
Setelah selesai bersiap, Alfath dan Nisa langsung menuju Mushola, disana Papa dan Umi sudah menunggu dan bersiap untuk sholat subuh berjama'ah.
Setelah sholat selesai, mereka semua berdzikir bersama. Sampai waktu menunjukan pukul 05.37. Nisa bergegas ke dapur untuk membuat telur ceplok dan menghangatkan susu. Diikuti oleh Alfath, Papa dan Umi.
Sesampainya di dapur Nisa langsung mengeluarkan telur dalam kulkas, menyiapkan penggorengan, dan menghangatkan susu.
"Umi, dan Papa mau dibuatkan minuman apa?" tanya Nisa sembari memecahkan telur dan memasukannya dipenggorengan.
"Papa kopi saja sama seperi Alfath, Umi susu saja" jawab Umi mewakilkan semuanya
"ok Nisa buatkan ya" ucap Nisa sembari membumbui telurnya dengan garam
"Papa dan Umi mau makan nasi?" tanya Alfath
"Papa nasi saja, biar kenyang lebih lama" jawab Papa
"Umi juga sama. Roti akan dibawa saja ya untuk bekal" ucap Umi langsung
"Iya umi" jawab Alfath lalu menghampiri Nisa
"Buat ceplok telurnya empat saja, sayang" ucap Alfath
"apa tidak kurang mas?" jawab Nisa
__ADS_1
"iya empat saja Nis" ucap Umi meyakinkan
"baik Umi" jawab Nisa cepat
Setelah menggoreng telur, Nisa membuatkan kopi capucinno kesukaan Alfath dan untuk Papa, Nisa juga menuangkan susu untuk dirinya dan Umi.
Mereka memakan sarapannya, Semua yang Nisa sajikan habis mereka lahap.
Kini Nisa membuatkan Umi roti sandwich untuk bekal diperjalanan.
"Maaf ya Umi, Papa sarapannya hanya begini" ucap Nisa
"tidak apa-apa nak. Lagian memang belum ada stok makanan di kulkas. Kalian bisa kepasar untuk berbelanja nanti siang" ucap Umi pada Nisa dan Alfath
Waktu menunjukan pukul 06.25. Alfath sudah memanaskan mobil dan mereka semua sudah bersiap untuk berangkat.
Alfath membantu Papa untuk memasukan barang bawaan mereka, Nisa sedang mengemasi oleh-oleh yang ia bawa dari rumahnya waktu itu untuk dibekalka pada Umi dan Papa. Lalu mereka semua berangkat.
Sewaktu diperjalanan, Nisa lagi-lagi merasa mual dan pusing, padahal perjalanan kali ini hanya sebentar.
Sesampainya di Bandara Nisa buru-buru keluar dari mobil, karena ia takut untuk muntah didalam mobil. Tapi ternyata hanya mual.
"Mas, kok aku setiap naik mobil mual gini ya?" Ucap Nisa
__ADS_1
"Apa karena parfum mobil mu tidak enak" tambah Nisa
"Masa sih?" jawab Alfath cepat
Nisa dan Alfath mengantar Umi dan Papa kedalam Bandara. Alfath membantu Papa untuk membawakan koper.
"Al, kamu dan Nisa pulang saja. Umi dan Papa masih harus menunggu" ucap Papa
"tidak apa-apa, Pa kami temani menunggu saja" jawab Alfath
"kaliankan harus belanja untuk kebutuhan kalian bukan?" tanya Umi
"Iya umi, nanti saja setelah menemani menunggu kalian" jawab Nisa
"Nanti keburu siang, sayuran tidak segar lagi. Ayo sekarang saja nanti kehabisan" Ucap Umi memaksa
Akhirnya Nisa dan Alfath meninggalkan Umi dan Papa di Bandara. Nisa dan Alfath berpamitan, lalu berjalan menuju mobil mereka yang terparkir.
Alfath lalu melajukan mobilnya untuk kepasar rakyat, dijalan HP Alfath berdering dilihatnya Rio memanggil.
"Halo, Assalamu'alaikum" ucap Alfath sembari memasang earphone ditelinganya
"Saya masuk siang kayaknya, sekarang mau ke pasar dulu" jelas Alfath lagi pada Rio
__ADS_1
Rio yang sangat heran, tumben bosnya itu kepasar. Rio belum tau bahwa sekarang Alfath sudah membawa istrinya ke Surabaya.