
Nisa, Alfath dan Shaina duduk bersama dibalkon lantai atas untuk sekedar berbincang-bincang. Alfath mengalihkan pembicaraan tadi, dengan menanyakan keadaan Shaina, lalu Shaina juga menanyakan tentang perut Nisa yang sudah isi apa belum.
"Kak Nisa, apa sudah ada tanda-tanda hamil belum?" tanya Shaina
"Kemarin sih sempat ada, tapi ya memang belum dinyatakan positif" jawab Nisa
"Oh begitu, kakak sudah periksa ke dokter?" tanya Shaina lagi-lagi penasaran
"Sudah. Usg sudah, pakai tespekpun sudah" jawab Alfath menimbrung
Hari ini berganti, malam menjadi pagi. Nisa dan Alfath bersiap untuk acara kumpul keluarga besar Swain, Nisa dan Alfath menggunakan baju dengan warna senada, begitu juga dengan Umi dan Papa juga Shaina. Mereka bersiap untuk berangkat menuju tempat acara, tempatnya itu outdoor disebuah kebun pinus milik keluarga Alfath, yaitu halaman belakang rumah Neneknya Alfath yang disulap menjadi tempat acara yang sangat indah.
Alfath kini yang mengendarai mobil, dan melajukannya dengan sangat tenang karenan memang mereka berangkat dengan waktu yang tidak begitu mepet.
Sesampainya disana, tempat itu sudah ada beberapa orang, ada keluarga adiknya Papa beserta anak cucunya, juga Oma Alfath yaitu Nyonya Risha Swain yang berumur sekitar 90 tahun yang begitu tua tapi masih mengingat semua keluarganya bahkan badannya masih sehat tidak ada penyakit, hanya saja jalannya sudah mulai melambat, karena memang termakan usia.
__ADS_1
Kedatangan Nisa dan Alfath membuat semua orang memandang kearah mereka semua. Umi, Shaina dan Papa juga sudah menyapa semua keluarga besarnya dan mengenalkan Nisa menantunya. Kini mereka semua hendak menghampiri wanit yang kini sudah sangat tua yang duduk disebuah kursi paling depan.
"Assalamu'alaikum Oma" ucap Alfath lalu berlutut dihadapannya sembari mencium tangan keriputnya itu
"Walaikumsalam" jawabnya dengan suara yang begitu lemah layaknya orangtua
Lalu giliran Papa, Papa juga sama berlutut didepan Oma sembari menciumi tangannya, juga memeluknya. Papa begitu hormat sekali pada Oma, dan Papa anak yang sangat patuh pada ibunya itu.
"Mama ini John" ucap Papa berbahasa Inggris, karena Oma memang tidak bisa berbahasa Indonesia
"Mama, ini Sarita" ucap Umi sembari membungkuk menyalaminya
"Iya iya. Mana menantu mu?" tanyanya karena Ia tahu kalau Alfath menikah beberapa bulan lalu
"Assalamu'alaikum Oma, Ini Annisa" ucap Nisa dengan berdebar-debar
__ADS_1
"Istrinya Mas Alfath" lanjutnya
Lalu Alfath mentranslate ucapan Nisa itu kedalam bahasa Inggris supaya Oma mengerti.
"Oh iya Al. Mana wajah istri mu, Oma ingin pegang" ucapnya sembari memegang tangan Nisa yang hendak mendekatkan wajahnya kehadapan Oma lalu dirabanya sembari diperhatikan terus lebih dalam oleh matanya yang kini sudah buram
"Wajah mu tak terlihat, hanya kain yang Oma pegang, hidung dan bibir mu tak terlihat" ucap Oma lagi
"Iya Oma, Istri Al pakai cadar" jawab Alfath menjelaskan
"Dia seorang muslimah, beragama Islam. John sudah pernah menjelaskan asal usul keluarganya pada Mama, John harap Mama dapat menerimanya" Ucap Papa langsung
"Mama berharap Alfath cucu kesayanganku itu menikahi gadis bangsawan Inggris! Agar dia menetap kembali di London!" Jawab Oma dengan cepat dan sangat getir suaranya
"Cukup untuk ku menerima kau saja yang menikahi wanita muslimah" lanjutnya dengan meneteskan air mata.
__ADS_1
Pernikahan Papa dan Umi sebenarnya tidak direstui oleh Oma. Papa hanya direstui oleh Alm. Opa, selama umur pernikahan Papa dan Umi baru memasuki setahun, 2 tahun tidak pernah Papa berani mengajak Umi untuk bertemu keluarga besarnya ini, karena pasti tahu akan memdapatkan perlakuan tidak enak dari semua keluarga besarnya. Setelah Umi melahirkan Alfath, barulah Oma merestuinya menyayangi Umi layaknya menantunya, dan sangat menyayangi Alfath cucu laki-laki pertama dikeluarga Swain yang ia harapkan untuk terus tinggal di London, tapi kenyataan pahit harus ia terima ketika cucu kesayangannya itu memilih Negara Indonesia sebagai ia tinggal. Ia kecewa karena Alfath jadi jarang mengunjunginya lagi tak seperti dulu ketika Alfath tinggal di London, hampir tiap hari sepulang kuliah selalu kerumah Oma.