
Alfath lalu membaringkan kepalanya diatas paha Nisa, dengan Refleks Nisa mengelus rambut Alfath.
"Aku ingin sekali segera ada dede bayi dalam perut mu" ucap Alfath sembari mengelus perut Nisa
"iya mas, semoga Allah segera mempercayai kita ya" jawab Nisa tak begitu berharap denga hasil tespek tadi pagi
Kini badan Alfath sudah mulai membaik, demamnya sudah benar-benar turun, yang terasa hanya flu yang kini ia rasakan.
Ponsel Alfath berbunyi, menandakan telepon masuk. Nisa langsung mengambil ponsel Alfath dan dilihatnya Lia memanggil, karena Alfath sedang tidur jadi yang mengangkat adalah Nisa.
"halo Assalamu'alaikum" ucap Nisa terlebih dahulu
"walaikumsalam, bu Annisa. Bisa bicara dengan Pak Alfath?" tanya Lia dengan suara seperti orang cemas
"Mas Alfath sedang tidur, sebentar saya bangunkan dulu" jawab Nisa dengan pelan
"eh bu, kalau sedang tidur tak usah dibangunkan. Maaf mengganggu, biar nanti saya telepon lagi" ucap Lia mencegah
Telepon itu diakhiri oleh Lia, sementara dikantor sedang ada kegaduhan. Rio menahan Lia untuk tidak memberi tahukan dulu masalah ini pada Alfath, apa lagi pada Nisa.
"Jangan dulu dikasih tau sibos, kasian sibos lagi sakit, dan jangan sampai tau istrinya sibos kasian" ucap Rio mencegah Lia
"Biar ku urus semuanya" tambah Rio
Sementara di Resepsionis kantor Alfath, ada seorang wanita yang kekeuh ingin bertemu dengan Alfath.
__ADS_1
"Mbak, saya harus bertemu dengan Alfath!" dengan nada yang memaksa
"Maaf, bu tapi Pak Alfath tidak masuk" jawab Resepsionis
Yang mendengar terus kegaduhan itu, Rio dan Lia keluar dari ruangan Alfath.
"Maaf Bu, pak Alfath memang tidak masuk kerja" ucap Lia dengan sabar
"Kalian semua jangan membohongiku yaaa! pasti Alfath ada didalam dan kalian disuruh membohongiku!" teriak wanita dengan baju yang terbuka, dres membentuk lekuk tubuh tanpa lengan
Dengan memaksa wanita itu terus berjalan ingin masuk kedalam ruangan Alfath
"Maaf ya Bu, didalam benar-benar tidak ada Pak Alfath" cegah Rio sembari menghalangi ruang bosnya itu, karena memang tidak boleh selain karyawan untuk masuk
"Siapa kamu berani melarang saya!" teriak wanita itu lagi-lagi
"Saya Mawar!" jawab wanita berpakaian seksi itu
"Silahkan ibu pergi atau kami panggil petugas keamanan" ucap Lia dengan tak sabar
"Security" ucap Rio
"Dengar ya kalian semua! Saya akan menjadi istri dari Alfath Swain! Dan kalian akan menyesal telah memperlakukan ku seperi ini!" teriak Mawar sembari tangannya dipegangi oleh security.
"Jangan kebanyakan mimpi Bu, Bos kami sudah menikah dengan wanita yang lebih Baik" jawab Resepsionis Alfath sembari berteriak
__ADS_1
Semua karyawan Alfath memang sangat mendukung Bosnya itu dan mereka juga sangat menyayangi Alfath. Semua yang bekerja dengan Alfath wajib beragama islam, dan perempuan wajib menggunakan jilbab. Semua karyawan sangat mengikuti aturan yang dibuat oleh Alfath.
Alfath memang bos dengan penampilan anak muda kekinian, tapi ia tak pernah lupa untuk kewajibannya sebagai muslim.
Alfath sudah terbangun, Nisa yang juga tidur ikut terbangun. Nisa menceritakan tentang telepon dari Lia tadi. Alfath lalu masuk keruang kerjanya karena takut ada email yang masuk dan sangat penting sehingga Lia menghubunginya tadi.
"Sayang, aku keruang kerja dulu ya" ucap Alfath sembari bangkit dari kasur
"Apa mas kuat?" tanya Nisa khawatir
"kuat kok sayang. Mas kan cuma duduk diam saja" jawab Alfath sembari mengelus kepala Nisa
"ya sudah kalau begitu, Nisa mau kedapur dulu ya. Mau menyiapkan makan siang. Mas mau dibuatkan minuman?" tanya Nisa menawarkan
"aku ingin jus mangga sayang" ucap Alfath mengungkapkan keinginannya
"baik, mas. Aku buatkan dulu" jawab Nisa
Lalu Nisa dan Alfath keluar dari kamar berbarengan, Alfath masuk kedalam pintu sebrang kamarnya, sementara Nisa terus berjalan menuruni anak tangga hendak kedapur.
-------------------
Halooo kakak-kakak 🙃
Jangan lupa Like yaaa, vote dan vote point nya juga yaaa biar author makin semangat hehe
__ADS_1
Novel ini sudah update tiap hari yaaa 😉
Keep stay tune yaaa tiap hari, di jam yang berbeda 😉😉😉