Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 123~


__ADS_3

Kini Nisa sedang merebahkan tubuhnya diatas kasur yang super empuk itu dalam kamarnya, sementara Alfath sedang duduk disofa kamarnya sembari membuka laptop, melihat semua laporan yang dikirimkan oleh Rio juga Lia. Nisa yang setengah memejamkan matanya itu hampir tertidur pulas, karena memang waktunya jam tidur siang. Tiba-tiba suara ponsel Alfath berdering, membuat Nisa yang setengah memejamkan matanya itu jadi kembali membuka matanya, Alfath dengan terburu-buru menerima panggilan yang masuk ke ponselnya, dengan menekan tombol hijau.


"Assalamu'alaikum... Yaaa calon ayah" terdengar suara menyapa terlebih dahulu dibalik ponsel Alfath itu


"Walaikumsalam... Papaaaa apa kabar?" jawab Alfath juga dengan suara gembiranya, dan ternyata yang menghubunginya itu adalah Papa yang berada di Inggris


"Alhamdulillah sehat, Nak. Kamu sendiri apa kabar? Dan bagaimana kabar menantu juga calon cucuku?" jawab Papa kembali menanyakan kabar pada anaknya itu, juga menantu dan bakal calon cucunya


"Alhamdulillah kami semua sehat, Papa.." jawab Alfath dengan semyum diwajahnya yang terlihat jelas


"Alhamdulillah... Oh Iya, Papa ini ingin membahas sesuatu apa kamu sibuk?" tanya Papa sebelum menjelaskan maksud dari dirinya menghubungi anaknya itu


"Tidak, Paaa. Aku sedang dirumah dan bersantai, ceritalah..." jawab Alfath dengan cepat karena sudah tak sabar


"Begini, kamu dan menantuku tidak mungkin datang ke Inggri bukan?" tiba-tiba ucap Papa membuka percakapan


"Bagaimana kalau acara lamaran Shaina diadakan di Surabaya saja, di Indonesia. Apa kalian keberatan?" lanjut Papa


"Bener Pa? Alfath justru senang sekali Paaa. Silahkan lah, Papa. Al akan bantu sebisa aku" jawab Alfath cepat, begitu senang mendengar ucapan Papa itu


"Baiklah kalau begitu. Papa ingin sekali anak dan menantu ku bisa berkumpul di acara Shaina nanti..." ucap Papa mengungkapkan keinginannya

__ADS_1


"Insya Allah... Insya Allah..." jawab Alfath dengan cepat


Sambungan telepon itu sama-sama diakhiri oleh Alfath juga Papa. Sebenarnya rencana ini juga sudah disetujui oleh keluarga calon suami Shaina yang berwarga Negara Turkey itu.


Nisa yang melihat ekspresi suaminya kegirangan, senang begitu, langsung penasaran ada apa sebenarnya. Nisa membetulkan posisinya, menjadi bangun duduk dan menyandarkan tubuhnya.


"Mas... Ada apa?" tanya Nisa dengan lembut sembari membetulkan posisi ikatan rambutnya itu


"Sayang, Papa sudah memutuskan untuk membuat acara lamaran Shaina di Indonesia. Di Surabaya..." ucap Alfath memberitahu kabar gembiranya, sembari menghampiri Nisa dan duduk ditepi kasur


"Wah? Alhamdulillah..." ucap Nisa ikut merasa senang


"Apa sudah dirundingkan dengan keluarga calon suami Shaina?" lanjut Nisa


"Papa kepengen agar aku dan kamu bisa kumpul bersama nanti" lanjut Alfath


"Iya Mas, Insya Allah kita akan berkumpul.." jawab Nisa dengan senyum manis diwajahnya


Alfath yang begitu senang dengan kabar gembira ini, sangat siap untuk membantu semua acara agar berjalan dengan lancar. Tiba-tiba ponselnya berdering, kali ini bukan telepon, melainkan pesan masuk dari aplikasi WhatsApp dari adiknya itu.


"Kaaaak... Apa kau tidak penasaran dengan calon suami ku?" isi pesan yang Shaina kirim pada Alfath

__ADS_1


Alfath langsung tertegun melihat pesan yang dikirimkan oleh adiknya itu. Ia baru saja teringat, bahwa ia belum sama sekali mengenal pria yang akan menikahi adiknya dan akan menjadi bagian dari keluarganya, menjadi adik ipar untuk dirinya. Lagi-lagi Nisa begitu penasaran dengan pesan yang Alfath terima.


"Siapa Mas?" tanya Nisa karena aneh melihat suaminya tiba-tiba terdiam


"Shaina.." jawab Alfath singkat


"Sayang, aku baru sadar. Bahwa kita belum sama sekali mengetahui siapa pria yang ingin menikahi adikku, seperti apa orangnya juga tidak tahu..." lanjut Alfath sembari wajah setengah melamun


"Astagfirullah.." ucap Nisa


"Iya juga ya Mas, kok sampai lupa gitu sih tidak menanyakan.. Shaina juga bukan mengenalkan hehe" lanjut Nisa sembari tertawa kecil


Alfath pun jadi ikut tertawa.


"Ayooo, Mas balas pesan Shaina..." ucap Nisa


Alfath membalas pesan Shaina dan menanyakan tentang siapa nama pria itu, apa pekerjaannya, dan berasal dari keluarga yang seperti apa. Shaina yang jauh disana begitu bahagia ketika menerima balasan pesan dari kakaknya.


"Berarti Kak Alfath begitu perhatian kepada ku.." batin Shaina


Shaina membalas kembali pesan kepada Alfath dengan semangat.

__ADS_1


"Namanya adalah Alif Kivilceem, dia biasa dipanggil Alif. Dia berasal dari keluarga Kivilceem, keluarganya adalah pengusaha restoran sama seperti Papa" pesan Shaina membalas pada kakaknya


Alfath dan Nisa yang membaca pesan ini, masih terdiam. Belum ada sepatah katapun, mereka hanya mengangguk-angguk saja.


__ADS_2