Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 82~


__ADS_3

Nisa dan Alfath yang berjalan menuruni anak tangga sudah terlihat dari ruang makan. Nenek yang melihat duluan, langsung dengan tak sabar memanggil mereka berdua untuk gabung sarapan bersama.


"Al, Nisa ayook sarapan" ucap Nenek sedikit berteriak agar terdengar oleh Alfath juga Nisa


"Baik Nek" jawab Alfath dan Nisa barengan


Nisa dan Alfath kemudian duduk dikursi bersebelahan, Nisa menawari Alfath makanan mana yang ia inginkan, karena disana ada nasi Lemak, sambalnya, telur balado, dan roti tawar beserta pilihan selainya.


"Mas mau sarapan apa? Biar ku siapkan" ucap Nisa dengan lembut


"Roti saja sayang. Mas masih kenyang kalau untuk makan nasi" jawab Alfath santai


Nisa langsung menyiapkan 2 lembar roti tawar kepiring Alfath, dan memberikan 1 selai kesukaan Alfath yaitu selai kacang.


Setelah selesai menyiapkan untuk suaminya itu, kemudian Nisa menyinduk Nasi Lemak untuk dirinya sendiri.


"Kamu masih kenyang, memangnya kapan kamu makan?" tanya Nenek penasaran


Nenek tidak tahu bahwa tengah malam Alfath dan Nisa sudah makan, Umi hanya cerita pada Ma'ci Laila yang bertanya gara-gara ada bekas nasi dimeja makan.


"Kami makan setelah sholat malam, Nek" jawab Alfath setelah menelan rotinya


Serempak Umi dan Ma'ci Laila tertawa setelah menelan makanan mereka.

__ADS_1


Begitu juga Nenek, Nenek tersenyum lebar. Nisa yang mendengar jadi merasa malu.


"Hehe maaf ya, semalem Nisa gak tahan rasanya ingin makan soto dan iga bakar" ucap Nisa karena malu


"Tak apa sayang. Makanlah kapanpun kamu merasa lapar" jawab Nenek dengan lembut


"Makasih Nek" jawab Nisa


"Tak tahu kenapa, Nisa tiba-tiba menginginkan begitu. Tak mau tunggu siang dulu" ucap Alfath


"Mungkin istri mu ngidam, Al" ucap Ma'ci Laila


"Mudah-mudahan yaaa" jawab Umi penuh harap.


"Nasi Lemak ini begitu enak" ucap Nisa saat tahu suaminya memperhatikan dirinya


"Iya sayang, makan lah" jawab Alfath sembari tersenyum.


Setelah selesai sarapan, Nenek seperti biasa selalu berjemur, ditemani oleh Umi.


Sementara Nisa membantu Ma'ci Laila untuk membereskan piring kotor lalu mencucinya, Alfath menunggu dan duduk disofa ruang tengah, sembari mengecek pekerjaannya.


Lagi-lagi diperusahaannya tak ada masalah, Rio dan Lia mengirimi laporan yang bagus. Tetap Alfath juga mengecek rekaman video dari cctv rumahnya, juga kantornya. Ia memperhatikannya dengan detail, karena tak ingin ada kejadian yang tak enak saat dirinya tak ada.

__ADS_1


Sewaktu Alfath melihat cctv bagian resepsionis dikantornya, terlihat ada dua orang wanita yang menghampiri resepsionis dan berbincang-bincang dengan resepsionis disana, tapi hanya sebentar lalu keluar pergi kembali. Karena penasaran, Alfath langsung menghubungi resepsionisnya, karena tak ada info ini dari Rio ataupun Lia.


"Ada apa wanita itu datang kekantorku?" tanya Alfath disambungan teleponnya pada resepsionis bernama sinta


"Mereka mencari Bapak dan Bu Annisa" jawabnya menjelaskan


"Untuk apa? bersama siapa dia? tanya Alfath dengan tak sabar


"itu Ibu Mawar yang menggunakan baju merah, dan ibunya yang menggunakan baju coklat Pak" jawab Sinta menjelaskan


"Bu Mawar bilang ingin meminta maaf pada Bu Annisa juga Pak Alfath" tambahnya menjelaskan


"Apa diberi tahu jadwal kepulangan ku?" tanya Alfath lagi


"Sinta hanya menjawab belum pasti kapan bapak akan kembali, Sinta bilang untuk menghubungi dulu Pak Rio saja" jawab Sinta lagi-lagi menjelaskan


Telepon itu Alfath akhiri, karena takut istrinya mendengar. Alfath tahu mungkin ini adalah memang niat baik Mawar bersama Ibunya, tapi Alfath masih takut untuk mempertemukan Nisa dengan Mawar, karena trauma Nisa waktu itu.


Alfath lanjut melihat rekaman cctv dari ponselnya, kali ini melihat diruangannya juga beberapa karyawan yang lain.


Nisa menghampiri Alfath, dan langsung duduk disebelah Alfath.


"Sayang sedang apa?" tanya Nisa

__ADS_1


Lalu Alfath melihatkan ponselnya, dan terlihat di layar ponsel Alfath sedang melihat cctv, dan Nisa langsung ikut melihatnya


__ADS_2