Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 92~


__ADS_3

Suasana makan malam berkumpul bersama keluarga Nisa, seperti waktu Alfath pertama kali menikah dengan Nisa. Hening dan sangat menikmati makanan. Nisa yang belum selera makan, masih terus memandangi makanan dipiringnya. Alfath yang melihatnya jadi sangat tidak enak hati pada istrinya karena memesan makanan yang membuatnya tak suka.


"Sayang, makan yaaa sedikit aja" ucap Alfath setelah menelan makanannya dengan suara sangat lembut dan pelan


"Aku tidak selera makan, Mas" jawab Nisa dengan manjanya


"Maaf ya aku memesan makanan yang tidak kamu suka" ucap Alfath menyesal


"Tidak, Mas. Biasanya kan aku makan, tapi kali ini gak tau kenapa" jawab Nisa tidak ingin suaminya menyesal.


Semua keluarga Nisa jadi memperhatikan percakapan mereka. Aba yang juga melihat Nisa jadi tidak makan, ikut khawatir.


"Nis, makanlah. Makan sedikit saja, kamu sudah perjalanan jauh, takut kamu sakit" ucap Aba dengan lembut


"Iya, Aba. Nisa masih mual" jawab Nisa


"Ya sudah, Umma buatkan teh jahe mau?" ucap Umma juga perhatian


"Umma juga kan masih capek, gak apa-apa Umma. Nisa nanti akan makan setelah mualnya hilang" jawab Nisa menolak dengan halusnya


"Iya Nis, biar mualnya hilang dulu. Kamu baru bisa makan" ucap Salma yang juga khawatir


Nisa hanya terdiam, begitu juga dengan Alfath.


"Mas, aku ingin makan bubur ayam saja" ucap Nisa tiba-tiba merengek manja pada suaminya


"Boleh sayang. Tunggu ya, Mas belikan dulu. Tidak lama kok" jawab Alfath, lalu bergegas menyelesaikan suapan terakhirnya dan meneguk air minumnya


"Belinya dimana emang?" tanya Nisa penasaran


"Di depan komplek" jawab Alfath cepat


"Aku ikut" ucap Nisa terburu-buru


"Jangan sayang, aku mau naik motor biar cepat. Nanti kamu masuk angin" jawab Alfath


"Iya, Nis kamu tunggu saja" jawab Umma dan Aba barengan


"Iya sayang, tunggu saja ya?" ucap Alfath lembut

__ADS_1


"Oh iya, siapa lagi yang ingin bubur ayam juga?" tanya Alfath pada semuanya


"Aku mau 1, untuk anak ku" ucap Salma


Alfath hanya mengangguk mengiyakan


"Biar aku saja yang temani" ucap suami Salma, Farhan.


Akhirnya Alfath pergi bersama Farhan mengendarai sepeda motornya yang sudah lama tak ia gunakan. Tak lama, hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja sudah sampai. Lalu Alfath memesan 2 porsi bubur ayam, untuk istrinya juga anak Salma. Farhan yang menemani duduk bersama Alfath di kursi yang disediakan.


"Kerjaan kamu gimana Al? Lancar?" tanya Farhan membuka obrolan


"Alhamdulillah, Mas. Belum masuk kantor nih baru pulang, mungkin besok" jawab Alfath


"Oh iya ya" jawab Farhan sembari berpikir karena memang Alfath baru pulang dari luar Negri


"Iya, Mas. Mas gimana kerjaannya? Sekarang ikut kesini libur dulu?" tanya Alfath penasaran


"Tidak Al, sebenarnya saya besok akan pergi bekerja melihat proyek tanah di Surabaya. Jadi ikut kesini ya kebetulan sedang ada kerjaan" jawab Farhan menjelaskan


"Oh begitu. Iya sekalian saja kalau begitu" jawab Alfath


"Iya, sering aku meninggalkan anak istriku" jawab Farhan dengan raut wajah sedihnya


"Pasti sedih sekali ya, Mas. Tapi namanya resiko pekerjaan, ya pasti begitu" ucap Alfath


"Iya, semua ini juga demi anak istri. Alhamdulillahnya sih istri saya mengerti" jawab Farhan


"Insyaallah istri kita sama-sama dari keturunan yang baik ya, Mas" ucap Alfath


Sedang asik berbincang, tiba-tiba seorang pelayan memberikan pesanan Alfath bertandakan sudah selesai. Alfath dan Farhan langsung bergegas untuk pulang karena pasti Nisa dan anak Farhan sudah menunggu bubur ayam ini.


---------------------


Hari berganti pagi, dirumah Alfath yang kini menjadi ramai begitu membuat Alfath dan Nisa senang, karena mereka tak lagi berdua.


Pagi hari sebelum mandi, lagi-lagi Nisa mual-mual. Membuat Alfath memutuskan untuk pergi ke rumah sakit, untuk memeriksakan kesehatan istrinya.


Dibawah Umma yang dibantu Salma sedang menyiapkan sarapan, sementara Aba dan Farhan yang sedang menggendong anaknya menunggu duduk di teras halaman belakang.

__ADS_1


Nisa dan Alfath turun bersama, menuju dapur yang sudah tercium harum wangi masakan.


Nisa dengan cepat bergegas menghampiri Umma dan Salma, sementara Alfath langsung menghampiri Aba dan Farhan.


"Umma, maaf ya jadi repot-repot harus menyiapkan sarapan sendiri. Seharusnya Nisa yang menyiapkan" ucap Nisa dengan lesu, perasaannya tidak enak hati


"Kamu ini kayak sama siapa aja" jawab Salma dengan cepat


"Iya nak. Gak apa-apa kok. Umma justru senang bisa menghidangkan lagi masakan Umma" jawab Umma dengan lembutnya


Nisa kemudian membantu menyiapkan piring dan gelas untuk sarapan.


"Nis, biar Mbak aja" ucap Salma


"Kamu sebaiknya istirahat, tunggu saja di meja makan" lanjut Salma sembari mengambil piring dari tangan Nisa


"Gak apa-apa, Mbak" jawab Nisa menolak


"Sudah-sudah kamu tunggu saja yaaa" ucap Salma


Setelah sarapan siap, Salma kemudian memanggil Aba, Alfath dan juga suaminya untuk langsung sarapan.


Sementara Nisa dan Umma sudah menunggu di meja makan.


Sarapan pun selesai dengan habis semua masakan Umma.


"Oh iya, hari ini Alfath akan membawa Nisa untuk periksa dulu ke rumah sakit" ucap Alfath membuka obrolan


"Iya Nak Alfath. Segeralah ajak periksa istri mu" jawab Aba cepat


"Farhan juga akan berangkat bekerja Umma, Aba" ucap Farhan tiba-tiba


Karena semua sudah tahu dengan rencana bekerja Farhan sedari kemarin sebelum keberangkatan mereka semua ke Surabaya makanya semua hanya mengangguk kecuali Nisa.


"Kok Mas Farhan bekerja sih? Libur lah dulu Mas" ucap Nisa


"Mas masih ada pekerjaan, Nis. Tidak bisa ditinggal" jawab Farhan menjelaskan


Akhirnya Nisa dan Alfath pergi bersama menggunakan mobil pribadi Alfath. Sementara Farhan dijemput oleh mobil perusahaannya. Umma, Aba dan Salma menunggu dirumah.

__ADS_1


__ADS_2