa memberi tahu pada suaminya itu.


Sebenarnya ketika semua orang diam ketakutan, Lia yang juga dipojok bersama karyawan lainnya, dengan cepat menghubungi Pak Maruar untuk meminta datang bersama Polisi.


"Sebaiknya dibawa saja ke Rumah Sakit pak" ucap Pak Maruar


"Iya pak. Mungkin istri saya ingin duduk sebentar dulu" jawab Alfath


"Alhamdulillah, terimakasih banyak ya Pak. Bapak datang disaat yang tepat" ucap Alfath


"Sama-sama Pak. Saya tadi dikirim pesan oleh Lia, makanya saya tahu. Sementara saya kebetulan sedang dikantor Polisi untuk menindak lanjuti laporan kami" jawab Pak Maruar menjelaskan.


Semua karyawan wanita terlihat sangat trauma dengan kejadian ini, banyak dari mereka terlihat wajahnya sangat pucat.


"Perhatian semuanya" ucap Alfath


"Untuk kalian semua saya harap tenang. Tidak akan ada lagi kejadian seperti ini, saya jamin. Dan keselamatan kalian akan kami jamin" tambah Alfath menenangkan


Semua karyawan dipulangkan. Kantor yang sangat berantakan diberesi oleh semua karyawan sebelum pulang.


Alfath pergi meninggalkan kantor terlebih dahulu, Nisa yang sangat lemas Alfath gendong untuk ke mobil, Rio dan Lia membantu menyiapkan mobil.

__ADS_1


Alfath langsung mengemudikan mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit. Sementara Nisa memejamkan matanya, dan terlihat tidak sadarkan diri.


__ADS_2