Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 84~


__ADS_3

Nisa berjalan dengan terburu-buru, karena ia sedang ditunggu oleh Nenek tua tadi. Juga takut suaminya keburu selesai dan jadi menunggunya.


Nisa berjalan menghampiri Nenek tua itu.


"Nek, ini minum dulu" ucap Nisa dengan lembut sembari menahan nafasnya yang terasa berat karena sudah berjalan dengan cepat.


Nenek tua itu menerima air mineral yang diberikan oleh Nisa, lalu meminumnya hingga habis setengah gelas.


"Ini sandal baru untuk Nenek. Saya sudah mencarikan punya Nenek tapi tidak ditemukan, bahkan penitipan sandalpun tidak tahu" lanjut Nisa sembari membuka bungkusan plastik yang menutupi sandal japit itu.


"Seharusnya kamu tidak perlu repot-repot, Nak" ucap Nenek tua itu


"Tidak repot, Nek. Pakailah, supaya kaki Nenek terlindungi saat berjalan" jawab Nisa sembari memberikan sandal itu tepat dikaki sang Nenek


"Beribu-ribu terimakasih yang bisa Nenek ucapkan untuk mu, semoga Allah membalas semua kebaikan mu anak sholeha" ucap Nenek dengan mata yang berlinang air mata


"Aaaammmiiinnnn Aaammmiinnn ya rab" jawab Nisa dengan cepat


Nisa lalu duduk kembali disamping Nenek tua itu, lalu memegang tangannya. Terasa sangat dingin sekali tangan Nenek itu, Nisa sampai merasa heran. Padahal cuaca sedang terik Nisa rasa.


"Nenek hendak kemana?" tanya Nisa dengan sopan


"Nenek akan pulang. Kamu adalah wanita paling beruntung, anak muda" ucap Nenek tua itu sembari memandangi Nisa


"Cinta mu dengan suami mu tidak akan terpisahkan, hanya maut yang akan memisahkan dan Allah akan satukan kembali cinta kalian dirumah yang kekal abadi" lanjut Nenek tua itu sembari memegang balik tangan Nisa


Nisa sangat terharu dengan ucapan Nenek tua itu. Itu adalah yang Nisa harapkan dari pernikahannya, ia selalu berdoa semoga Allah terus menjodohkan ia dengan Alfath.


"Aaammmiinnn semoga Allah senantiasa memberi Nenek kesehatan dan panjang umur" jawab Nisa dan balik mendoakannya


"Aaammiinnn. Kamu tidak perlu takut dengan dunia ini yaaa, jika Allah mengambil suami mu duluan, kamu akan dibersamakan dengannya kembali disurga dan di dunia ini kamu akan ditemani pangeran kecil titipan Allah pengganti suami mu. Insyaallah" ucapnya lagi sembari beranjak dari duduknya dan berjalan meninggalkan Nisa


Nisa amat sangat merasa bingung dengan maksud ucapan Nenek tua itu. Nisa hanya terdiam, seketika melamun, memikirkan ucapan dari Nenek-nenek tua tadi.

__ADS_1


Lamunan Nisa pecah, saat Alfath memanggil dari belakang.


"Sayang? ternyata kamu disini? sudah menunggu lama ya?" ucap Alfath sembari terus menghampiri Nisa dan berdiri tepat didepan Nisa


"Iya, Mas. Aku disini dari tadi" jawab Nisa dengan wajah tetap seperti melamun


"Kamu kenapa sih sayang? ada apa?" tanya Alfath yang heran dengan ekspresi wajah Nisa


Tiba-tiba suara klakson mobil berbunyi, tepat dihadapan Nisa dan Alfath sedang berdiri.


"tiiiitttttttt" suara klakson mobil, tanda supir memberitahu pada mereka


"Nanti ku ceritakan" jawab Nisa dengan cepat


Nisa yang masih kepikiran dengan ucapan wanita tua tadi terus terlihat seperti orang melamun. Didalam mobil tidak ada obrolan antara Alfath dan Nisa, juga supir yang sedang fokus mengendarai mobilnya.


"Pak, kita ke hotel Firman dulu ya" ucap Alfath memecahkan suasana


"Kita makan disana" lanjut ucap Alfath memberitahu


Nisa yang masih saja terdiam, membuat Alfath semakin penasaran. Ada apa dengan istrinya itu, apa Nisa di hipnotis orang jahat, apa kenapa sebenarnya. Batin Alfath terus bertanya-tanya. Sementara Nisa tak hiraukan suaminya yang sebenarnya sedang memperhatikannya sedari tadi, pandangan Nisa terus keluar jendela, ia masih memikirkan ucapan dari wanita tua tadi, tangan Nisa tetap menggenggam erat tangan suaminya, tak mau lepas.


Alfath ingin sekali bertanya lagi pada istrinya, tapi dimobil ada Supir membuat Alfath takut kalau istrinya semakin tidak nyaman.


Sesampainya dihotel, Alfath langsung mengajak Nisa untuk masuk dan bertemu Firman sepupunya itu, anak dari Ma'ci Laila.


"Assalamu'alaikum Firman" ucap Alfath dengan semangat


Nisa yang tetap bergandengan dengan Alfath, mencoba untuk melupakan dulu pemikirannya masalah tadi.


"Walaikumsalam. Akhirnya kalian sampai juga" jawab Firman dengan gembira juga


"Iya nih. Ini istri saya" ucap Alfath lalu mengenalkan Nisa

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, kakak Ipar" ucap Firman menyapa Nisa dengan tangan dikuncupkan seraya bersalaman pada Nisa


"Walaikumsalam" jawab Nisa dengan ramah dan membalas menguncupkan tangannya seraya membalas salam saudaranya itu


"Silahkan duduk" ucap Firman dengan begitu ramahnya


"Terimakasih" jawab Alfath lalu duduk bersebelahan dengan Nisa


"Ini Firman, sepupu ku. Anaknya Ma'ci Laila" ucap Alfath mengenalkan


Firman hanya tersenyum, memang Firman begitu ramah, murah senyum pada siapapun.


Mereka berbincang-bincang sebentar, karena Firman sedang sibuk, juga Alfath dan Nisa yang merasa lelah karena cukup jauh perjalanannya ke hotel Firman ini jadi dipersilahkan untuk beristirahat di salah satu kamar hotel terbaik milik Firman.


"Kak, Saya sudah siapkan kamar untuk kalian beristirahat dulu, juga untuk makan siang akan diantar ke kamar kalian. Lebih baik bermalam lah disini. Sekalian honey moon" ucap Firman menggoda


"Insya Allah ya, kami tidak pamit untuk menginap" jawab Alfath dengan cepat


"Hehe gampang tinggal hubungi saja orang rumah nanti Kak" ucap Firman mendesak


"Ya sudah, saya tinggal dulu ya Kak. Saya harus meeting akan ada client, Kakak diantar oleh karyawan yaa. Tak apa kan?" Tambah Firman memastikan


Nisa dan Alfath menyetujui untuk diantar oleh karyawan Firman. Firman menyiapkan kamar untuk Nisa dan Alfath yang sangat mewah, dan mengahadap pemandangan yang sangat cantik. Nisa dan Alfath langsung masuk kedalam kamar setelah seorang karyawan membukakan kamar tersebut, lalu memberikan kuncinya dan pergi meninggalkan Nisa dan Alfath berdua.


"Ini kuncinya Tuan, makan siang anda sebentar lagi akan di antar" ucapnya lalu pergi meninggalkan mereka berdua


Nisa yang masuk terlebih dulu, lalu diikuti oleh Alfath.


"Masya Allah bagus banget, Mas. Baru kali ini aku ke hotel sebagus ini. semua serba terbuat dari kayu" ucap Nisa sangat kagum


"Iya sayang, Alhamdulillah ya" jawab Alfath dangan tersenyum


Nisa lalu merebahkan tubuhnya dikasur yang super nyaman.

__ADS_1


__ADS_2