Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 97~


__ADS_3

Umma yang mendengar berita bahwa akan ada yang membantu anaknya dirumah juga ikut senang dengan keputusan ini.


"Alhamdulillah kalau sudah dapat untuk yang bantu-bantu dirumah, Umma ikut senang dan Umma bisa merasa tenang ketika besok kembali pulang" ucap Umma lalu duduk dikursi dekat Nisa


Alfath mengangguk dengan senyum diwajahnya.


"Apa tidak tinggal lebih lama disini Umma?" jawab Nisa karena merasa sedih mendengar Umma akan pulang ke ponpes


"Umma ingin sekali berlama-lama disini, sama kalian. Tapi Umma juga masih punya tanggung jawab di ponpes, Nis" ujar Umma menjelaskan


Nisa hanya memasang wajah sedih, menekukan wajahnya seketika.


"Besok Aba juga sudah selesai dari pekerjaannya, begitu juga dengan suami Salma. Kami akan bertemu di bandara untuk pulang" lagi-lagi jelas Umma


"Apa tidak kita liburan dulu Umma? Alfath belum sempat mengajak Umma, Aba dan semua untuk jalan-jalan dulu di Surabaya" cegah Alfath karena merasa tidak enak pada keluarga mertuanya itu


"Iya Umma, kita jalan-jalan dulu. Cobain kuliner Surabaya, enak-enak deh" ucap Nisa coba merayu Umma


"Lain kali saja ya, Nak. Aba ada kerjaan yang tidak bisa ditinggal, begitu juga dengan Farhan" jawab Umma menolak


"Ya sudah kalau begitu, nanti Nisa lahiran Umma dan semua kembali kesini yaaa" ucap Nisa, kali ini lebih terima dengan keputusan Umma


Umma hanya mengangguk mengiyakan, lalu kembali kedapur untuk memasak makan malam.


Alfath dan Nisa kembali ke kamarnya, Alfath harus berganti pakaian dan mandi.

__ADS_1


Hari berganti, malam telah menjadi pagi. Ini adalah hari dimana Umma, Aba juga Salma harus kembali pulang.


Alfath dan Nisa mengawali hari dengan sholat subuh berjama'ah di mushola dekat kolam renang, bersama Umma juga Salma.


Setelah sholat subuh, yang dipimpin oleh Alfath mereka bercengkrama dihalaman belakang rumah untuk sekedar menikmati susu hamil yang diminum Nisa, kopi kesukaan Alfath, dan Teh hangat Umma dan Salma.


"Nis, Mbak harus pulang dulu ya. Kamu sing sehat, baik-baik disini. Jangan ngeyel, dengerin ucapan suami mu, kalau ada apa-apa langsung hubungi kami yaaa" ucap Salma memberi pesan pada adik kesayangannya itu


"Iya Mbaaaaak ssssiiiiaaappp" jawab Nisa dengan nada becanda


Membuat Umma dan Alfath tertawa mendengarnya.


"Kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk menghubungi kami ya, Nak Alfath" ucap Umma


"Iya Umma, maaf kalau kedatangan Umma dan Mbak Salma kesini kurang kami jamu" jawab Alfath


Lalu mereka semua menghabiskan minuman digelas masing-masing.


"Mas, aku pengen sarapan bubur ayam" tiba-tiba Nisa merengek pada suaminya


"Boleh sayang, Mas beliin ya. Sekalian kita semua makan bubur ayam aja gimana?" jawab Alfath memberi saran


"Boleh, nak Alfath. Kami mah apa saja" jawab Umma


"Iya Al, ikuti saja yang hamil" jawab Nisa dengan nada meledek

__ADS_1


Alfath dan Nisa hanya tersenyum, lalu mereka semua meninggalkan halaman belakang dan kembali ke kamarnya untuk bersiap, begitu juga dengan Alfath dan Nisa, langsung mandi dan berganti pakaian.


Tak lama, Alfath langsung keluar membelikan bubur ayam kesukaan Nisa yang ada persis didepan komplek.


Setelah semuanya sarapan, Umma dan Salma sudah mengeluarkan koper dan barang bawaan mereka. Nisa dan Alfath bermaksud untuk mengantarkan Umma juga Salma ke bandara.


Sesampainya di Bandara, sudah ada Aba juga Farhan disana, kini Nisa harus berpisah dengan semua keluarganya itu, ia memeluk Umma dan Aba bergantian.


"Sehat terus ya nak, jaga diri baik-baik" ucap Umma dengan mata yang berkaca-kaca


Nisa hanya mengangguk menghindari agar ia juga tidak menangis, lalu bergantian memeluk Aba.


"Jaga diri baik-baik ya Nak, harus selalu bahagia biar kandungan mu sehat" ucap Aba berbisik ditelinga anaknya itu


"Iya Aba, Aba sama Umma juga sehat terus ya disana" jawab Nisa dengan berkaca-kaca


Tak lama kemudian, sudah ada pemberitahuan bahwa pesawat yang akan mereka tumpangi sudah siap. Akhirnya Nisa berpisah dengan keluarganya, kali ini Alfath mendekapnya, karena tahu istrinya pasti sangat sedih.


Alfath mengajak Nisa kembali untuk pulang, Alfath memutuskan untuk bekerja dari rumah sembari menjaga istri juga buah cintanya.


Sewaktu diperjalanan Nisa memang terlihat begitu tegar, tak ada lagi raut wajah sedihnya, karena ia tidak ingin kandungannya terganggu.


"Mas, mampir dulu yuuu. Aku pengen camilan" tiba-tiba ucap Nisa


"Boleh sayang" jawab Alfath cepat

__ADS_1


Kebetulan mobil yang Alfath kendarai itu melintas didepan pasar pagi dimana banyak penjual makanan untuk sarapan, kue tradisional dan beberapa makanan khas Surabaya. Alfath dengan sigap mencari tempat parkir, lalu menghentikan mobilnya.


Nisa yang begitu antusias melihat banyaknya kuliner, langsung dengan tak sabar menghampiri beberapa lapak pedagang. Alfath yang melihatnya hanya tersenyum, mengikuti saja mau istrinya itu.


__ADS_2