Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 6~


__ADS_3

Hari Lamaran Nisa dengan Alfath.


-----------------


Hari itupun tiba.


Nisa sudah diberitahu untuk tidak mengajar dan mengisi kajian. Umma sudah menghandle semuanya.


Dirumah kini ada Mas Fatih dan Mbak Ayu juga anak sematawayang mereka Nur yang baru 8 tahun, juga Mbak Salma dan Mas Farhan juga anak mereka Muhammad yang msih bayi 7 bulan.


Hanya mereka yang bisa datang, karena kebetulan dekat dengan Ponpes, yang lain diluar kota dan insyaallah akan datang kalau nanti sudah pasti tanggal pernikahannya.


Dikamar Nisa sedang bersiap, dibantu oleh Salma kakak yang sangat dekat dengan Nisa, kebetulan bayi Salma sedang tidur.


"Apa kamu gembira sekali dengan hari ini, Nis?" Tanya mbak salma yang sebenarnya senang Adiknya akan menikah. Nisa hanya terdiam, lalu memegang tangan kakanya itu.


"Mbak, Nisa sebenarnya masih bingung. Nisa hanya mengenal mas Alfath sedikit. Berbeda dengan mas Alfath yang banyak tahu tentang Nisa dari Aba" ucap nisa dengan suara yang bergetar


"Bukankah kalian sudah berta'aruf, nis?" Jawab Salma sembari memegang balik tangan Nisa

__ADS_1


"Iya mbak kemarin sempat seperti itu. Tapi Nisa hanya sekali bertemu dengan Mas Alfath. Nisa pikir semua ini tidak akan kejadian" tambah getirlah suara Nisa.


"Insyaallah mungkin ini jodoh mu Nisa" jawab Salma sembari memeluk nisa


Tiba-tiba suara pintu yang diketuk terdengar. Nisa menghentikan tangisnya, dan menyeka air mata yang penuh dipelupuk matanya. Terdengarlah suara Ayu dari luar, lalu masuk.


"Nis, keluarga Alfath sudah datang" Ucap Ayu


Nisa langsung berhadapan dengan Salma, dan Salma mengangguk sembari tersenyum menguatkan dan meyakinkan Nisa.


Ayu dan Salma langsung membantu memasangkan cadar Nisa. Nisa menggunakan dress syar'i berwarna peach.


Dan langsung menggunakan kaos kaki nya, lalu menuju ruang tamu.


Semua mata tertuju pada Nisa yang dipegangi oleh Ayu.


Semua keluarga sudah duduk di ruang tamu, sedari tadi menunggu Nisa.


Nisa langsung duduk di antara Aba dan Umma.

__ADS_1


Obrolan keluargapun langsung tertuju pada acara lamaran tersebut.


Pak Ahmed sudah menjelaskan maksud dari kedatangannya bersama keluarga untuk melamar Nisa.


Kini Aba dan Umma menyerahkan keputusannya pada Nisa.


Nisa menjawab IYA. semua keluarga mengucap hamdallah dan lega secara serempak. Tanggal pernikahan dan acara pestapun langsung di agendakan.


Semua sudah di rencanakan. Aba menginginkan akad dan resepsinya diadakan di Aula Ponpes, dan Alfath menginginkan lagi acara syukuran di Jakarta karena rekan bisnis Alfath tidak akan banyak yang datang bila diadakan diponpes.


---------


Hari-hari berlalu Nisa sembari menunggu hari pernikahannya, seperti biasa ia selalu mengajar dan mengisi kajian.


Lagi-lagi Nisa mengisi kajian di kampus tempat Azam mengajar.


Nisa tidak lagi berharap pada Azam, karena Nisa cukup konsisten dengan jawabannya kemarin. Kini, ia datang ke kampus itu berharap tidaak bertemu Azam dulu.


Ternyata Allah berkehendak lain. Sewaktu Nisa berjalan menuju mobilnya, sebenernya dengang terburu-buru. Tiba-tiba ada suara mengejutkan Nisa dari belakang, seperti berlari kecil mengikuti Nisa.

__ADS_1


"Annisaaaa, tunggu" ucapnya seraya mencegah Nisa menaiki mobilnya.


Nisa tidak langsung menengok, karena ia mengenali suara itu. Ia tau siapa dia sebenarnya, tapi Nisa sebenarnya tidak ingin bertemu karena ia takut perasaannya tidak hilang pada Azam.


__ADS_2