
Nisa langsung masuk keruangan kakek-kakek ditemani oleh Bu Yani pengurusnya, terlihat tak banyak kakek disana, hanya ada 6 orang saja.
"Kakek ini ada Bu Annisa istrinya Pak Alfath" ucap Bu Yani mengenalkan
Semua mata kakek itu tertuju pada Nisa, tidak ada kegiatan berat setelah sarapan dan berganti pakaian. Mereka hanya duduk dan mendengarkan ceramah juga murotal Al-qur'an.
"Assalamu'alaiku kakek" ucap Nisa dengan sangat lembut lalu menyalami semua kakek yang sedang duduk disana.
"Masya Allah Tabarakallah, semoga Allah membalas semua kebaikan Ibu dan Pak Alfath telah menyediakan tempat selayak ini untuk kami" ucap seorang kakek dengan mata berkaca-kaca sambil menyalami Nisa
"Aaaammmiinnn ya Allah Ya Rabbal'alamin" Jawab Nisa
"Kami sangat senang disini, jika tidak ada tempat ini mungkin kami akan mati kedinginan dan kelaparan. Disini kami selalu diberikan semua yang layak" ucapnya lagi
"Alhamdulillah ya kek, ini adalah rizki untuk kita semua" jawab Nisa lagi
Lalu Nisa keluar dari ruangan itu, menuju ruangan Nenek-nenek disana. Sama diruangan Nenek-nenekpun hanya sedikit hanya 7 orang, dan kegiatannya sama hanya duduk berdzikir, mendengarkan murotal Al-qur'an dan juga ceramah lewat sebuah radio.
"Nenek, ini ada Bu Annisa. Beliau adalah istri dari Pak Alfath" ucap Bu Yani pengurus panti
__ADS_1
Semua Nenek-nenek itu bangkit dari duduknya dan menyalami Nisa, sembari memeluk erat. Hampir semua nenek-nenek itu menangis ketika menyalami Nisa.
"Subhannallah sangat cantiknya istri Pak Alfath. Semoga Allah memanjangkan jodoh kalian sampai ke surga ya nak" ucap seorang Nenek sembari memegang tangan Nisa tak henti-henti
"Aaammiiinnn ya Allah" ucap Nisa begitu senang karena ia datang disambut hangat oleh penghuni panti jompo disini
"Terimakasih ya nak atas semua kebaikannya, kami kira setelah Pak Alfath menikah tidak akan lagi memperhatikan kebutuhan kami, ternyata Pak Alfath sangat memperhatikan kami, ini semua pasti berkat istrinya yang ridho dengan suaminya" ucap Nenek itu lagi
"Alhamdulillah ya Nek. Alhamdulillah kami semua dipertemukan orang baik seperi Mas Alfath" ucap Nisa yang kini berkaca-kaca
Tak henti-hentinya semua orang membicarakan kebaikan Alfath suaminya, membuat Nisa sangat terharu. Belum tentu dirinya bisa seperti Alfath, yang membuat kesan baik dengan semua orang, membuat orang banyak mendoakannya.
Nisa lalu diajak untuk keruangan Anak-anak, disana lumayan banyak sekali, dari bayi sampai remaja ada disana.
Semua anak-anak berebut untuk menyalami Nisa. Disana anak-anak sedang berganti pakaian, dibantu oleh 3 orang pengasuh. Ada 2 bayi, yang ternyata kembar. Bayi itu masih sangat kecil, umurnya seperti belum 1 bulan karena memang kulitnya masih terlihat merah. Membuat Nisa jadi penasaran dengan Bayi itu, dihampirinya Bayi itu yang sedang menangis karena menunggu gantian minum susu.
"Berapa bulan usia bayi ini, mereka kembar?" tanya Nisa pada Bu Yani
"Bayi ini baru kami temukan dipintu masuk panti tadi malam Bu. Sepetinya ada yang membuangnya dan menyimpannya disini" Jawab Bu Yani dengan pilu
__ADS_1
"kami menemukan surat, bertuliskan tanggal lahir dan kata-kata agar kami merawatnya" tambah Bu Yani menjelaskan lalu memberikan secarik kertas
"Astagfirullah" jawab Nisa sangat sedih melihat peralatan untuk susupun kurang
Lalu Nisa membaca isi tulisan itu.
"Lahir 08-04-2019
Dengan sangat memohon, saya ingin menitipkan anak ini. Karena kami tidak sanggup untuk merawatnya dengan layak"
Nisa merinding membaca itu semua.
"Ya allah begitu tega orangtua yang sampai harus membuang anaknya seperti ini. sementara aku sangat menunggu kehadiran mereka dalam rahimku sendiri" batin Nisa sembari menitikan air mata.
"Maaf Bu, kami belum sempat membicarakan ini pada Pak Alfath" ucap Bu Yani mengagetkan lamunan Nisa
"Tidak apa-apa Bu" jawab Nisa sembari mengusap air matanya
Nisa lalu memesan send ojek online, membelikan 4 botol dot, karet dot, susu, dan juga popok.
__ADS_1
"Saya pesankan yang sekarang dibutuhkan dulu saja ya Bu, Untuk pakaian nanti akan langsung saya belikan" ucap Nisa
"Terimakasih banyak Bu. Bayi ini belum di namai, mungkin Bu Annisa ingin memberi nama?" ucap Bu Yani