Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 17~


__ADS_3

Alfath meminta orang WO untuk keluar, karena ia ingin mengobrol dengan Nisa sebentar. Kini diruang ganti tinggal Nisa dan Alfath berdua.


"Nisaaa" ucap Alfath dengan lembut, sembari menghampiri Nisa dan berdiri menggunakan lutut didepan Nisa.


"hmmm" jawab Nisa tetap tidak melihat Alfath


"jangan marah" ucap Alfath


"ini hari bahagia kita, aku tidak ingin melihat kamu murung seperti ini" tambah Alfath


"siapa perempuan tadi mas? kok dia bilang kecewa sama kamu?" ucap Nisa dengan nada cepat


"dia Mawar, perempuan yang pernah dekat denganku dulu, dia sangat ingin menikah denganku, tapi aku tidak pernah menyukainya" jelas Alfath panjang lebar


"oh jadi mantan pacar kamu" ucap Nisa ketus


"bukan sayang. Dia hanya orang yang menyukaiku, tapi aku tidak pernah menyukainya. Jadi dulu dia pernah mengatakan ingin jadi kekasihku, tapi aku menolak dan aku bilang aku akan langsung menikahi jodohku, eh dia malah jadi pengen dinikahi ngarep banget" jelas Alfath dengan nada yang lembut dan kali pertama Alfath panggil Nisa sayang


"bener mas? kamu gak bohong?" jawab Nisa luluh


"bener dong sayang, aku gak akan pernah bohongin kamu pokoknya" ucap Alfath langsung memeluk Nisa


"eeehhh, gak apa-apakan meluk juga. udah muhrim" lanjut Alfath dan Nisa langsung balas memeluk Alfath dengan erat


"ternyata begini ya rasanya dipeluk oleh suami tenang rasanya nyaman banget*." batin Nisa

__ADS_1


"ooohh jadi ini wangi tubuh mas Alfath, wangi banget yaaa" batin Nisa sembari menghirup wangi Alfath di pundak Alfath


Shaina mengetuk pintu ruang ganti yang Alfath kunci itu, karena tidak ingin orang melihat kalau mereka sedang membicarakan hal ini.


Alfath langsung membukakan pintu ruangan itu.


"Kak kalian lagi apa sih? Lama bangeeettt deh. Mana pake dikunci segala lagi" Ucap Shaina ketus karena sudah banyak yang menanyakan pengantinnya


"huuu pengen tau aja deeh" jawab Alfath sembari menggandeng tangan Nisa untuk Naik pelaminan lagi


"heh kalau bermesraan nanti kaliii malam dirumah" ucap Shaina ketus sembari meninggalkan kakaknya itu


Acara pernikahan terpotong oleh waktu sholat Jum'atan, semua tamu pria dan keluarga langsung meninggalkan Aula untuk sholat berjama'ah, dan tamu perempuan dan keluarga masih diruang Aula.


Acara berlangsung dengan lancar, semua tamu meninggalkan Gedung Aula satu-persatu, begitu juga dengan keluarga Alfath dan Nisa, satu-persatu sudah kembali dan pulang. Acara pernikahan berakhir pada jam 15.30WIB, Alfath dan Nisa langsung kembali kerumah Nisa, begitu juga dengan kedua orangtua mereka.


"Iya Umi Alhamdulillah sekali" jawab Umma


"Oh iya Nis, ajak Alfath beristirahat dikamar mu, kan sekarang dia suami mu" ucap Aba pada Nisa


"iya Aba" jawab Nisa


"orang tadi aja mereka udah berdua-duaan diruang ganti, dikunci lagi" ucap Shaina menggoda Alfath


"huh kamu ini" jawab Alfath sembari mengelus kepala Shaina

__ADS_1


Semua tertawa mendengarnya, membuat Nisa jadi salah tingkah dan malu.


Nisa menggandeng tangan Alfath, seolah-olah mereka sudah menikah beberapa hari yang lalu, padahal Nisa ingin Alfath cepat mengikutinya. Lagi-lagi semua menggodanya dengan isyarat sembari tertawa.


"sini mas masuk, ini kamarku, dan jadi kamar mu juga hehe" ucap Nisa sembari menutup pintu kamarnya


"iya sayaaaang" jawab Alfath yang sudah mulai tidak malu memanggil sayang


Nisa duduk dimeja rias nya, dan menghadap ke cermin sembari memandangi wajahnya yang masih menggunakan cadar.


"maaaas" ucap Nisa yang mulai nyaman dengan keberadaan Alfath


"iya, kenapa?" jawab Alfath yang sudah membuka jas dan dasinya


"aku ingin membuka jilban dan cadarku" ucap Nisa yang masih malu dengan Alfath


"bukalah, aku ingin melihat untuk pertama kali" jawab Alfath dengan antusias sembari mendekat pada Nisa


"iiihhh aku malu mas, kenapa mendekat sedekat ini?" Nisa masih belum melepasnya


"sekarang kita sudah Sah, aku bisa melihat mu seutuhnya" jawab Alfath dengan lembut sembari tersenyum nakal


"maaaas ini ih" jawab Nisa malu


Nisa membuka cadarnya perlahan-lahan, membuat Alfath semakin tak sabar. Hingga akhirnya cadar itu terlepas dan membuat wajah Nisa terlihat jelas

__ADS_1



__ADS_2