Bunga Dari Surga

Bunga Dari Surga
eps. 99~


__ADS_3

Hari semakin larut, pegawai baru sekaligus penghuni baru dirumah Alfath adalah sosok yang sangat keibuan, belum lagi sifatnya yang tetap memposisikan dirinya sebagai pembantu rumahtangga tidak memanfaatkan situasi walaupun sang majikan Alfath dan Nisa begitu baik.


Mbok Iyem setelah membereskan barang bawaannya dikamar, tak berdiam diri. Ia langsung membereskan rumah, ia menyapu lantai, pel lantai sampai membersihkan dapur. Saat Nisa dan Alfath turun dari kamar dan melihat Mbok Iyem sedang membersihkan dapur langsung tertegun, dalam batin Alfath dan Nisa kan dia belum punya tugas. Dengan cepat Alfath dan Nisa menghampiri Mbok Iyem.


"Mbok, rumah sudah bersih saja" ucap Alfath dengan senyum manis


"Iya, Pak. Maaf belum dikasih tugas tapi saya sudah melakukannya" jawab Mbok Iyem dengan sedikit menunduk didepan Alfath


"Mbok tidak istirahat dulu? Kan capek Mbok, sudah perjalanan" ucap Nisa setelah mengambil air minum untuk dirinya


"Iya Mbok, maksud kami begitu. Biar besok saja mulai bekerjanya" jelas Alfath mengikuti ucapan Nisa


"Tidak apa-apa Pak, Bu. Mbok merasa tidak enak kalau hanya berdiam diri" jawab Mbok Iyem dengan jujur


"Ya sudah kalau begitu, untuk sekarang kita bersiap sholat magrib berjamaah dulu di mushola, setelah itu baru makan malam" ucap Alfath


Kemudian, Nisa menjelaskan apa saja yang harus dikerjakan Mbok Iyem, memberitahu semua ruangan dirumah yang harus dikerjakan Mbok Iyem dan kebiasaan-kebiasaan mereka dirumah. Mbok Iyem tidak perlu penjelasan yang lama, ia langsung mengerti.

__ADS_1


---------------------------------------------------


Malam berganti Pagi, kini waktu menunjukan pukul 07.00. Alfath dan Nisa turun dari kamarnya setelah berganti pakaian untuk sarapan. Dimeja makan Mbok Iyem sudah menyiapkan nasi goreng dan telur mata sapi, juga roti tawar dan beberapa selai, dan susu hamil juga kopi kesukaan Alfath.


Nisa yang mencium wanginya aroma nasi goreng tak sabar untuk segara melahapnya. Ia menyendoki nasi kepiringnya.


"Mas, mau sarapan nasi goreng apa roti?" tanya Nisa pada Alfath sembari menyendoki nasi kepiringnya


"Mas mau makan roti aja sayang. Kamu makan yang banyak yaaa" jawab Alfath, lalu mengambil 2 helai roti tawar


"Nih mas" lanjut Nisa setelah menuang air minum kedalam gelas lalu menyodorkan kesuaminya itu


"Makasih sayang, ya sudah kamu cepat makan. Bayi kita juga pasti udah laper yaa" goda Alfath


"Iya maaas" ucap Nisa lalu menyuap nasi kemulutnya


"eh iya, Mbok...." ucap Alfath yang sembari mengoles selai coklat diatas rotinya, sedikit berteriak agar didengar oleh Mbok Iyem yang sedang didapur

__ADS_1


Tak lama Mbok Iyem berlari kecil dari dapur menghampiri asal suara yang memanggilnya.


"Mbok ayo sarapan dulu" ucap Alfath


"Iya Pak, saya sarapan didapur saja" jawab Mbok Iyem dengan sangat sopan


"Ya sudah yang penting sarapan ya Mbok. Mbok harus makan apa yang Mbok masakan untuk kami juga ya, jadi Mbok pisahkan saja untuk Mbok" ucap Alfath panjang lebar


"Baik Pak" jawab Mbok Iyem


"Oh iya Mbok, saya akan ke kantor. Saya minta tolong, Mbok Iyem temani istri saya ya. Kalau ada apa-apa tolong langsung kabari saya, no ponsel saya ada di buku telepon dekat telepon rumah" Lagi-lagi Alfath menjelaskan


"Baik Pak" jawab Mbok Iyem lagi-lagi hanya mengiyakan


"Mas ini, emangnya Nisa anak kecil dititipi segala" ucap Nisa sembari tertawa kecil


Nisa dirumah saja memang tidak menggunakan cadarnya, apa lagi dirumah hanya suami juga Mbok Iyem sesama perempuan. Tapi ia tidak pernah lupa untuk membawa cadar disaku bajunya, agar sewaktu-waktu kalau ia keluar membukakan pintu ada tamu tetap menggunakan cadarnya.

__ADS_1


__ADS_2