
Keluarga Alfath sudah siap semua, sudah didalam mobil. Alfath membawa keluarganya dengan menggunakan 4 mobil, dan 2 mobil rekan kerja Alfath.
Sementara itu keluarga Nisa sudah bersiap di gedung Aula Ponpes, ada yang menjadi penerima tamu didepan dan sebagian masih ngecek-ngecek hidangan dan souvernir.
Nisa sudah bersiap diruang ganti dalam aula. Ditemani oleh Salma dan Risma.
Waktu menunjukan pukul 07.48 WIB, keluarga Alfath sudah tiba di gedung Aula.
Keluarga Nisa pun sudah bersiap menerima kedatangan mereka semua didepan pintu masuk berjajar semua keluarga Nisa.
Kedatangan Alfath sudah didengar oleh Nisa, semakin dagdigdug hati Nisa. Acara akan segera dilaksanakan, prosesi akad nikah akan segera dilakukan, Alfath sudah duduk berhadapan dengan Aba dan bapak penghulu, dan saksi ada Fatih juga Pak Ahmed Jhon Swain ayahnya Alfath.
"bagaimana apa sudah siap?" tanya pak penghulu pada semua, dan semua kompak mengangguk mengiyakan bahwa sudah siap.
"mari pernikahan ini kita akan mulai saja kalau begitu. Ananda Muhammad Alfath Swain apa anda bersedia menikahi Annisa Khumaira Rasyid bukan dengan paksaan?" pertama-tama tanya pak penghulu pada Alfath
"bersedia" jawab Alfath dengan nada serius
"baik, ini data-datanya tolong dibaca terlebih dahulu takut ada kesalahan pada nama dan yang lainnya" ucap pak penghulu sembari memberikan semua datanya.
"sudah benar pak" jawab Alfath hati-hati
__ADS_1
"baik kalau begitu silahkan Bapak untuk menikahkan putrinya, silahkan berjabat tangan" pak penghulu mempersilahkan pada Alfath dan Aba untuk berjabat tangan
"bissmillahirrohmanirrohim...
Ananda Muhammad Alfath Swain, saya nikah dan kawin putri kandung saya Annisa Khumaira Rasyid dengan Emas kawin 75gr emas putih dan seperangkat alat sholat dibayar tunai" ucap Aba dengan nada tegas
"saya terima nikah dan kawinnya Annisa Khumaira Rasyid dengan Emas kawin tersebut dibayar tunai" ucap Alfath dengan satu hela nafas.
dan semua menjawab SAH, Alfath langsung meneteskan air matanya.
Begitu juga dengan Aba dan Fatih, mereka sangat terharu dan berkaca-kaca.
Setelah lantunan ayat suci di kumandangkan, Nisa keluarlah ditemani Umma dan kedua kakaknya itu, Salma dan Risma.
Semua mata tertuju pada Nisa, Nisa yang sangat anggun dengan gaun sederhananya berwarna putih bersih membuat Nisa terlihat cantik dibalik cadarnya.
Lalu Nisa duduk disebelah Alfath yang masih dimeja akad nikah untuk menandatangani surat nikah mereka, begitu juga dengan Nisa.
Semua surat-surat telah selesai di tandatangani, kini giliran Alfath menyerahkan emas kawin dan saling memasangkan cincin nikah mereka di jari manisnya, lalu Nisa mencium punggung tangan Alfath dan Alfath mencium kening Nisa.
Prosesi pernikahanpun dilanjut dengan acara resepsi, semua tamu undangan dan keluarga memberikan selamat pada Nisa dan Alfath diatas pelaminan. Semua menikmati hidangan yang disajikan.
__ADS_1
Tidak disangka, ada seorang perempuan tidak menggunakan hijab tapi berbaju sopan menyalami Nisa dan Alfath.
"Selamat ya Alfath, tidak ku sangka kau begitu menyakiti hatiku. Hebat kamu telah membuat hatiku kecewa yang amat sangat!" ucap wanita itu pada Alfath dan sengaja dikeraskan suaranya agar terdengar oleh Nisa
Nisa yang mendengar langsung memperhatikan wanita itu, ia kira wanita itu adalah bagian keluarga Alfath, karena wajahnya kebule-bulean.
Nisa sedikit marah saat mendengar itu, apa lagi wanita itu menyalami Alfath sambil menarik tangan Alfath.
Nisa memutuskan untuk berganti gaun, Nisa dibantu oleh WO. Setelah selesai berganti gaun Nisa tidak langsung keluar ruangan karena menunggu Alfath yang juga sedang berganti pakaian.
Alfath memandangi wajah Nisa yang terlihat cemberut dibalik cadarnya. Alfath tahu kalau Nisa pasti kesal dengan wanita tadi, karena bukan makhrom tapi berani seperti itu diacara pernikahan yang dinanti-nanti lagi
#Catatan:
Foto hanya sebagai Referensi dan bayangan saja yaaa
.
__ADS_1