
Nisa begitu kaget saat melihat spanduk itu, ia terdiam seketika. Suara yang ia rasa kenal ternyata memang ia kenali, suara yang telah lama tak ia dengar lagi, suara yang dulu pernah jadi idaman untuk hati Nisa.
Seketika Nisa tertegun, tak ada sepatah katapun. Mbok Iyem jadi terdiam juga melihat Nisa yang terdiam.
Tiba-tiba ada beberapa orang, berkelompok menyapa dari belakang.
"Assalamu'alaikum..." ucapnya
Lagi-lagi itu adalah suara yang tak asing ditelinga Nisa, hati yang tenang kini berdebar-debar seakan gempa bumi sedang melanda. Bukan masalah cinta lama Nisa, tapi masalah hari lalu yang menjadi masalah dengan suami sendiri, begitu dalam hati Nisa.
"Walaikumsalam" jawab Nisa mau tak mau, dengan suara yang bergetar
Nisa menoleh kearah belakang, dimana suara itu berasal dengan begitu perlahan.
"Ada yang bisa kami bantu? Ibu memperhatikan terus spanduk itu. Ini adalah orang yang tadi mengisi kajiannya, Bu..." tanya seorang yang tak Nisa kenali
Nisa mengangkatkan wajahnya, dan berusaha mencoba melihat kearah sekelompok orang yang kini ada dihadapannya.
"Annisaaaa..." Sapa seseorang yang suara itu tak asing lagi
"Iiii-iyaaa..." jawab Nisa terbata-bata
"Apa kabar? tak ku sangka kamu bisa datang.." ucapnya semakin membuka obrolan
"Alhamdulillah baik, Kak Azam apa kabar? Nisa kesini diajak suami" jawab Nisa langsung tanpa basa-basi
__ADS_1
Tatapan Nisa lagi-lagi menunduk, tak berani ia menatapnya
"Ustadz Azam mengenali ibu ini?" tanya seorang yang bersama Azam
"Iya, ini adik tingkat saya. Annisa Khumaira Rasyid" jawab Azam menjelaskan.
"Alhamdulillah saya juga baik..." jawab Azam pada pertanyaan Nisa tadi
"Maaf ka, Nisa duluan. Permisi" ucap Nisa terburu-buru
Nisa melangkahkan kakinya, diikuti oleh Mbok Iyem. Alfath masih menunggu dalam mobil, ia tak mengetahui kejadian itu.
Nisa terburu-buru mencari dimana mobil suaminya, sementara keadaan masih ramai oleh orang.
"Maaf Bu, kok Ibu bisa kenal dengan penceramah tadi?" tanya Mbok Iyem sembari terus mengikuti langkah Nisa
"Dia kakak kelas ku sewaktu kuliah dulu Mbok, dia juga yang mau melamar Nisa setelah Nisa di lamar Mas Alfath" jawab Nisa menjelaskan
Mbok Iyem langsung tak berkata-kata, seketika ia terdiam.
"Mas Alfath cemburu dengan Nya" lanjut Nisa
"Itu karena ia terlalu cinta pada Bu Annisa" jawab Mbok Iyem
"Mungkin juga ia tersinggung karena waktu itu Kak Azam tanya suami Nisa pasti anak ustadz terkenal yang setara dengan keluarga Nisa, dan Mas Alfath tak sengaja mendengarnya" ucap Nisa menjelaskan
__ADS_1
Mbok Iyem mengangguk-anggukan kepalanya, mengerti maksud dari cerita Nisa.
"Nisa juga sempat menyukai Kak Azam, tapi Kak Azam melamar Nisa setelah Nisa menerima lamaran Mas Alfath. Mungkin jodoh Nisa memang dengan Mas Alfath, Nisa juga sudah sangat bahagia bersuamikan Mas Alfath yang begitu menyayangi Nisa" ucap Nisa panjang lebar
"Iya Bu. Pak Alfath suami yang begitu menyayangi istrinya, ia pasti menjadi ayah siaga dan suami teladan..." jawab Mbok Iyem
"Aaammmiinnn yaa Rabbal'alamin..." ucap Nisa mengaminkan ucapan Mbok Iyem
Nisa dan Mbok Iyem sudah menemukan mobil Alfath. Kini Alfath melajukan mobilnya menuju pulang kerumah.
--------------------------------------------------------
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Kehamilan Nisa sudah memasuki usia 7 bulan, perut yang semakin buncit membesar membuat Nisa semakin terbatas dalam aktivitas sehari-hari. Ia tak lagi menempati kamar tidur dilantai atas, karena sudah mulai kesulitan untuk naik turun tangga.
Hari masih pagi, seperti biasa Alfath dan Nisa sarapan bersama.
"Sayang, hari ini kita mulai merenovasi kamar untuk bayi kita yuuu..." ucap Alfath pada Nisa
"Aaaassssiiikkkk...." ucap Nisa gembira
"Tuh sayang, ayah mau bikinin kamar buat kamu..." ucap Nisa sembari mengelus perutnya
Alfath begitu bahagia, ia mengelus perut istrinya sembari tersenyum lebar.
"Sebentar lagi akan ada tim yang akan membantu kita merenovasi sesuai yang kita inginkan, sayang..." ucap Alfath memberitahu
__ADS_1
"Iya Mas..." jawab Nisa dengan cepat
Tim renovasi itu sendiri adalah bawahan Alfath, mereka bekerja dikantor Alfath. Kini clientnya adalah Bosnya sendiri.