Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 43~


__ADS_3

Alfath kembali tertidur setelah Nisa memasangkan kompres didahinya. Nisa keingat dengan suara pesan masuk diponsel Alfath, Nisa ingin sekali membuka ponsel suaminya itu, tapi ia takut karena ada privaci masalah pekerjaannya. Nisa hanya berani menyalakannya saja, dan melihat tampilan pertama layarnya yang penuh dengan pesan email masuk bertuliskan Rio, Lia, juga Papa.


Nisa juga menscroll kebawah, ternyata ada pesan whatsapp dari no baru yang tidak Alfath save, pesannya itu terbaca sedikit oleh Nisa.


"Alfath aku masih mencintaimu, aku ingin...."


Pesan itu hanya terbaca sedikit oleh Nisa, membuat Nisa sangat penasaran dengan lanjutannya, tapi tetap Nisa tak berani untuk membuka ponsel Alfath.


Setelah membaca pesan itu hati Nisa menjadi sangat gelisah, ia tau Alfath orang yang tampan dan banyak orang yang menyukainya tapi Alfath kini telah menjadi suaminya.


Nisa lalu meninggalkan kamar dan berlari kecil agar tak terdengar oleh Alfath. Nisa duduk dimeja makan sembari menangis, mengapa rumah tangganya yang baru ia bangun sudah ada aja godaannya, Nisa menangis dan tak tau harus menceritakan masalah begini pada siapa, tak mungkin pada Umma dan Aba, kalau mereka tau pasti akan khawatir sekali.


Nisa lalu membuka ponselnya, ia memulai melihat-lihat isi kontak diponselnya. Nisa mengscroll dari atas kebawah, dari bawah keatas, beberapa kali seperti itu.


Nisa menyangka bahwa wanita yang mengirimi pesan itu adalah wanita yang kemarin sewaktu mereka melaksanakan pernikahan, yang mengucapkan bahwa ia kecewa pada Alfath. Nisa berniat untuk menanyakannya pada Shaina, karena Shaina begitu dekat dengan Alfath. Nisa menekan nomer telepon yang bertulis Shaina diphone booknya, dan tersambung.


Tak lama Shaina menjawab telepon dari Nisa, sewaktu Shaina melihat tertulis "Kak Annisa" diponselnya.


"Assalamu'alaikum kak Annisa" suara Shaina berlogat khas bule menjawabnya

__ADS_1


"walaikumsalam, Shaina" jawab Nisa dengan suara yang terdengar tersedu-sedu


"kakak kenapa? apa ada masalah?" tanya Shaina begitu khawatir


"Tidak Shaina, hanya saja kak Nisa ingin menanyakan sesuatu" jawab Nisa sedikit tenang suaranya


"Tanya saja kak, akan ku jawab setau ku" ucap Shaina dengan sebenarnya penasaran


"Shaina apa kamu tau tentang wanita yang bernama Mawar?" Tanya Nisa begitu lirih


"Mawar?" Jawab Shaina mengulang nama itu


"Mawar itu yang ku tahu dia seorang model, dan dia pernah menyukai kak Alfath bahkan sampai mengejar-ngejarnya" Jelas Shaina


"tapi kak Alfath tidak pernah menyukainya, bahkan kak Alfath jijik dengan caranya yang selalu datang menemui kak Alfath. kak Nisa tenang saja, kak Alfath tidak pernah melayani wanita itu, karena kak Alfath juga muak dengannya" jelas Shaina lagi panjang lebar


"oh begitu ya. makasih ya Shaina. Maaf sudah mengganggu" jawab Nisa dengan lagi meneteskan air matanya


"tidak mengganggu kok kak. Kakak benar tidak ada apa-apa?" lagi-lagi tanya Shaina

__ADS_1


Nisa keburu mematika sambungan telepon itu sebelum sempat menjawab pertanyaan terakhir Shaina itu. Nisa melanjutkan menangis lagi.


"aku ini sebenarnya kenapa sih! Mengapa aku meragukan jawaban suamiku sendiri! Dosa besar kamu Nisa!" ucap Nisa pada dirinya sendiri


Alfath mendengarnya, ditangga. Alfath terbangun karena ditelepon oleh Shaina dan diberitahu masalah Nisa menghubungi Shaina dan menanyakan soal Mawar.


Alfath yang masih demam menghampiri Nisa yang sedang duduk dimeja makan, dengan melipat tanganya sembari menundukan wajahnya.


"sayaaaang" ucap Alfath pelan, sembari memegang pundak Nisa


"Maafin aku mas" tiba-tiba ucap Nisa sembari memeluk Alfath yang tertegun dan berdiri didepan Nisa dengan Lututnya


"Maaf aku sudah meragukan mu, bukan aku tak percaya padamu. Tapi akuuu..." lanjut Nisa belum selesai


"Sayang, aku tak tau siapa yang mengirimi ku pesan seperti itu. Silahkan saja kau buka ponselku, dan kau balas pesan itu" jawab Alfath


"Aku tak menyimpan rahasia apapun pada mu, silahkan saja sayang" lanjut Alfath meyakinkan


"Iya mas, maafkan aku yaaa. Aku hanya cemburu" ucap Nisa mengakuinya

__ADS_1


"Iya sayang" jawab Alfath lalu mencium kening Nisa


__ADS_2