
Nisa jadi merasa tak enak hati pada suaminya itu, Nisa terus bergandengan dengan Alfath, tapi Alfath tidak membuka sepatah katapun.
Nisa bingung harus bagaimana memulai percakapan dengan Alfath, karena Alfath juga tidak terlalu memperhatikan langkahnya.
"Mas, kok diam terus?" Ucap Nisa memberanikan diri untuk membuka percakapan
"apa lagi yang belum?" ucap Alfath mengalihkan pembicaraan.
Tentu saja Nisa menjadi semakin tak enak. Tapi Nisa tak mungkin untuk meluruskannya ditempat umum begini, ini masalah rumah tangga Nisa paham betul harus menyelesaikannya berdua saja. Nisa sekarang mengikuti saja alur pembicaraannya, agar tidak dikira oranglain kalau mereka sedang ada masalah.
"tinggal untuk keperluan mandi mas" Jawab Nisa
"Ayo kita kesebelah sana" ucap Alfath sembari menunjuk tempat Sabun mandi
Nisa lalu mengambil sabun mandi cair, pasta gigi, dan shampo untuk dirinya. Untuk Alfath, karena Nisa belum tau Shampo yang cocok untuk Alfath jadi Nisa masih bertanya-tanya.
Troli belanja itu sudah hampir penuh, tapi Alfath ingin membeli cemilan juga.
"Aku mau keripik dan beberapa makanan ringan, sayang" ucap Alfath tetap dengan nada yang simpel
"Ayo, aku juga akan membeli susu untuk persediaan" jawab Nisa mengiyakan
Akhirnya troli itu penuh dengan semua kebutuhan dan beberapa stok untuk beberapa hari kedepan. Nisa dan Alfath mengantri dikasir untuk membayar semua yang mereka beli itu. Tidak berapa lama mereka selesai membayar dan langsung memasukan belanjaan itu kedalam mobil.
__ADS_1
Setelah didalam mobil, dalam perjalanan pulang, lagi-lagi Nisa membuka percakapan dan bermaksud untuk meluruskan masalah yang tadi. Nisa merasa sangat tidak enak, didiamkan oleh Alfath.
"Mas, maaf" ucap Nisa sembari memasang wajah cemberut
"Mas marah?" ucap Nisa lagi sembari memegang tangan Alfath
"yang tadi itu siapa?" tanya Alfath dengan terus memandangi jalanan
"itu kakak tingkatku sewaktu kuliah di Khairo dulu mas" jelas Nisa
"kamu marah?" tanya Nisa lagi
"aku hanya tidak suka, cara dia menatap mu" Jawab Alfath ketus
"enggak gitu mas. Dia hanya menerka-nerka saja, kan dia belum tau siapa suamiku" jelas Nisa
"bukan anak ustad terkemuka juga tapi suamiku adalah pilihan Allah, suami yang amat sholih" tambah Nisa sembari memeluk ketangan Alfath sebelah.
Alfath mulai luluh setelah Nisa menjelaskan seperti itu.
"makasih ya sayang" ucap Alfath lalu mencium kening Nisa tetap dengan pandangan lurus kedepan karena sedang mengemudi
Nisa merasa lega karena masalahnya tidak berkepanjangan dan tidak dibawa kerumah. Nisa bersyukur, memiliki suami yang tetap bisa mengkontrol emosinya dikala amarah.
__ADS_1
Setelah mereka sampai dirumah, Alfath menurunkan semua belanjaan, Nisa membantu dengan membawa yang ringannya kedapur, lalu Nisa memasukannya kedalam kulkas, untuk lauk, daging dan semua yang bau amis Nisa bersihkan terlebih dahulu lalu disimpan dalam freezer.
Setelah semua selesai dibereskan Nisa membuatka Alfath kopi kesukaannya, mereka duduk berdua ditepi kolam renang dibelakang rumah sembari mengobrol.
"Mas dirumah ini kita hanya berdua saja? Apa tidak akan kesulitan untuk membersihkannya?" tanya Nisa pada Alfath yang sedang membuka Laptopnya sambil bekerja
"Untuk bersih-bersih rumah, akan mas panggil cleaning service, sayang" jawab Alfath sembari terus memandangi Laptopnya
"Oh iya mas. Kalau tukang kebun gimana?" tanya Nisa lagi
"tukang kebun juga sudah ada, Mas jadwalkan seminggu sekali saja ya" jawab Alfath meminta saran
"ya sudah mas" jawab Nisa cepat
Hari semakin siang, Nisa bergegas untuk memasak makan siang. Sementara Alfath sedang mengerjakan pekerjaannya itu, tetap dengan Laptopnya.
"kamu mau kemana sayang?" tanya Alfath yang melihat Nisa akan meninggalkannya
"aku mau masak dulu mas. Mas mau dimasakan apa?" jawab Nisa balik bertanya
"apa saja gimana kamu sayang. Oh iya tolong dilebihi ya porsinya, Mas akan mengajak makan siang Rio dan Lia karena mereka Mas suruh datang untuk mengantar berkas" ucap Alfath memberitahu
"ok" jawab Nisa dengan senang hati
__ADS_1
Nisa meninggalkan Alfath sendiri, lalu menuju dapur dan segera mempersiapkan sayur dan daging yang akan dimasak.