Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps.67~


__ADS_3

Alfath sudah menyelesaikan semua pekerjaannya, lalu memanggil Rio asistennya itu.


"Rio, saya ingin minta tolong menyiapkan tiket keberangkatan saya dan istri saya" ucap Alfath dengan ramahnya


"Baik Pak" jawab Rio cepat


"Saya ingin penerbangan yang cepat, jangan terlalu pagi" ucap Alfath lagi


Rio lalu meninggalkan ruangan Alfath, lalu menuju untuk mengurus semuanya.


Nisa yang sedang mempelajari semua berkas Alfath begitu serius, karena Nisa mulai menyukai bidang ini.


Lia lalu mengetuk pintu.


"Masuk" ucap Alfath dengan cepat


"Maaf Pak, Pak Maruar ingin bertemu" ucap Lia memberitahu


"Baik, bertemu disini saja" ucap Alfath sembari membereskan berkas-berkasnya


Begitu juga dengan Nisa yang langsung menutup berkas yang ia baca.


Tak begitu lama, Pak Maruar masuk kedalam ruangan Alfath dengan mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Silahkan masuk Pak" ucap Alfath sembari menyambutnya


Pak Maruar lalu duduk dihadapan Alfath dan Nisa, dimeja kerjanya Alfath.

__ADS_1


"Begini Pak Alfath, saya ingin membicarakan perkembangan kasus yang kemarin" ucap Pak Maruar langsung pada intinya


"Iya, Pak. Bagaimana sekarang?" jawab Alfath dengan cepat


"Pihak dari saudari Mawar ingin mengajukan berdamai dan ingin dibebaskan, walau dengan jaminan" jelas Pak Maruar


"Saya belum buat keputusan apa-apa, saya meminta waktu untuk diskusikan ini dengan Pak Alfath dan Bu Annisa" tambahnya


"Kalau menurut kamu gimana sayang?" tanya Alfath pada Nisa yang sedang minyak pembicaraan ini juga


"Kalau menurut saya sih boleh-boleh saja, untuk kemanusiaan. Asal bisa menjamin tidak melakukan hal yang tidak masuk akal begitu lagi" jawab Nisa


"Ya saya setuju dengan kata istri saya" ucap Alfath mengiyakan


"Boleh saja dibebaskan asal dengan syarat seperti itu, jika melakukan yang lebih dari itu saya ingin dihukum lebih berat dari ini" tambah Alfath denga tegas.


"Lalu untuk acara damainya apa bisa pihak mereka menemui bapak?" tanya Pak Maruar lagi


"Saya akan pergi ke Inggris besok Pak, silahkan dengan Bapak saja" jawab Alfath karena tidak ingin lagi bertemu Mawar


Pak Maruar meninggalkan kantor Alfath, langsung menuju kantornya sendiri, lalu menghubungi pihak Mawar dan memberi tahu semua keputusan Alfath dan Nisa itu. Tentu saja membuat Ibunya Mawar sangat senang.


Sementara Rio, masih dengan pekerjaannya mencari tiket untuk keberangkatan Alfath dan Nisa.


Alfath dan Nisa sudah selesai dengan semua berkas-berkasnya dikantor. Lalu Alfath memanggil Lia untuk memberinya sebuah amanat saat Alfath dan Nisa pergi nanti.


"Saya akan ke Inggris dan Malaysia untuk beberapa hari kedepan" Ucap Alfath memberi tahu pada Lia

__ADS_1


"Saya minta sama kamu untuk menghandle semuanya, tolong jangan lupa perhatikan panti, dan yayasan juga" tambah Alfath


"Baik Pak" jawab Lia dengan cepat


Alfath lalu meninggalkan kantor dan mengajak Nisa untuk membeli beberapa oleh-oleh untuk semua keluarganya disana. Begitu juga dengan Shaina, yang sudah tau kalau kakaknya itu akan pulang ke Inggris, ia menitip beberapa makanan kesukaannya.


Begitu juga dengan Umi, sudah menanti kedatangan Nisa dan Alfath, dan sudah menyiapkan semua jamuan untuk Nisa.


Setelah pulang kerumah, Alfath meminta untuk Nisa menghubungi orangtuanya di Ponpes. Akhirnya Nisa menelepon Video Call dengan Umma.


"Umma Nisa akan pergi ke Inggris besok pagi, bersama Mas Alfath" ucap Nisa pada Umma


"Masya Allah akhirnya kamu bisa mengunjungi luar negri juga ya nak" ucap Umma dengan senang


"Hati-hati ya kalian semua" tambah Umma


"Iya Umma" Jawab Alfath dan Nisa barengan


"Umma, Alfath sudah transfer untuk kebutuhan Umma dan Aba yaa. Maaf Alfath belum bisa mengajak Nisa pulang ke Ponpes" Ucap Alfath lagi


Alfath yang ternyata mentransfer sejumlah uang untuk Umma dan Aba tanpa sepengetahuan Nisa juga.


"Umma nanti setelah kami kembali dari Inggris, Alfath ingin Umma dan Aba mengunjungi kami ke Surabaya yaaa. Nisa sangat rindu Umma dan Aba nih, nanti Alfath kirimkan orang untuk menjemput Umma dan Aba" ucap Alfath lagi-lagi membuat Nisa dan Umma kaget


"Insyaallah ya nak. Umma juga sangat rindu kalian." jawab Umma


Umma mengakhiri percakapannya itu, karena sedang memasak untuk makan malam, yang kini hanya berdua bersama Aba membuatnya sangat kesepian.

__ADS_1


__ADS_2