
Nisa juga tidak bisa menghubungi nomor ponsel Rio.
"Nomor yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan" terdengar suara operator di ponsel Nisa
Nisa tidak menyerah, kemudian ia menghubungi nomor Lia sang sekertaris di kantor Alfath.
Lagi-lagi sama, tidak dapat dihubungi. Semua nomor berada diluar jangkauan.
"Kok semua sama yaaa tidak dapat dihubungi. Ke daerah mana sebenarnya Mas Alfath..." ucap Nisa khawatir
"Ya allah, memang tadi Pak Alfath tidak memberitahu hendak ke mana bu?" tanya Mbok Iyem menanggapi ucapan Nisa
"Tidak, aku juga lupa tidak menanyakan akan survei kemana Mas Alfath" jawab Nisa resah
"Tapi aku sudah ingin pulang, sudah tak tahan ingin mandi berendam air hangat" lanjut Nisa
Nisa dan Mbok Iyem masih berdiam diruang rawat Nisa. Nisa tak putus semangat, ia terus mencoba menghubungi suaminya. Kini Nisa menghubungi Alfath melalui kantornya, Nisa menelepon nomor kantornya.
"Halooo selamat siang, ada yang bisa kami bantu?" ucap seorang resepsionis disebrang telepon
"Siang Mbak, ini saya Annisa. Mas Alfath sudah kembali ke kantor belum ya?" tanya Nisa langsung
"Oh iya Bu Annisa. Belum kembali Bu, mungkin masih dijalan" jawabnya cepat
"Oh begitu. Saya mau pulang kerumah, tolong sampaikan kepada Mas Alfath yaaa jika sudah kembali ke kantor. Ponselnya susah di hubungi" ucap Nisa menitip pesan
__ADS_1
"Baik Bu..." jawab Resepsionis mengerti
Lalu Nisa mematikan sambungan ponselnya. Kemudian Ia mengirimi pesan ke ponsel suaminya agar sewaktu ponselnya aktif bisa tahu bahwa ia sudah kembali ke rumah.
"Assalamu'alaikum Mas. Alhamdululillah Nisa sudah boleh pulang. Nisa pulang bersama Mbok Iyem yaaa, naik taxi online. Kalau Mas udh selesai segera plg krmh saja" pesan singkat yang Nisa kirimkan ke suaminya
Kemudian Nisa memesan taxi Online terlebih dahulu melalui aplikasi di ponselnya.
Tiba-tiba seorang suster masuk ke dalam ruangan rawat Nisa.
"Permisi Bu, ibu sudah diperbolehkan pulang. Maaf untuk ruangannya akan di bersihkan dan di steril untuk pasien selanjutnya" ucap seorang suster
Nisa dan Mbok Iyem yang sedang menunggupun mengerti, bahwa mereka harus segera meninggalkan ruangan itu.
"Oh iya sus, maaf.." jawab Nisa lalu bangkit dari duduknya di atas bed.
Nisa dan Mbok Iyem berjalan keluar dari ruangan rawat itu.
"Sekarang kita langsung pulang saja Bu?" tanya Mbok Iyem sembari memegang 2 tas berisi baju kotor ganti Nisa dan tas bekal sisa makanan
"Kita tunggu dulu di ruang tunggu ya Mbok, saya lemas" jawab Nisa
Nisa memang masih merasa tubuhnya lemas ketika melangkahkan kakinya, karena sedari kemarin ia tidak melakukan aktifitas berat, termasuk berjalan jauh.
"Kalau begitu berjalannya dibantu kursi roda saja ya Bu, biar Mbok pinjamkan..." ucap Mbok Iyem dengan cepat
__ADS_1
"Tidak apa Mbok, kita berhenti dulu saja disini" jawab Nisa setelah berjalan sampai keruang tunggu pasien di pendaftaran.
-------------------------------------------------------
Alfath baru saja kembali ke kantor, ponselnya mati, jadi ia tak sempat tahu bahwa istrinya mengirimi pesan. Sesampainya di resepsionis, tiba-tiba Alfath dipanggil.
"Pak Alfath..." sapa seorang resepsionis
"Iya ada apaaa?" tanya Alfath sembari menoleh
"Tadi istri Bapak menghubungi kami, dan menitip pesan bahwa Bu Annisa sudah diperbolehkan pulang oleh dokter" ucap resepsionis memberitahu pesan Nisa
Alfath baru ingat bahwa tadi dokter mengatakan istrinya bisa pulang setelah habis cairan infus yang dipasang tadi pagi.
"Astagfirullah... saya lupaaa" ucap Alfath lalu berlari ke meja resepsionis, langsung mengambil telepon kantor untuk menghubungi istrinya itu.
Tiba-tiba ponsel Nisa berdering. Dengan cepat Nisa mengambil ponsel dalam tas kecilnya. Di lihatnya panggilan masuk dari nama kontak "Kantor", dengan cepar ia menekan tombol menerima panggilan.
"Assalamu'alaikum... iya kenapa?" ucap Nisa terlebih dulu
"Walaikumsalam sayang, ini Mas. Ponsel Mas mati lupa belum di charger" jawab Alfath tergesa-gesa
"Alhamdulillah kalau kamu sudah boleh pulang. Sekarang kamu dimana? Biar Mas jemput untuk pulang" lanjut Alfath menanyakan keberadaan Nisa
"Masih di rumah sakit Mas. Nisa sudah memesan taxi online, karena tadi sewaktu menunggu Mas di ruang rawat sudah disuruh meninggalkan ruangan katanya. Sekarang Mbok Iyem sedang mengambil obat di apotik, taxi online juga sudah menunggu" jawab Nisa panjang lebar
__ADS_1
"Oh ya sudah kalau begitu, kita ketemu dirumah ya sayang" ucap Alfath