Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 104~


__ADS_3

Sesampainya dirumah Alfath, Mbok Iyem langsung kembali dengan tugasnya. Sementara Rio duduk di kursi sofa ruang tamu, sembari memainkan ponselnya untuk tetap bekerja melihat file yang dikirimi oleh Lia dari kantor.


"Pak, Mbok kedapur dulu ya untuk melanjutkan masak. Bapak mau dibuatkan minum apa?" ucap Mbok Iyem


"Tidak perlu repot-repot Mbok, terimakasih. Apa saja tidak apa-apa" jawab Rio


Sementara di rumah sakit. Alfath masih tetap dengan posisi yang sama terus memegangi tangan Nisa. Nisa masih juga belum sadarkan diri, ia masih terbaring lemah.


"Sayaaaaannggg..." ucap Alfath lirih


Tangan Alfath terus menggenggam tangan Nisa.


"Cepet sadar sayaaannnggg... aku sangat khawatir" lanjut Alfath


Tangan Nisa masih saja tidak ada respon, tangan yang dipegang Alfath lemah tak berdaya, tubuh Nisa begitu lemah.


Tiba-tiba seorang suster dan dokter mengetuk pintu kamar ruang rawat dimana Nisa berada.


"Toktoktokkkkk...." suara pintu diketuk


"Iya silahkan masuk" Jawab Alfath sembari menghapus sisa-sisa air mata yang ia jatuhkan

__ADS_1


"Permisi Pak, kami akan mengganti cairan infus Bu Annisa" ucap dokter itu dengan ramah


"Oh iya, silahkan dok" jawab Alfath lalu mundur sedikit memberi ruang kepada dokter juga suster untuk bekerja


Dokter juga mengecek nadi Nisa, cairan infus di masukan lebih cepat, karena memang belum ada reaksi dari Nisa.


"Bapak, setelah pasien sadar sebaiknya diberi air mineral 1 gelas dulu ya, baru makan. Untuk obat sudah dimasukan dalam cairan infus" Ucap Dokter memberi arahan pada Alfath


"Baik dok. Kira-kira kapan istri saya bisa sadar?" jawab Alfath, dan balik bertanya


"mudah-mudahan setelah masuk cairan infus ini akan segera sadar ya Pak.." jawab Dokter dengan memberi harapan


Setelah itu Dokter dan suster keluar meninggalkan ruangan Nisa. Alfath duduk lagi disamping Nisa. Tak lama, jari tangan Nisa bergerak perlahan menandakan Nisa akan terbangun dari pingsannya.


"Sayaaaannnggg...." ucap Alfath dengan begitu senangnya


Mata Nisa mulai terbuka, sedikit demi sedikit. Dahinya mengernyit, seperti menahan silau saat membuka matanya.


"Mas, aku dimana?" tanya Nisa ketika sadar


"Kita dirumah sakit sayang" jawab Alfath

__ADS_1


Seketika Nisa ingin bangkit dari tidurnya, tapi ia merasakan badan yang sangat lemas. Kulit tangan Nisa masih ada bintik-bintik merah, bahkan hampir seluruh tubuhnya akibat dehidrasi.


"Biar aku bantu sayang" ucap Alfath ketika melihat istrinya ingin bangun


Kemudian Nisa bersandar di bed yang sedikit diberdirikan oleh Alfath, sehingga Nisa bisa menyandarkan tubuhnya yang lemas.


"Sayang, kata dokter kamu harus minum air mineral dulu sekarang biar gak kekurangan cairan lagi" ucap Alfath sembari menyiapkan air minum kedalam gelas


"Iya Mas. Aku juga sangat lapar" jawab Nisa


"Iya sayang, ini habiskan dulu minumnya" ucap Alfath lalu memberikan segelas air minum


"Aku telepon dulu Rio ya, dia dan Mbok Iyem akan kemari membawakan makanan untuk kita" lanjut Alfath


Nisa hanya mengangguk, menandakan ia mengerti. Nisa menuruti perintah suaminya itu, ia minum perlahan sedikit demi sedikit sampai menghabiskannya.


"Rio dan Mbok Iyem sudah sampai di depan, dan membawakan makanan. Kita makan sebentar lagi ya sayang" ucap Alfath pada Nisa setelah mematikan sambungan teleponnya dan menaruh kembali ponselnya.


Rio dan Mbok Iyem menuruti kata Alfath, bahwa mereka harus berjalan dengan agak cepat, karena Nisa sudah sangat lapar.


Karena Mbok Iyem sudah lumayan tua, ia tak bisa berjalan cepat, akhirnya Rio yang berjalan dengan sedikit berlari duluan dengan membawa makanan yang sudah disiapkan Mbok Iyem terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2